Menurut laporan kantor berita Turki, Anadolu Agency, negara-negara teluk diperkirakan menghadapi beban ekonomi yang terus meningkat saat bertahan dari drone dan rudal Iran.
Negara-negara teluk, yang notabene menjadi lokasi aset-aset Amerika Serikat (AS), turut menjadi sasaran serangan Iran dalam membalas invasi militer AS-Israel terhadapnya.
“Dengan pangkalan-pangkalan AS terkena serangan di Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Yordania, dan Arab Saudi,” tulis Asiye Latife Yilmaz, jurnalis Anadolu Agency.
Dalam laporannya, perkiraan gabungan biaya pertahanan untuk negara-negara tersebut selama dua hari terakhir telah melampaui US$3 miliar dan bisa mencapai lebih dari US$5 miliar dalam perkiraan yang lebih tinggi.
Berikut rincian estimasi nilai pertahanan negara-negara teluk untuk menahan serangan Iran dalam balasan terhadap invasi militer AS-Israel.
Dari negara-negara teluk, Anadolu Agency memperkirakan UEA menjadi negara yang paling dalam merogoh koceknya untuk bertahan dari serangan udara Iran.
Sejak Sabtu (28/2/2026), Kementerian Pertahanan UEA mengatakan 174 rudal balistik dan 689 drone Iran terdeteksi diluncurkan ke negaranya.
Anadolu Agency mengestimasikan, total pengeluaran UEA untuk pertahanan udara sejauh ini mencapai US$1,31-US$2,61 miliar.
Qatar, yang menampung pangkalan AS terbesar di kawasan itu, melaporkan mencegat 65 rudal balistik dan 12 kendaraan udara tak berawak (UAV), dengan operasi yang diestimasikan menelan biaya maksimal US$700 juta.
Selain itu, negara ini juga mencegat 72 rudal balistik, 17 drone, dan dua pesawat SU-24, dengan perkiraan biaya operasi antara US$600-US$900 juta.
Bila angka maksimal dari dua operasi itu digabung, Qatar diestimasikan sudah menggelontorkan US$1,6 miliar untuk pertahanan udara.
Menurut Anadolu Agency, Kuwait menyatakan Pangkalan Udara Ali al-Salem miliknya, yang menampung Angkatan Udara AS, diserang.
Pertahanan udara Kuwait melumpuhkan 97 rudal balistik dan 283 drone, dengan biaya pencegatan diperkirakan antara US$800 juta hingga US$1,5 miliar.
Negara ini mengaku telah mencegat 45 rudal dan sembilan drone, termasuk jenis Shahed-136, dengan perkiraan biaya US$337-US$450 juta.
Pertahanan udara Yordania disebut telah melumpuhkan 49 drone dan 13 rudal balistik, dengan total biaya pencegatan diperkirakan mencapai US$300-US$375 juta.
Negara ini, menurut Anadolu Agency, berhasil menangkal lima drone dengan perkiraan biaya US$10-US$20 juta.
“Setiap pencegat yang ditembakkan mewakili sumber daya yang tidak dapat diganti dalam semalam. Persediaan dapat habis dengan cepat jika serangan terus berlanjut,” kata penulis.
(Baca: Iran Balas Serangan, AS Boncos Hampir US$2 Miliar dalam 4 Hari Perang)