Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah tahun 2024 yang sedikit turun menjadi 4,11 persen dari 4,18 persen tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini sedikit turun 10 orang menjadi 13.430 orang, sementara total penduduk naik 6.191 orang menjadi 288.850 jiwa. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun 1,67 persen, menempatkan wilayah ini di urutan ke-45 persentase kemiskinan terendah di pulau Kalimantan dan ke-475 se-Indonesia.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Tabanan Menurut Sektor pada 2024)
Data historis kemiskinan periode 2004-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 8,88 persen dan terendah pada tahun 2020 sebesar 3,59 persen. Pertumbuhan persentase kemiskinan terendah terjadi pada tahun 2008 (-10,39 persen) dan tertinggi pada tahun 2021 (10,03 persen). Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 4,07 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) adalah 3,95 persen, sehingga data tahun 2024 sedikit di atas rata-rata 5 tahun terakhir. Posisi rank se-Indonesia persentase kemiskinan wilayah ini mengalami penurunan dari urutan ke-347 tahun 2004 menjadi ke-475 tahun 2024, menunjukkan kondisi kemiskinan relatif lebih buruk dibandingkan kabupaten lain di Indonesia selama dua dekade.
Dibandingkan dengan kabupaten/kota sekitarnya di Kalimantan Tengah, persentase kemiskinan Kabupaten Kota Waringin Barat tahun 2024 (4,11 persen) lebih tinggi daripada Kabupaten Lamandau (3,25 persen) dan Kota Palangkaraya (3,52 persen), namun lebih rendah daripada Kabupaten Barito Selatan (4,83 persen), Kabupaten Pulang Pisau (4,56 persen), dan Kabupaten Sukamara (4,14 persen). Jumlah penduduk miskin wilayah ini (13.430 orang) lebih banyak daripada semua tetangga kecuali Kota Palangkaraya, yang memiliki 10.700 orang penduduk miskin.
Kabupaten Barito Selatan
Terletak di urutan ke-448 persentase kemiskinan terendah se-Indonesia, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan 4,83 persen dengan jumlah penduduk miskin 6.870 orang dan total penduduk 136.856 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar 542,08 ribu rupiah per kapita per bulan dengan pertumbuhan 5,77 persen, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 65,48 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 3,99 persen. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin sebesar 3,15 persen, menunjukkan peningkatan jumlah orang yang hidup di bawah garis kemiskinan meskipun total penduduk juga mengalami pertumbuhan 1,36 persen.
Kabupaten Lamandau
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Samosir | 2005 - 2024)
Urutan ke-499 persentase kemiskinan terendah se-Indonesia, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan terendah di antara tetangga Kota Waringin Barat sebesar 3,25 persen. Jumlah penduduk miskin hanya 2.790 orang dengan total penduduk 112.441 jiwa, pertumbuhan jumlah penduduk miskin sebesar 6,08 persen yang lebih tinggi daripada pertumbuhan total penduduk sebesar 4,14 persen. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar 673,77 ribu rupiah per kapita per bulan dengan pertumbuhan 6,15 persen, dan pendapatan per kapita sebesar 79,72 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 8,25 persen yang cukup tinggi.
Kota Palangkaraya
Menempati urutan ke-494 persentase kemiskinan terendah se-Indonesia, kota ini memiliki persentase kemiskinan 3,52 persen dengan jumlah penduduk miskin 10.700 orang dan total penduduk 310.182 jiwa. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin sebesar 3,78 persen, sedangkan pertumbuhan total penduduk sebesar 2,6 persen. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar 555,62 ribu rupiah per kapita per bulan dengan pertumbuhan 4,79 persen, dan pendapatan per kapita sebesar 84,60 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 7,02 persen yang menunjukkan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara bertahap.
Kabupaten Pulang Pisau
Terletak di urutan ke-457 persentase kemiskinan terendah se-Indonesia, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan 4,56 persen dengan jumlah penduduk miskin 5.910 orang dan total penduduk 142.925 jiwa. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin turun 0,17 persen yang sedikit turun, sedangkan pertumbuhan total penduduk sebesar 2,76 persen. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar 542,35 ribu rupiah per kapita per bulan dengan pertumbuhan 6,96 persen, dan pendapatan per kapita sebesar 54,91 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 8,46 persen yang merupakan tertinggi di antara tetangga Kota Waringin Barat.
Kabupaten Sukamara
Menempati urutan ke-474 persentase kemiskinan terendah se-Indonesia, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan 4,14 persen yang sedikit lebih tinggi daripada Kota Waringin Barat. Jumlah penduduk miskin hanya 2.900 orang dengan total penduduk 66.118 jiwa, pertumbuhan jumlah penduduk miskin sebesar 7,01 persen yang merupakan tertinggi di antara tetangga. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar 676,78 ribu rupiah per kapita per bulan dengan pertumbuhan 4,36 persen, dan pendapatan per kapita sebesar 95,83 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 7,82 persen yang merupakan tertinggi di antara semua tetangga.