Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan tahun 2024 untuk Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan. Persentase penduduk miskin turun sedikit dari 31,57 persen (2023) menjadi 31,22 persen, dengan pertumbuhan -1,11 persen. Jumlah penduduk miskin naik sedikit menjadi 48.730 orang, sedangkan jumlah penduduk keseluruhan naik sedikit menjadi 251.661 jiwa. Rank seindonesia persentase kemiskinan ke-13, rank pulau Papua ke-13.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Makanan dan Minuman Jadi di Kab. Musi Rawas 2018 - 2024)
Data historis kemiskinan Tolikara periode 2004-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi di 2006 (46,22 persen) dan terendah di 2024 (31,22 persen). Pertumbuhan kemiskinan tertinggi di 2006 (2,37 persen) dan terendah di 2011 (-8,16 persen). Rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 31,37 persen, rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) 31,76 persen, jadi nilai 2024 lebih rendah dari keduanya. Rank seindonesia berfluktuasi dari ke-9 (2004) ke ke-22 (2015), sekarang kembali ke ke-13.
Dibandingkan kabupaten lain di Papua Pegunungan, Tolikara berada di urutan ke-3 persentase kemiskinan setelah Lanny Jaya (34,12 persen) dan Yahukimo (33,82 persen). Jumlah penduduk miskin Tolikara (48.730 orang) lebih tinggi dari Pegunungan Bintang (22.870) dan Yalimo (21.440), tapi lebih rendah dari Jayawijaya (68.360) dan Lanny Jaya (72.100).
Kabupaten Jayawijaya
Rank seindonesia persentase kemiskinan ke-11 dengan nilai 32,28 persen, turun sedikit dari tahun sebelumnya dengan pertumbuhan -7 persen. Jumlah penduduk miskin 68.360 orang (rank ke-123), jumlah penduduk keseluruhan 275.772 jiwa (rank ke-272). Pendapatan per kapita sebesar 40,73 juta rupiah per tahun (rank ke-323) dengan pertumbuhan 11,57 persen. Garis kemiskinan mencapai 722,26 ribu rupiah per kapita per bulan (rank ke-63) dengan pertumbuhan 27,54 persen.
Kabupaten Lanny Jaya
(Baca: Persentase Penduduk Miskin di Perdesaan Periode 2013-2025)
Rank seindonesia persentase kemiskinan ke-9 dengan nilai 34,12 persen, turun sedikit dengan pertumbuhan -7,63 persen. Jumlah penduduk miskin 72.100 orang (rank ke-114), jumlah penduduk keseluruhan 203.524 jiwa (rank ke-348). Pendapatan per kapita 11,96 juta rupiah per tahun (rank ke-506) dengan pertumbuhan 5,71 persen. Garis kemiskinan 816,04 ribu rupiah per kapita per bulan (rank ke-27) dengan pertumbuhan 30,43 persen.
Kabupaten Pegunungan Bintang
Rank seindonesia persentase kemiskinan ke-21 dengan nilai 28,95 persen, turun sedikit dengan pertumbuhan -2,82 persen. Jumlah penduduk miskin 22.870 orang (rank ke-301), jumlah penduduk keseluruhan 114.151 jiwa (rank ke-447). Pendapatan per kapita 30,33 juta rupiah per tahun (rank ke-425) dengan pertumbuhan 4,87 persen. Garis kemiskinan tertinggi di provinsi, yaitu 917,12 ribu rupiah per kapita per bulan (rank ke-7) dengan pertumbuhan 19,68 persen.
Kabupaten Yahukimo
Rank seindonesia persentase kemiskinan ke-10 dengan nilai 33,82 persen, turun sedikit dengan pertumbuhan -6,26 persen. Jumlah penduduk miskin 68.320 orang (rank ke-124), jumlah penduduk keseluruhan 355.612 jiwa (rank ke-221) yang terbanyak di provinsi. Pendapatan per kapita 8,48 juta rupiah per tahun (rank ke-511) dengan pertumbuhan 7,32 persen. Garis kemiskinan 718,08 ribu rupiah per kapita per bulan (rank ke-65) dengan pertumbuhan 30,61 persen.
Kabupaten Yalimo
Rank seindonesia persentase kemiskinan ke-17 dengan nilai 30,02 persen, turun sedikit dengan pertumbuhan -3,07 persen. Jumlah penduduk miskin 21.440 orang (rank ke-316), jumlah penduduk keseluruhan 104.913 jiwa (rank ke-454). Pendapatan per kapita 15,77 juta rupiah per tahun (rank ke-500) dengan pertumbuhan 7,99 persen. Garis kemiskinan terendah di provinsi, yaitu 600,54 ribu rupiah per kapita per bulan (rank ke-167) dengan pertumbuhan 38,29 persen.