Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Gowa pada 2024 sebesar 6,85%, sedikit turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 7,42%. Dengan jumlah penduduk 806.908 jiwa, terdapat 55.130 penduduk miskin di Gowa.
Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah penduduk miskin berkurang 3.970 jiwa, mencerminkan penurunan 6,72%. Namun, pertumbuhan ini perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas dibandingkan kabupaten lain di Sulawesi Selatan.
(Baca: Maret 2025, Garis Kemiskinan Makanan dan Nonmakanan di Maluku Utara Rp.662,4 Ribu /Kapita/Bulan)
Data historis menunjukkan fluktuasi angka kemiskinan di Gowa selama periode 2004-2024. Persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada 2005, mencapai 16,9%, sedangkan terendah pada 2024. Pertumbuhan angka kemiskinan terendah tercatat pada 2006, yaitu -13,91%, dan tertinggi pada 2013 sebesar 8,31%. Dibandingkan dengan rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024), persentase kemiskinan saat ini lebih rendah. Secara nasional, Gowa berada pada urutan ke-361 dalam persentase kemiskinan.
Jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Sulawesi Selatan yang memiliki persentase kemiskinan berdekatan, Gowa menunjukkan posisi yang bervariasi. Beberapa kabupaten memiliki angka kemiskinan lebih rendah, sementara yang lain lebih tinggi. Kondisi ini mencerminkan tantangan kemiskinan yang berbeda di setiap wilayah.
Kabupaten Bulukumba
Kabupaten Bulukumba memiliki persentase kemiskinan yang berdekatan dengan Kabupaten Gowa, yakni 6,71%. Dengan peringkat kemiskinan secara nasional berada di angka 367, wilayah ini mencatatkan jumlah penduduk miskin sebanyak 28.600 jiwa, menunjukkan penurunan sebesar 6,69%. Jumlah penduduk Bulukumba tercatat 475.405 jiwa, dengan pertumbuhan 1,51%. Garis kemiskinan di Bulukumba adalah Rp 422.111,00 per kapita per bulan, menunjukkan pertumbuhan 3,74%. Pendapatan per kapita mencapai Rp 44,48 juta per tahun, mencerminkan peningkatan 6,14%.
Kabupaten Luwu Timur
Di Kabupaten Luwu Timur, persentase penduduk miskin tercatat 6,55% dan berada pada urutan 376 secara nasional. Kabupaten ini memiliki jumlah penduduk miskin 20.700 jiwa, mengalami penurunan 4,03%. Jumlah penduduk Luwu Timur mencapai 316.000 jiwa, dengan pertumbuhan 1,59%. Garis kemiskinan di wilayah ini mencapai Rp 460.356,00 per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 5,06%. Pendapatan per kapita di Luwu Timur adalah yang tertinggi di antara wilayah pembanding, mencapai Rp 97,18 juta per tahun, meskipun mengalami penurunan 2,32%.
(Baca: Statistik Persentase Penduduk Miskin di Kabupaten Ende 2016-2025)
Kota Palopo
Kota Palopo memiliki persentase kemiskinan 7,35% dan menempati peringkat 334 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin di kota ini mencapai 14.430 jiwa, sedikit turun 2,83%. Jumlah penduduk Palopo adalah 180.518 jiwa, namun terjadi penurunan 2,05%. Garis kemiskinan di Palopo adalah Rp 466.521,00 per kapita per bulan, meningkat 5,48%. Pendapatan per kapita di Palopo mencapai Rp 56,65 juta per tahun, naik 4%.
Kabupaten Soppeng
Kabupaten Soppeng mencatatkan persentase kemiskinan 6,9% dan berada di peringkat 357 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini adalah 15.900 jiwa, berkurang 7,61%. Jumlah penduduk Soppeng mencapai 241.364 jiwa, dengan pertumbuhan yang sangat kecil yaitu 0,29%. Garis kemiskinan di Soppeng adalah Rp 411.958,00 per kapita per bulan, naik 3,3%. Pendapatan per kapita di Soppeng mencapai Rp 67,26 juta per tahun, mencerminkan peningkatan 7,48%.
Kabupaten Takalar
Kabupaten Takalar memiliki persentase kemiskinan 7,75%, menempatkannya pada urutan 319 di tingkat nasional. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini adalah 23.510 jiwa, mengalami penurunan 6%. Jumlah penduduk Takalar adalah 329.997 jiwa, dengan pertumbuhan 2,4%. Garis kemiskinan di Takalar mencapai Rp 455.793,00 per kapita per bulan, meningkat 6,26%. Pendapatan per kapita di Takalar mencapai Rp 42,36 juta per tahun, menunjukkan peningkatan 2,97%.
Kabupaten Wajo
Di Kabupaten Wajo, persentase penduduk miskin tercatat 6,47% dan berada pada urutan 384 secara nasional. Kabupaten ini memiliki jumlah penduduk miskin 26.570 jiwa, mengalami penurunan 3,52%. Jumlah penduduk Wajo mencapai 410.729 jiwa, dengan pertumbuhan 1,38%. Garis kemiskinan di wilayah ini mencapai Rp 431.291,00 per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 7,19%. Pendapatan per kapita di Wajo mencapai Rp 66,71 juta per tahun, mencerminkan peningkatan 4,87%.