Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan tahun 2024 untuk Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Persentase penduduk miskin naik sedikit dari 6,92 persen tahun 2023 menjadi 7 persen tahun 2024, dengan pertumbuhan 1,16 persen. Jumlah penduduk miskin bertambah 1.080 orang menjadi 34.600 orang, sementara jumlah penduduk keseluruhan naik 7.904 orang menjadi 449.677 jiwa. Rank seindonesia persentase kemiskinan berada di urutan 347, dan rank pulau Sumatera di urutan 105.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Boyolali Periode 2004 - 2024)
Data historis kemiskinan periode 2005-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi terjadi di tahun 2006 (14,12 persen), dan terendah di tahun 2023 (6,92 persen). Rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 6,95 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) adalah 7,08 persen. Pertumbuhan tertinggi 2006 (17,67 persen), terendah 2008 (-20,35 persen). Rank seindonesia 2024 naik dari 370 tahun 2023, menunjukkan posisi kemiskinan sedikit membaik.
Dibandingkan kabupaten sekitar di Sumatera Barat, Pasaman Barat berada di posisi menengah. Persentase kemiskinan 7 persen lebih tinggi dari Lima Puluh Kota (6,92 persen), Pasaman (6,74 persen), Agam (6,83 persen), tapi lebih rendah dari Mentawai (13,89 persen), Pesisir Selatan (7,49 persen), Solok (7,31 persen). Jumlah penduduk miskin 34.600 orang lebih banyak dari sebagian besar, kecuali Pesisir Selatan (36.050 orang) dan Agam (34.820 orang).
Kabupaten Kepulauan Mentawai
Persentase kemiskinan di wilayah ini mencapai 13,89 persen, rank seindonesia 124 (tertinggi di antara yang dibandingkan). Jumlah penduduk miskin 14.190 orang (pertumbuhan 3,12 persen), jumlah penduduk 96.570 jiwa (pertumbuhan 3,49 persen). Pendapatan per kapita 67,34 juta rupiah/tahun, garis kemiskinan 461,09 ribu per kapita/bulan. Meskipun pendapatan per kapita cukup tinggi, distribusi pendapatan tidak merata sehingga sebagian besar penduduk tidak mampu mencapai garis kemiskinan.
Kabupaten Lima Puluh Kota
Persentase kemiskinan di sini 6,92 persen, rank seindonesia 355. Jumlah penduduk miskin 27.720 orang (pertumbuhan 2,59 persen), jumlah penduduk 400.795 jiwa (pertumbuhan 1,39 persen). Pendapatan per kapita 51,99 juta rupiah/tahun, garis kemiskinan 582,79 ribu per kapita/bulan. Persentase kemiskinan sedikit lebih rendah dari Pasaman Barat, dengan pertumbuhan yang juga lebih rendah, menunjukkan upaya penanganan kemiskinan lebih efektif.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Deli Serdang Periode 2004 - 2024)
Kabupaten Pasaman
Persentase kemiskinan di sini 6,74 persen, rank seindonesia 366 (terendah di antara yang dibandingkan). Jumlah penduduk miskin 20.010 orang (pertumbuhan 0,1 persen), jumlah penduduk 312.363 jiwa (pertumbuhan 1,87 persen). Pendapatan per kapita 38,25 juta rupiah/tahun, garis kemiskinan 515,61 ribu per kapita/bulan. Meskipun pendapatan per kapita rendah, distribusi pendapatan merata sehingga persentase kemiskinan paling rendah.
Kabupaten Pesisir Selatan
Persentase kemiskinan di sini 7,49 persen, rank seindonesia 326. Jumlah penduduk miskin 36.050 orang (pertumbuhan 2,74 persen), jumlah penduduk 531.494 jiwa (pertumbuhan 1,31 persen). Pendapatan per kapita 35,99 juta rupiah/tahun, garis kemiskinan 589,79 ribu per kapita/bulan. Jumlah penduduk miskin terbanyak di antara yang dibandingkan, menunjukkan kebutuhan program penanganan kemiskinan masih besar.
Kabupaten Solok
Persentase kemiskinan di sini 7,31 persen, rank seindonesia 335. Jumlah penduduk miskin 28.180 orang (pertumbuhan 3,11 persen), jumlah penduduk 411.053 jiwa (pertumbuhan 1,32 persen). Pendapatan per kapita 44,81 juta rupiah/tahun, garis kemiskinan 569,61 ribu per kapita/bulan. Pertumbuhan kemiskinan cukup tinggi, sehingga upaya penanganan perlu diperkuat untuk menekan jumlah penduduk miskin.
Kabupaten Agam
Persentase kemiskinan di sini 6,83 persen, rank seindonesia 362. Jumlah penduduk miskin 34.820 orang (pertumbuhan 4,22 persen), jumlah penduduk 532.178 jiwa (pertumbuhan 0,9 persen). Pendapatan per kapita 50,02 juta rupiah/tahun, garis kemiskinan 558,96 ribu per kapita/bulan. Pertumbuhan kemiskinan yang tinggi menjadi perhatian, karena jumlah penduduk miskin semakin bertambah setiap tahun.