Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kabupaten Boyolali tahun 2024, menunjukkan persentase penduduk miskin turun sedikit dari 9,81% (2023) ke 9,63%. Jumlah penduduk miskin turun 1.520 orang menjadi 95.960 orang, sementara jumlah penduduk naik sedikit sebesar 0,97% menjadi 1.110.346 jiwa. Kabupaten ini berada di rank 48 di Pulau Jawa dan rank 248 se-Indonesia untuk indikator persentase kemiskinan.
(Baca: PDRB ADHB Sektor Asuransi dan Dana Pensiun Periode 2013-2024)
Dari data historis 2004-2024, persentase kemiskinan Boyolali tertinggi di tahun 2006 (20%) dan terendah di tahun 2019 (9,53%). Pertumbuhan kemiskinan terendah di 2018 (-16,05%) dan tertinggi di 2006 (12,68%). Rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 9,75%, lebih rendah dari rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 9,83%. Rank se-Indonesia fluktuatif, dari 181 (2004) ke 248 (2024), stabil di posisi 248 pada 2023-2024.
Dibandingkan kabupaten tetangga di Jawa Tengah, Boyolali berada di posisi tengah persentase kemiskinan. Persentasenya lebih tinggi dari Karanganyar (9,59%), Kendal (9,35%), dan Pati (9,17%), tapi lebih rendah dari Cilacap (10,68%), Magelang (10,83%), dan Wonogiri (10,71%). Jumlah penduduk miskin Boyolali lebih banyak dari Karanganyar dan Kendal, tapi lebih sedikit dari keempat kabupaten lain.
Kabupaten Cilacap
Rank se-Indonesia persentase kemiskinan di 219, dengan jumlah penduduk miskin 186.080 orang, jauh lebih banyak dibandingkan Boyolali. Persentase kemiskinan 10,68% dengan pertumbuhan turun sedikit turun 2,58%. Jumlah penduduk mencapai 2.037.899 jiwa, lebih dari dua kali lipat Boyolali. Pendapatan per kapita sebesar 67,08 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan naik 1,69%, garis kemiskinan 441,09 ribu rupiah per kapita per bulan, naik 5,17%.
Kabupaten Karanganyar
Rank se-Indonesia persentase kemiskinan di 250, sedikit lebih rendah dari Boyolali. Persentase kemiskinan 9,59% dengan pertumbuhan turun sedikit -1,43%, lebih kecil penurunan dibandingkan Boyolali. Jumlah penduduk miskin 87.370 orang, lebih sedikit dari Boyolali, sementara jumlah penduduk 952.132 jiwa, lebih kecil dari Boyolali. Pendapatan per kapita 53,36 juta rupiah per tahun, naik 7,98%, garis kemiskinan 491,55 ribu rupiah per kapita per bulan, naik 5,55%.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Deli Serdang Periode 2004 - 2024)
Kabupaten Kendal
Rank se-Indonesia persentase kemiskinan di 256, lebih rendah dari Boyolali. Persentase kemiskinan 9,35% dengan pertumbuhan naik sedikit 0,08%, berbeda dengan Boyolali yang turun. Jumlah penduduk miskin 92.710 orang, lebih sedikit dari Boyolali, jumlah penduduk 1.093.046 jiwa, hampir sama dengan Boyolali. Pendapatan per kapita 55,26 juta rupiah per tahun, naik 7,01%, garis kemiskinan 488,94 ribu rupiah per kapita per bulan, naik 4,94%.
Kabupaten Magelang
Rank se-Indonesia persentase kemiskinan di 207, lebih tinggi dari Boyolali. Persentase kemiskinan 10,83% dengan pertumbuhan turun sedikit -0,48%, lebih kecil penurunan dibandingkan Boyolali. Jumlah penduduk miskin 143.800 orang, lebih banyak dari Boyolali, jumlah penduduk 1.337.411 jiwa, lebih besar dari Boyolali. Pendapatan per kapita 32,60 juta rupiah per tahun, naik 6,65%, garis kemiskinan 431,29 ribu rupiah per kapita per bulan, naik 4,9%.
Kabupaten Pati
Rank se-Indonesia persentase kemiskinan di 261, paling rendah di antara kabupaten tetangga Boyolali. Persentase kemiskinan 9,17% dengan pertumbuhan turun sedikit -1,13%, lebih kecil penurunan dibandingkan Boyolali. Jumlah penduduk miskin 116.840 orang, lebih banyak dari Boyolali, jumlah penduduk 1.379.022 jiwa, lebih besar dari Boyolali. Pendapatan per kapita 43,05 juta rupiah per tahun, naik 6,89%, garis kemiskinan 559,50 ribu rupiah per kapita per bulan, naik 5,06%.
Kabupaten Wonogiri
Rank se-Indonesia persentase kemiskinan di 216, lebih tinggi dari Boyolali. Persentase kemiskinan 10,71% dengan pertumbuhan turun sedikit -2,15%, lebih besar penurunan dibandingkan Boyolali. Jumlah penduduk miskin 102.570 orang, lebih banyak dari Boyolali, jumlah penduduk 1.063.902 jiwa, lebih kecil dari Boyolali. Pendapatan per kapita 37,72 juta rupiah per tahun, naik 7,31%, garis kemiskinan 443,56 ribu rupiah per kapita per bulan, naik 6,91%.