- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat data historis jumlah sekolah SMA Provinsi Papua periode 2018-2025 menunjukkan fluktuasi tajam. Sampai tahun 2022 jumlah sekolah selalu meningkat bertahap dari 229 unit pada 2018 mencapai puncak 256 unit. Pasca pemekaran wilayah tahun 2023, jumlah sekolah SMA anjlok menjadi 113 unit, kemudian naik 5 unit menjadi 118 unit pada 2024. Data jumlah sekolah SMA untuk tahun 2025 belum tercatat secara lengkap.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Malang | 2004 - 2025)
Berdasarkan data pendukung tahun 2024, dari total 118 unit sekolah SMA di provinsi ini, 62 unit merupakan SMA Negeri dan 56 unit merupakan SMA Swasta. SMA Negeri mencatat peningkatan 8,8% dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan jumlah SMA Swasta stagnan 0% pertumbuhan. Secara komposisi, SMA Negeri mendominasi sebesar 52,5% dari seluruh sekolah SMA, sedangkan SMA Swasta menempati 47,5%.
Jumlah penduduk usia sekolah 16-18 tahun di Provinsi Papua juga turun drastis, dari 192.702 jiwa pada tahun 2022 menjadi 78.090 jiwa pada tahun 2023, dengan data tahun setelahnya belum tersedia. Secara nasional, peringkat indikator ini juga anjlok dari urutan ke-18 pada 2022 menjadi urutan ke-31 atau paling bawah secara nasional pada tahun 2023.
(Baca: Persentase Penduduk Miskin Periode 2013-2025)
Pada tahun 2024, jumlah guru SMA seluruhnya di Provinsi Papua tercatat 2.396 orang, mengalami peningkatan 3,7% dibandingkan tahun 2023 berjumlah 2.310 orang. Jumlah tenaga kepala sekolah dan guru pada SMA Negeri mencapai 1.630 orang, mencatat pertumbuhan cukup tinggi sebesar 11,1% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebaliknya, jumlah tenaga kepala sekolah dan guru pada SMA Swasta justru mengalami penurunan 9,1% dari 843 orang pada 2023 menjadi 766 orang pada tahun 2024. Tren penurunan juga terjadi pada jumlah siswa SMA Swasta yang turun 1,4% pada tahun yang sama, sementara jumlah siswa SMA Negeri justru mencatat peningkatan sebesar 4,2% dibandingkan tahun sebelumnya.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.714 | +0.19 | |
| Neraca perdagangan (Mar) | 3,32 | +160.82 | |
| Ekspor Migas (Mar) | 1,28 | +18.60 | |
| Impor Migas (Mar) | 3,17 | +58.74 | |
| Ekspor (Mar) | 22,53 | +1.62 | |
| Impor (Mar) | 19,21 | -8.08 | |
| Kunjungan Wisman (Feb) | 1,16 | -2.42 | |
| Inflasi yoy (Apr) | 2,42% | -1.06 | |
| Inflasi mom (Apr) | 0,13% | -0.28 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| NTP (Apr) | 112,29 | +0.43 |