Mohon maaf, telah terjadi kesalahan
Untuk sementara, data ini tidak dapat ditampilkan. Kami sedang berusaha memperbaikinya.
Kembali ke Home- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan jumlah sekolah SMA di Provinsi Papua menunjukkan perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Data historis menunjukkan bahwa pada tahun 2022, jumlah sekolah SMA di Papua mencapai 256 unit dengan peringkat nasional ke-18. Namun, pada tahun 2023 terjadi penurunan drastis menjadi 113 unit, dengan peringkat nasional turun ke-29. Pada tahun 2024, jumlah sekolah SMA sedikit meningkat menjadi 118 unit, tetap berada di peringkat nasional ke-29, penambahan sebesar 5 unit dibandingkan tahun sebelumnya.
(Baca: Persentase Rumah Tangga yang Memiliki Televisi Kabel Kota dan Desa Periode 2013-2024)
Dari data pendukung BPS, pada tahun 2024, jumlah sekolah SMA negeri di Papua adalah 62 unit, mengalami kenaikan sebesar 8,8% dibandingkan tahun 2023 yang hanya 57 unit. Sebaliknya, jumlah sekolah SMA swasta tetap 56 unit tanpa perubahan. Secara persentase, sekolah SMA negeri mendominasi dengan 52,5% dari total sekolah SMA, sedangkan swasta menyumbang 47,5%. Selain itu, Angka Partisipasi Murni (APM) SMA di Papua pada tahun 2025 turun menjadi 56, dari 61 pada tahun sebelumnya, menunjukkan penurunan sebesar 8,5%.
Jumlah penduduk usia sekolah SMA (16-18 tahun) di Provinsi Papua juga mengalami perubahan yang mencolok. Pada tahun 2023, jumlah penduduk usia ini adalah 78.090 jiwa, turun drastis dari 192.702 jiwa pada tahun 2022. Secara nasional, peringkat jumlah penduduk usia ini turun dari ke-18 pada tahun 2022 menjadi ke-31 pada tahun 2023. Dulu, pada tahun 2018-2021, jumlah penduduk usia ini berkisar antara 184.800 hingga 189.900 jiwa dengan peringkat nasional sekitar ke-18 hingga ke-20.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Jepang 2015 - 2024)
Data pendukung juga menunjukkan perkembangan jumlah guru SMA di Papua pada tahun 2024. Total guru SMA mencapai 2.396 orang, mengalami kenaikan sebesar 3,7% dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 2.310 orang. Jika dibedakan antara negeri dan swasta, jumlah kepala sekolah dan guru SMA negeri pada tahun 2024 adalah 1.630 orang, naik 11,1% dari tahun sebelumnya. Sebaliknya, jumlah kepala sekolah dan guru SMA swasta turun menjadi 766 orang, mengalami penurunan sebesar 9,1% dibandingkan tahun 2023.