Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Rote Ndao tahun 2025 sebesar 24,37 persen. Angka ini turun sebesar 1,41 poin dari tahun sebelumnya yang tercatat 25,78 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini juga tercatat 51.640 jiwa, berkurang 1.250 jiwa dibandingkan periode sebelumnya.
Selama periode 2004 hingga 2025, persentase kemiskinan di wilayah ini pernah mencapai nilai tertinggi 36,58 persen pada tahun 2008. Nilai terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Peningkatan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2008 sebesar 29,44 persen, sementara penurunan terbesar terjadi pada tahun 2025.
(Baca: Nilai Ujian Tes Terstandar Masuk ke SMA3 Kota Depok 2025)
Secara peringkat nasional, Kabupaten Rote Ndao menempati urutan ke 36 dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia untuk indikator persentase kemiskinan. Peringkat ini bergeser turun 6 posisi dibandingkan 5 tahun sebelumnya yang secara konsisten bertahan di urutan ke 30 nasional.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir berada di angka 25,73 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 27,18 persen. Hal menunjukkan penurunan yang konsisten terjadi pada empat tahun terakhir secara berturut-turut tanpa ada kenaikan sama sekali pada periode tersebut.
Kabupaten Ende
Wilayah ini menempati peringkat 45 nasional untuk persentase kemiskinan dengan catatan angka 21,31 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 58.920 jiwa dengan penurunan angka sebesar 5,53 persen. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 30,22 juta rupiah per tahun, sementara garis kemiskinan ditetapkan sebesar 549,36 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Lembata
Dengan peringkat 39 nasional, persentase kemiskinan tercatat 23,27 persen. Terdapat 36.780 jiwa penduduk yang masuk kategori miskin, dengan penurunan angka kemiskinan sebesar 3,92 persen. Pendapatan per kapita wilayah ini berada di angka 16,95 juta rupiah per tahun, sedangkan garis kemiskinan sebesar 538,77 ribu rupiah per kapita per bulan.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Malang | 2004 - 2025)
Kabupaten Manggarai Timur
Peringkat 37 nasional menjadi posisi wilayah ini untuk indikator persentase kemiskinan dengan nilai 23,51 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 70.990 jiwa, mengalami penurunan sebesar 4,83 persen dibandingkan periode sebelumnya. Pendapatan per kapita tercatat 15,23 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 485,25 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Sumba Barat Daya
Menempati peringkat 31 nasional, persentase kemiskinan di wilayah ini tercatat 25,66 persen. Terdapat 97.680 jiwa penduduk miskin dengan penurunan angka sebesar 4,28 persen. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 15,76 juta rupiah per tahun, sedangkan garis kemiskinan ditetapkan sebesar 513,82 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Sumba Timur
Wilayah ini berada di peringkat 32 nasional dengan persentase kemiskinan sebesar 25,64 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 70.350 jiwa, mengalami penurunan sebesar 4,39 persen. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 32,39 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 481,75 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Timor Tengah Selatan
Menempati peringkat 35 nasional, persentase kemiskinan tercatat 24,50 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 116.740 jiwa, hanya mengalami sedikit penurunan sebesar 0,57 persen dibandingkan periode sebelumnya. Pendapatan per kapita tercatat 22,46 juta rupiah per tahun, sedangkan garis kemiskinan sebesar 454,42 ribu rupiah per kapita per bulan.