Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semesteran Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur tahun 2025. Persentase penduduk miskin saat ini tercatat 24,37 persen, turun 1,41 poin persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 51.640 jiwa, berkurang 1.250 jiwa dengan penurunan sebesar 2,36 persen.
(Baca: Nilai PDRB ADHB Jasa Keuangan dan Asuransi di Jawa Timur | 2026)
Data historis selama periode 2004-2025 menunjukkan persentase kemiskinan daerah ini pernah mencapai titik tertinggi sebesar 36,58 persen pada tahun 2008. Nilai terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi 29,44 persen pada 2008, dan terendah -6,87 persen pada tahun 2012. Peringkat kemiskinan se-Indonesia saat ini berada di urutan 36.
Selama 5 tahun terakhir, rata-rata persentase kemiskinan Kabupaten Rote Ndao berada di angka 27,19 persen. Selama 3 tahun terakhir rata-rata berada di angka 25,73 persen. Nilai tahun 2025 ini lebih rendah dibandingkan kedua rata-rata tersebut. Peringkat daerah ini sempat stabil di urutan 30 selama 7 tahun berturut-turut sebelum bergeser ke urutan 36 pada tahun 2025.
Kabupaten Ende
Berada di peringkat 45 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, memiliki persentase kemiskinan 21,31 persen dengan penurunan sebesar 5,58 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 58.920 jiwa, lebih besar dibandingkan Rote Ndao. Garis kemiskinan berada di angka 549,36 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita sebesar 30,22 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Lembata
Peringkat 39 se-Indonesia, mencatatkan persentase kemiskinan 23,27 persen dengan penurunan 3,92 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin 36.780 jiwa, lebih kecil dibandingkan Rote Ndao. Garis kemiskinan 538,77 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita tercatat 16,95 juta rupiah per tahun.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Pasaman | 2004 - 2025)
Kabupaten Manggarai Timur
Peringkat 37 se-Indonesia persentase kemiskinan sebesar 23,51 persen, turun 5,58 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 70.990 jiwa, lebih besar dibandingkan Rote Ndao. Garis kemiskinan sebesar 485,25 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 15,23 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Sumba Barat Daya
Menduduki peringkat 31 se-Indonesia, menjadi wilayah dengan persentase kemiskinan tertinggi di kelompok ini yaitu 25,66 persen dengan penurunan 5,66 persen tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin 97.680 jiwa. Garis kemiskinan 513,82 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita tercatat 15,76 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Sumba Timur
Berada di urutan 32 se-Indonesia, persentase kemiskinan tercatat 25,64 persen dengan penurunan 5,18 persen pada tahun lalu. Jumlah penduduk miskin mencapai 70.350 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 481,75 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita 32,39 juta rupiah per tahun, merupakan nilai pendapatan tertinggi pada kelompok kabupaten ini.
Kabupaten Timor Tengah Selatan
Peringkat 35 se-Indonesia, persentase kemiskinan tercatat 24,50 persen, hanya sedikit berbeda dibandingkan Rote Ndao. Penurunan persentase kemiskinan hanya sebesar 0,73 persen, menjadi penurunan terkecil di kelompok ini. Jumlah penduduk miskin mencapai 116.740 jiwa, garis kemiskinan 454,42 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita 22,46 juta rupiah per tahun.