Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kabupaten Lombok Tengah tahun 2024, menunjukkan persentase penduduk miskin turun sedikit dari 12,93 persen tahun sebelumnya menjadi 12,07 persen. Jumlah penduduk miskin juga turun sedikit dari 129.740 orang menjadi 122.320 orang, sementara jumlah penduduk naik sedikit menjadi 1.106.619 jiwa. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun sebesar 6,65 persen, dengan rank seindonesia di 165 dan rank di pulau Nusa Tenggara dan Bali di 25.
Data historis kemiskinan periode 2004-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi di tahun 2006 sebesar 27,98 persen dan terendah di tahun 2024 sebesar 12,07 persen. Pertumbuhan kemiskinan tertinggi di tahun 2005 sebesar 5,51 persen dan terendah di tahun 2008 turun 13,29 persen. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 12,63 persen, sedangkan 5 tahun terakhir (2020-2024) adalah 12,95 persen, sehingga nilai tahun 2024 lebih rendah dari kedua rata-rata tersebut. Rank seindonesia berfluktuasi: dari 91 di 2004 naik ke 98 di 2006, kemudian turun ke 171 di 2021, lalu naik kembali ke 165 di 2024.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Gorontalo Periode 2004 - 2024)
Dibandingkan dengan kabupaten/kota sekitar di Nusa Tenggara Barat, persentase kemiskinan Kabupaten Lombok Tengah (12,07 persen) berada di antara Kabupaten Sumbawa Barat (12,23 persen) dan Kabupaten Lombok Barat (12,65 persen). Jumlah penduduk miskinnya (122.320 orang) terbanyak di antara daerah tersebut, karena jumlah penduduknya juga terbanyak (1,1 juta jiwa). Pertumbuhan persentase kemiskinan turun sebesar 6,65 persen, yang lebih besar penurunan daripada Kota Bima (-4,36 persen) tetapi lebih kecil daripada Kabupaten Dompu (-6,69 persen).
Kota Bima
Rank seindonesia persentase kemiskinan di 305, dengan nilai 8,12 persen tahun 2024. Jumlah penduduk miskinnya 15.810 orang, jauh lebih sedikit daripada Kabupaten Lombok Tengah, karena jumlah penduduknya hanya 163.824 jiwa. Garis kemiskinan di sini adalah Rp496,10 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita tahunan adalah Rp32,48 juta, yang lebih rendah daripada rata-rata daerah sekitar di NTB. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun sebesar 4,36 persen, yang sedikit lebih kecil penurunan daripada Kabupaten Lombok Tengah.
Kabupaten Dompu
Rank seindonesia persentase kemiskinan di 189, dengan nilai 11,59 persen tahun 2024. Jumlah penduduk miskinnya 32.080 orang, dengan jumlah penduduk 270.664 jiwa. Garis kemiskinan di sini adalah Rp469,65 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita tahunan adalah Rp36,12 juta, lebih tinggi daripada Kota Bima. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun sebesar 6,69 persen, yang sedikit lebih besar penurunan daripada Kabupaten Lombok Tengah, menunjukkan upaya penurunan kemiskinan yang lebih agresif di daerah ini.
Kabupaten Lombok Barat
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Dairi Periode 2004 - 2024)
Rank seindonesia persentase kemiskinan di 149, dengan nilai 12,65 persen tahun 2024. Jumlah penduduk miskinnya 96.570 orang, dengan jumlah penduduk 748.580 jiwa. Garis kemiskinan di sini adalah Rp576,48 ribu per kapita per bulan, yang lebih tinggi daripada sebagian besar daerah sekitar. Pendapatan per kapita tahunan adalah Rp25,04 juta, yang lebih rendah daripada Kota Bima dan Kabupaten Dompu. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun sebesar 5,98 persen, yang lebih kecil penurunan daripada Kabupaten Lombok Tengah.
Kota Mataram
Rank seindonesia persentase kemiskinan di 309, dengan nilai 8,00 persen tahun 2024, yang merupakan nilai terendah di antara daerah sekitar NTB. Jumlah penduduk miskinnya 43.740 orang, dengan jumlah penduduk 459.683 jiwa. Garis kemiskinan di sini adalah Rp657,67 ribu per kapita per bulan, yang tertinggi di daerah sekitar. Pendapatan per kapita tahunan adalah Rp54,38 juta, yang tertinggi di antara daerah tersebut. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun sebesar 5,35 persen, yang lebih kecil penurunan daripada Kabupaten Lombok Tengah.
Kabupaten Sumbawa Barat
Rank seindonesia persentase kemiskinan di 160, dengan nilai 12,23 persen tahun 2024. Jumlah penduduk miskinnya 21.130 orang, dengan jumlah penduduk 153.575 jiwa. Garis kemiskinan di sini adalah Rp611,14 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita tahunan adalah Rp235,09 juta, yang sangat tinggi dibandingkan daerah sekitar, menunjukkan potensi ekonomi yang kuat di sini. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun sebesar 2,94 persen, yang paling kecil penurunan di antara daerah sekitar.
Kabupaten Sumbawa
Rank seindonesia persentase kemiskinan di 148, dengan nilai 12,87 persen tahun 2024, yang merupakan nilai tertinggi di antara daerah sekitar NTB. Jumlah penduduk miskinnya 63.000 orang, dengan jumlah penduduk 526.008 jiwa. Garis kemiskinan di sini adalah Rp477,77 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita tahunan adalah Rp34,51 juta, yang lebih tinggi daripada Kota Bima tetapi lebih rendah daripada Kabupaten Dompu. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun sebesar 6,53 persen, yang hampir sama dengan penurunan di Kabupaten Lombok Tengah.