Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan tahun 2024 untuk Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah, menunjukkan persentase penduduk miskin turun sedikit menjadi 13,78 persen, dari 14,15 persen tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskinnya 11,160 orang, turun sedikit 0,98 persen, sementara jumlah penduduk keseluruhan naik 2,52 persen menjadi 77,395 jiwa. Selisih persentase kemiskinan tahun ini dengan tahun sebelumnya adalah -0,37 persen.
(Baca: Persentase Penduduk Laki-Laki dan Perempuan yang Memiliki Akses Internet Periode 2015-2023)
Data historis kemiskinan periode 2015-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi di tahun 2015 (17,68 persen) dan terendah di tahun 2022 (13,17 persen). Pertumbuhan kemiskinan terendah di tahun 2021 (-7,06 persen) dan tertinggi di tahun 2023 (7,44 persen). Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 13,7 persen, lebih rendah dari rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 13,97 persen. Rank se-Indonesia fluktuatif: dari 112 (2015) ke 155 (2021) lalu kembali ke 128 (2024).
Dibandingkan kabupaten lain di Sulawesi Tengah yang memiliki persentase kemiskinan berdekatan, Kabupaten Banggai Laut berada di urutan ke-3 dengan 13,78 persen. Hanya Kabupaten Donggala (15,3 persen) dan Poso (14,23 persen) yang memiliki persentase kemiskinan lebih tinggi. Jumlah penduduk miskinnya paling kecil di antara yang dibandingkan, sesuai dengan jumlah penduduknya yang juga paling kecil.
Kabupaten Buol
Berada di urutan ke-143 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan 13,08 persen, turun sedikit 2,1 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskinnya 23,050 orang, lebih besar dua kali lipat dari Banggai Laut, sesuai dengan jumlah penduduknya 160,493 jiwa yang dua kali lebih banyak. Garis kemiskinan di sini sebesar Rp477,640 per kapita per bulan, naik 8,96 persen, sedangkan pendapatan per kapita mencapai Rp51,137 ribu per tahun atau sekitar Rp51,14 juta per kapita per tahun, lebih tinggi dari Banggai Laut. Pertumbuhan penduduknya 2,49 persen, hampir sama dengan Banggai Laut.
Kabupaten Donggala
Menempati urutan ke-95 se-Indonesia dengan persentase kemiskinan tertinggi di antara yang dibandingkan, yaitu 15,3 persen, turun sedikit 5,85 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskinnya 47,680 orang, empat kali lebih banyak dari Banggai Laut, seiring dengan jumlah penduduknya 316,037 jiwa yang empat kali lebih besar. Garis kemiskinan di sini Rp438,396 per kapita per bulan, naik 4,01 persen, dan pendapatan per kapita Rp53,143 ribu per tahun atau sekitar Rp53,14 juta per kapita per tahun, yang paling tinggi di antara kelompok ini. Pertumbuhan penduduknya 1,51 persen, lebih rendah dibanding Banggai Laut.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Indragiri Hulu Periode 2004 - 2024)
Kabupaten Parigi Moutong
Berada di urutan ke-114 se-Indonesia dengan persentase kemiskinan 14,2 persen, turun sedikit 3,38 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskinnya 74,570 orang, enam kali lebih banyak dari Banggai Laut, sesuai dengan jumlah penduduknya 459,566 jiwa yang menjadi yang terbesar di antara kelompok ini. Garis kemiskinan di sini Rp553,012 per kapita per bulan, naik 4,1 persen, sedangkan pendapatan per kapita Rp51,059 ribu per tahun atau sekitar Rp51,06 juta per kapita per tahun, hampir sama dengan Buol. Pertumbuhan penduduknya hanya 1,11 persen, yang paling rendah di antara yang dibandingkan.
Kabupaten Poso
Menempati urutan ke-113 se-Indonesia dengan persentase kemiskinan 14,23 persen, turun sedikit 6,13 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskinnya 39,630 orang, tiga kali lebih banyak dari Banggai Laut, dengan jumlah penduduknya 252,652 jiwa yang tiga kali lebih besar. Garis kemiskinan di sini Rp620,267 per kapita per bulan, yang tertinggi di antara kelompok ini, naik 3,4 persen, sedangkan pendapatan per kapita Rp50,139 ribu per tahun atau sekitar Rp50,14 juta per kapita per tahun, sedikit lebih rendah dari Buol. Pertumbuhan penduduknya 0,83 persen, hampir sama dengan Parigi Moutong.
Kabupaten Toli Toli
Berada di urutan ke-153 se-Indonesia dengan persentase kemiskinan 12,45 persen, turun sedikit 3,11 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskinnya 30,390 orang, dua setengah kali lebih banyak dari Banggai Laut, dengan jumlah penduduknya 241,224 jiwa yang tiga kali lebih besar. Garis kemiskinan di sini Rp441,975 per kapita per bulan, naik 8,98 persen, sedangkan pendapatan per kapita Rp47,349 ribu per tahun atau sekitar Rp47,35 juta per kapita per tahun, lebih rendah dari yang lain. Pertumbuhan penduduknya 2,17 persen, lebih tinggi dari Donggala dan Parigi Moutong.
Kabupaten Banggai Kepulauan
Menempati urutan ke-156 se-Indonesia dengan persentase kemiskinan terendah di antara kelompok ini, yaitu 12,32 persen, turun sedikit 4,5 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskinnya 14,860 orang, lebih besar seperempat dari Banggai Laut, dengan jumlah penduduknya 129,171 jiwa yang satu setengah kali lebih banyak. Garis kemiskinan di sini Rp453,552 per kapita per bulan, naik 4,83 persen, sedangkan pendapatan per kapita Rp43,165 ribu per tahun atau sekitar Rp43,17 juta per kapita per tahun, yang terendah di antara kelompok ini. Pertumbuhan penduduknya 2,48 persen, hampir sama dengan Banggai Laut.