Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Muna mencapai 13,78 persen pada tahun 2024. Angka ini sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 14,07 persen. Dengan jumlah penduduk 231.980 jiwa, terdapat 31.820 penduduk miskin di kabupaten ini.
Secara historis, angka kemiskinan di Kabupaten Muna mengalami fluktuasi. Pada tahun 2024, pertumbuhan kemiskinan tercatat turun 2,06 persen. Dibandingkan dengan rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024) sebesar 13,73 persen dan rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) sebesar 13,59 persen, angka kemiskinan saat ini menunjukkan sedikit kenaikan. Persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006, yaitu 26,95 persen, sedangkan terendah pada tahun 2019 sebesar 12,85 persen. Pertumbuhan kemiskinan terendah terjadi pada tahun 2008, yaitu -11,56 persen, dan tertinggi pada tahun 2006, yaitu 8,8 persen.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Serang Periode 2004 - 2024)
Peringkat kemiskinan Kabupaten Muna secara nasional berada di urutan ke-128 pada tahun 2024. Urutan ini sedikit membaik dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di urutan ke-130. Kabupaten Muna masih menghadapi tantangan dalam upaya menurunkan angka kemiskinan secara signifikan.
Di Sulawesi Tenggara, persentase kemiskinan Kabupaten Muna berdekatan dengan beberapa kabupaten lain. Kabupaten Buton Utara memiliki persentase kemiskinan 14,09 persen, Kabupaten Buton 13,99 persen, Kabupaten Kolaka Utara 13,51 persen, Kabupaten Kolaka Timur 13,71 persen, Kabupaten Muna Barat 13,38 persen, dan Kabupaten Buton Selatan 14,28 persen.
Kabupaten Buton Utara
Kabupaten Buton Utara menempati urutan ke-119 secara nasional dalam persentase kemiskinan dengan angka 14,09 persen, mengalami pertumbuhan 0,21 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 9.180 jiwa dari total 73.766 jiwa, menunjukkan sebagian kecil penduduk berada di bawah garis kemiskinan. Garis kemiskinan di kabupaten ini adalah Rp422.483 per kapita per bulan, mencerminkan standar hidup yang dibutuhkan. Pendapatan per kapita mencapai Rp61,23 juta per tahun, mengindikasikan potensi ekonomi yang cukup baik. Pertumbuhan penduduk sebesar 3,27 persen menunjukkan perkembangan wilayah yang menjanjikan.
(Baca: Jumlah Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin di Kab. Seruyan 2024)
Kabupaten Buton
Dengan persentase kemiskinan 13,99 persen, Kabupaten Buton berada di peringkat ke-122 secara nasional dan mengalami pertumbuhan 1,6 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 14.410 jiwa, relatif kecil dibandingkan total penduduk 121.720 jiwa. Garis kemiskinan di Kabupaten Buton adalah Rp313.831 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp43,41 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk sebesar 1 persen menunjukkan stabilitas wilayah.
Kabupaten Kolaka Utara
Kabupaten Kolaka Utara memiliki persentase kemiskinan 13,51 persen dan menduduki peringkat ke-134 secara nasional. Terjadi penurunan pertumbuhan kemiskinan turun 0,44 persen. Dengan jumlah penduduk 142.001 jiwa, terdapat 22.070 penduduk miskin. Garis kemiskinan di kabupaten ini adalah Rp529.192 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp82,70 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk tercatat sebesar 2,51 persen.