Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan tahun 2024 untuk Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Persentase kemiskinan di wilayah ini sebesar 13,78 persen, sedikit turun dari 14,07 persen tahun sebelumnya dengan pertumbuhan -2,06 persen. Jumlah penduduk miskinnya 31.820 orang, sedikit turun dari 32.240 orang tahun lalu, sementara jumlah penduduk totalnya 231.980 jiwa, naik 1,46 persen dari tahun sebelumnya.
(Baca: Persentase Penduduk yang Memiliki Jaminan Kesehatan BPJS Mandiri Periode 2020-2024)
Dari data historis kemiskinan periode 2004-2024, persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 (26,95 persen) dan terendah pada tahun 2020 (12,83 persen). Pertumbuhan kemiskinan terendah terjadi pada tahun 2008 (-11,56 persen) dan tertinggi pada tahun 2006 (8,8 persen). Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 13,75 persen, sedikit lebih tinggi dari rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) yang sebesar 13,53 persen. Rank seindonesia persentase kemiskinan Kabupaten Muna pada 2024 adalah 128, naik dari posisi 130 pada tahun 2023.
Dibandingkan dengan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara yang memiliki persentase kemiskinan berdekatan, Kabupaten Muna berada di posisi ke-3. Wilayah ini memiliki jumlah penduduk miskin paling banyak di antara kabupaten tetangga yang dianalisis, yaitu 31.820 orang, jauh lebih tinggi daripada Kabupaten Buton Utara yang hanya memiliki 9.180 orang penduduk miskin. Persentase kemiskinan Muna juga lebih rendah daripada Kabupaten Buton Selatan (14,28 persen) dan Buton Utara (14,09 persen), tapi lebih tinggi daripada Kolaka Utara (13,51 persen).
Kabupaten Buton Utara
Persentase kemiskinan di wilayah ini sebesar 14,09 persen, sedikit naik 0,21 persen dari tahun sebelumnya, berada di rank seindonesia ke-119. Jumlah penduduk miskinnya 9.180 orang, dengan jumlah penduduk total 73.766 jiwa yang naik sedikit. Garis kemiskinan di sini sebesar Rp422,48 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakatnya sebesar Rp61,24 juta per tahun dengan pertumbuhan 4,28 persen. Pertumbuhan penduduk yang stabil ini menunjukkan potensi peningkatan ekonomi yang perlu didukung dengan program pengurangan kemiskinan.
Kabupaten Buton
Persentase kemiskinan di wilayah ini sebesar 13,99 persen, sedikit naik 1,84 persen dari tahun sebelumnya, berada di rank seindonesia ke-122. Jumlah penduduk miskinnya 14.410 orang, dengan jumlah penduduk total 121.720 jiwa yang naik sedikit. Garis kemiskinan di sini sebesar Rp313,83 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakatnya sebesar Rp43,41 juta per tahun dengan pertumbuhan 3,07 persen. Pertumbuhan kemiskinan yang naik sedikit perlu menjadi perhatian pemerintah daerah untuk mencegah peningkatan jumlah penduduk miskin.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Tulang Bawang Barat Periode 2010 - 2024)
Kabupaten Kolaka Utara
Persentase kemiskinan di wilayah ini sebesar 13,51 persen, sedikit turun 0,44 persen dari tahun sebelumnya, berada di rank seindonesia ke-134. Jumlah penduduk miskinnya 22.070 orang, dengan jumlah penduduk total 142.001 jiwa yang naik sedikit. Garis kemiskinan di sini sebesar Rp529,19 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakatnya sebesar Rp82,70 juta per tahun dengan pertumbuhan 7,29 persen. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi ini menjadi modal untuk menekan angka kemiskinan lebih lanjut.
Kabupaten Kolaka Timur
Persentase kemiskinan di wilayah ini sebesar 13,71 persen, sedikit turun 2,35 persen dari tahun sebelumnya, berada di rank seindonesia ke-131. Jumlah penduduk miskinnya 20.330 orang, dengan jumlah penduduk total 129.598 jiwa yang naik sedikit. Garis kemiskinan di sini sebesar Rp525,09 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakatnya sebesar Rp48,12 juta per tahun dengan pertumbuhan 7,58 persen. Penurunan angka kemiskinan yang signifikan ini menunjukkan keberhasilan program pengurangan kemiskinan yang dijalankan.
Kabupaten Muna Barat
Persentase kemiskinan di wilayah ini sebesar 13,38 persen, sedikit turun 3,81 persen dari tahun sebelumnya, berada di rank seindonesia ke-137. Jumlah penduduk miskinnya 11.360 orang, dengan jumlah penduduk total 90.010 jiwa yang naik sedikit. Garis kemiskinan di sini sebesar Rp428,28 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakatnya sebesar Rp38,93 juta per tahun dengan pertumbuhan 2,63 persen. Penurunan angka kemiskinan yang cukup besar ini menjadi contoh positif untuk kabupaten lain di sekitarnya.
Kabupaten Buton Selatan
Persentase kemiskinan di wilayah ini sebesar 14,28 persen, sedikit turun 3,20 persen dari tahun sebelumnya, berada di rank seindonesia ke-111. Jumlah penduduk miskinnya 11.500 orang, dengan jumlah penduduk total 102.426 jiwa yang naik sedikit. Garis kemiskinan di sini sebesar Rp300,99 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakatnya sebesar Rp37,82 juta per tahun dengan pertumbuhan 4,80 persen. Meskipun persentase kemiskinan masih tinggi, penurunan sedikit dari tahun sebelumnya menunjukkan langkah positif dalam pengurangan kemiskinan.