Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester Kabupaten Bandung tahun 2025. Persentase penduduk miskin tercatat 6,04 persen, turun sedikit 0,15 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin saat ini sebesar 236.060 jiwa, dari total penduduk wilayah yang mencapai 3.906.335 jiwa.
Dari catatan historis 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai nilai tertinggi 15,15 persen pada tahun 2006. Nilai terendah tercatat pada tahun 2019 dengan angka 5,94 persen. Secara ranking nasional, saat ini Kabupaten Bandung berada di urutan 380 dari total 514 kabupaten kota seluruh Indonesia.
(Baca: Statistik PDRB ADHB Sektor Tanaman Perkebunan Periode 2013-2025)
Selama 3 tahun terakhir persentase kemiskinan wilayah ini secara berturut-turut tercatat 6,4 persen, 6,19 persen dan 6,04 persen. Angka ini menunjukan penurunan yang konsisten setiap tahun. Sementara untuk periode 5 tahun terakhir, rata-rata persentase kemiskinan berada di angka 6,52 persen.
Kota Banjar
Berada di urutan 400 ranking nasional persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 5,73 persen dengan penurunan sedikit 2,05 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 10.970 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 451,28 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 28,05 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Bekasi
Ranking 459 secara nasional, persentase kemiskinan di wilayah ini tercatat 4,36 persen dengan penurunan 9,17 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk wilayah mencapai 4.378.280 jiwa, garis kemiskinan sebesar 698,15 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 136,70 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Bogor
(Baca: Pengeluaran per Kapita Kabupaten Bengkulu Tengah 2025: Penurunan Jadi Rp1,28 Juta per Bulan)
Memiliki ranking 364 persentase kemiskinan secara nasional, angka kemiskinan wilayah ini sebesar 6,26 persen dengan penurunan 11,21 persen tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 401.860 jiwa, menjadi jumlah terbanyak dibanding seluruh wilayah perbandingan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 58,79 juta rupiah per tahun.
Kota Bogor
Posisi ranking nasional persentase kemiskinan berada di urutan 389, dengan nilai tercatat 5,89 persen dan penurunan 9,80 persen pada periode terakhir. Garis kemiskinan wilayah ini menjadi tertinggi dibanding wilayah lain yaitu 730,08 ribu rupiah per kapita per bulan. Total penduduk wilayah tercatat 1.140.318 jiwa.
Kabupaten Sukabumi
Berada di urutan 355 ranking nasional kemiskinan, wilayah ini mencatat persentase kemiskinan 6,41 persen dengan penurunan 6,70 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin tercatat 164.630 jiwa, garis kemiskinan tercatat 431,79 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 33,44 juta rupiah per tahun.
Kota Sukabumi
Dengan ranking 332 secara nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 6,90 persen dengan penurunan 4,17 persen dibanding tahun sebelumnya. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 706,42 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 47,65 juta rupiah per tahun.