Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kota Subulussalam sebesar 16,38% pada tahun 2024, sedikit turun dari 16,41% pada tahun sebelumnya. Dengan jumlah penduduk miskin mencapai 13.950 jiwa dari total populasi 105.553 jiwa, Kota Subulussalam menduduki peringkat ke-82 secara nasional dalam hal persentase kemiskinan.
Perkembangan kemiskinan di Kota Subulussalam menunjukkan penurunan yang cukup konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Dibandingkan dengan kabupaten lain di Aceh, Kota Subulussalam berada di antara Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Aceh Barat Daya dalam hal persentase kemiskinan. Pertumbuhan penduduk miskin juga mengalami sedikit kenaikan sebesar 1,09%.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Bandung Periode 2004 - 2024)
Data historis kemiskinan menunjukkan bahwa persentase kemiskinan tertinggi di Kota Subulussalam terjadi pada tahun 2007, yaitu sebesar 30,16%. Sementara persentase kemiskinan terendah terjadi pada tahun 2024, yaitu sebesar 16,38%. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2009 turun 7,55%, sedangkan pertumbuhan terendah terjadi pada tahun 2021 sebesar 0,28%. Peringkat kemiskinan Kota Subulussalam secara nasional fluktuatif, namun cenderung stabil di sekitar peringkat 80-an dalam beberapa tahun terakhir.
Secara perbandingan dengan kabupaten lain di Aceh, Kota Subulussalam memiliki persentase kemiskinan yang relatif sama dengan Kabupaten Aceh Utara (16,11%) dan Kabupaten Aceh Barat Daya (15,32%). Namun, jumlah penduduk miskin di Kota Subulussalam lebih sedikit dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten tersebut.
Kabupaten Nagan Raya
Dengan persentase kemiskinan sebesar 16,94% dan menempati urutan ke-76 secara nasional, Kabupaten Nagan Raya memiliki jumlah penduduk miskin mencapai 29.600 jiwa. Jumlah penduduk di Kabupaten ini mencapai 179.108 jiwa. Garis kemiskinan di Nagan Raya mencapai Rp 635,82 ribu per kapita per bulan, sementara pendapatan per kapita mencapai Rp 70,46 juta per tahun. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin sedikit turun turun 0,6%.
Kabupaten Aceh Barat Daya
Kabupaten Aceh Barat Daya memiliki persentase kemiskinan 15,32% dan berada di urutan ke-94 secara nasional. Jumlah penduduk miskinnya tercatat 24.440 jiwa dari total populasi 154.997 jiwa. Garis kemiskinan di kabupaten ini adalah Rp 516,95 ribu per kapita per bulan, sementara pendapatan per kapita mencapai Rp 33,72 juta per tahun. Terjadi kenaikan jumlah penduduk miskin sebesar 0,53% di wilayah ini.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Mamberamo Raya | 2009 - 2024)
Kota Sabang
Kota Sabang dengan persentase kemiskinan 14,58%, menduduki peringkat ke-105 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di kota ini relatif lebih sedikit, yaitu 5.170 jiwa dari total populasi 42.717 jiwa. Garis kemiskinan di Kota Sabang tergolong tinggi, mencapai Rp 725,96 ribu per kapita per bulan, namun pendapatan per kapitanya hanya Rp 42,81 juta per tahun. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin naik tipis sebesar 0,58%.
Kabupaten Aceh Barat
Kabupaten Aceh Barat memiliki persentase kemiskinan sebesar 17,60% dan menduduki peringkat ke-70 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di kabupaten ini mencapai 38.790 jiwa dari total populasi 207.690 jiwa. Garis kemiskinan di Aceh Barat adalah Rp 644,01 ribu per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai Rp 67,95 juta per tahun. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin mengalami sedikit penurunan turun 0,13%.
Kabupaten Simeulue
Kabupaten Simeulue mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 17,69% dan menempati urutan ke-68 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di kabupaten ini mencapai 17.590 jiwa dari total populasi 96.510 jiwa. Garis kemiskinan di Simeulue tercatat Rp 576,51 ribu per kapita per bulan, sementara pendapatan per kapita hanya Rp 31,94 juta per tahun. Jumlah penduduk miskin di kabupaten ini sedikit mengalami penurunan turun 0,17%.
Kabupaten Aceh Utara
Kabupaten Aceh Utara mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 16,11%, menduduki peringkat ke-85 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di kabupaten ini mencapai 104.490 jiwa dari total populasi 633.633 jiwa. Garis kemiskinan di Aceh Utara tergolong rendah, yaitu Rp 473,72 ribu per kapita per bulan, namun pendapatan per kapita mencapai Rp 47,60 juta per tahun. Jumlah penduduk miskin di kabupaten ini sedikit menurun turun 2,14%.