Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan Kabupaten Tasikmalaya tahun 2024 sebesar 10,23 persen, sedikit turun dari 10,28 persen tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 186.750 orang, sedangkan total penduduk kabupaten ini adalah 1.973.411 jiwa. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun sebesar 0,49 persen, dengan peringkat 43 di Pulau Jawa dan 233 se-Indonesia.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Mesuji Menurut Sektor pada 2024)
Data historis kemiskinan 2004-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi di Kabupaten Tasikmalaya terjadi pada 2006 (20,27 persen), sedangkan terendah pada 2019 (9,12 persen). Pertumbuhan kemiskinan tertinggi terjadi 2005 (12,95 persen naik), terendah 2008 (19,01 persen turun). Persentase 2024 sedikit di bawah rata-rata 3 tahun terakhir (10,41 persen) dan rata-rata 5 tahun terakhir (10,54 persen). Peringkat se-Indonesia fluktuatif, dari 207 pada 2004 ke 287 pada 2019, lalu kembali ke 233 pada 2024.
Dibandingkan kabupaten tetangga di Jawa Barat, persentase kemiskinan Kabupaten Tasikmalaya (10,23 persen) lebih tinggi dari Garut (9,68 persen) dan Subang (9,49 persen), namun lebih rendah dari Cirebon (11 persen), Majalengka (10,82 persen), dan Bandung Barat (10,49 persen). Jumlah penduduk miskinnya lebih banyak daripada Majalengka, Subang, dan Bandung Barat, tetapi lebih sedikit daripada Cianjur, Cirebon, dan Garut.
Kabupaten Cianjur
Peringkat se-Indonesia persentase kemiskinan adalah 237, dengan angka 10,14 persen tahun 2024. Jumlah penduduk miskin mencapai 239.300 orang dari total penduduk 2,58 juta jiwa. Garis kemiskinan di kabupaten ini adalah 466,51 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita sebesar 24,91 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan persentase kemiskinan sedikit turun sebesar 0,78 persen, sementara total penduduk tumbuh sebesar 2,71 persen.
Kabupaten Cirebon
Dengan peringkat 202 se-Indonesia, persentase kemiskinan tahun 2024 adalah 11 persen. Jumlah penduduk miskin sebanyak 245.920 orang dari total 2,45 juta jiwa. Garis kemiskinan mencapai 475,05 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita sebesar 28,14 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun sebesar 1,31 persen, sementara total penduduk tumbuh 1,31 persen.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Lima Puluh Kota Periode 2004 - 2024)
Kabupaten Garut
Persentase kemiskinan terendah di antara tetangga Tasikmalaya, sebesar 9,68 persen dengan peringkat 247 se-Indonesia. Jumlah penduduk miskin mencapai 259.320 orang dari total 2,79 juta jiwa. Garis kemiskinan sebesar 393,46 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita 29,01 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan persentase kemiskinan sedikit turun 0,45 persen, total penduduk tumbuh 0,72 persen.
Kabupaten Majalengka
Pertumbuhan persentase kemiskinan turun paling signifikan di antara tetangga, sebesar 3 persen, dengan angka kemiskinan tahun 2024 10,82 persen (peringkat 208 se-Indonesia). Jumlah penduduk miskin 134.580 orang dari total 1,36 juta jiwa. Garis kemiskinan 547,91 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita 34,23 juta rupiah per tahun. Total penduduk tumbuh 1,45 persen.
Kabupaten Subang
Dengan pendapatan per kapita 33,04 juta rupiah per tahun, persentase kemiskinan tahun 2024 adalah 9,49 persen (peringkat 254 se-Indonesia). Jumlah penduduk miskin 152.560 orang dari total 1,65 juta jiwa. Garis kemiskinan sebesar 434,16 ribu rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan persentase kemiskinan sedikit turun 0,15 persen, total penduduk tumbuh 1,52 persen.
Kabupaten Bandung Barat
Pertumbuhan total penduduk tertinggi di antara tetangga, sebesar 2,41 persen, dengan persentase kemiskinan tahun 2024 10,49 persen (peringkat 225 se-Indonesia). Jumlah penduduk miskin 179.700 orang dari total 1,88 juta jiwa. Garis kemiskinan 455,33 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita 32,50 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan persentase kemiskinan sedikit turun 0,15 persen.