Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Lima Puluh Kota pada tahun 2024 sebesar 6,92%. Angka ini sedikit naik dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 6,8%. Dengan jumlah penduduk 400.795 jiwa, terdapat 27.720 jiwa penduduk miskin di kabupaten ini.
Dibandingkan kabupaten lain di Sumatera Barat, pertumbuhan persentase kemiskinan di Lima Puluh Kota lebih rendah. Kabupaten Agam mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu 3,48%, sementara Kabupaten Pasaman mencatat penurunan -0,88%.
(Baca: Statistik Persentase Penduduk Miskin di Kota Jakarta Timur 2016-2025)
Data historis menunjukkan fluktuasi angka kemiskinan di Lima Puluh Kota. Persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 yaitu 16,19%, sedangkan terendah pada tahun 2022 sebesar 6,59%. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 yaitu 21,09% dan pertumbuhan terendah pada tahun 2008 yaitu -25,56%. Dibandingkan rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) yaitu 6,77%, angka kemiskinan saat ini lebih tinggi. Dibandingkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) yaitu 6,93%, angka kemiskinan saat ini lebih rendah.
Secara nasional, urutan persentase kemiskinan Kabupaten Lima Puluh Kota berada di peringkat ke-355. Posisi ini menunjukkan penurunan dibandingkan tahun 2004 yang berada di peringkat ke-275. Sempat membaik di tahun 2022 ke urutan 390, kini posisinya naik kembali.
Kabupaten Agam
Kabupaten Agam memiliki persentase penduduk miskin 6,83% dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 34.820 jiwa. Angka ini menempatkan Agam pada peringkat 362 secara nasional dalam hal persentase kemiskinan. Jumlah penduduk Agam mencapai 532.178 jiwa. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin di Agam juga lebih tinggi dari Lima Puluh Kota yaitu 4,22%. Garis kemiskinan di Agam tercatat sebesar Rp 558,96 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Agam tercatat sebesar Rp 50,02 juta per tahun, yang merupakan tertinggi di antara kabupaten pembanding.
Kabupaten Pasaman Barat
Dengan persentase kemiskinan 7%, Kabupaten Pasaman Barat menduduki peringkat 347 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di Pasaman Barat mencapai 34.600 jiwa dari total populasi 449.677 jiwa. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin di kabupaten ini tercatat sebesar 3,22%. Garis kemiskinan di Pasaman Barat lebih tinggi dari Lima Puluh Kota, yaitu Rp 657,35 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita Pasaman Barat tercatat sebesar Rp 46,26 juta per tahun.
(Baca: Jumlah BTS di Aceh | 2024)
Kabupaten Pasaman
Kabupaten Pasaman memiliki persentase kemiskinan sebesar 6,74% dan menduduki peringkat 366 secara nasional. Terdapat 20.010 jiwa penduduk miskin dari total populasi 312.363 jiwa. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin di Pasaman sangat rendah yaitu 0,1%. Garis kemiskinan di Pasaman lebih rendah dari Lima Puluh Kota, yaitu Rp 515,61 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita Pasaman tercatat sebesar Rp 38,25 juta per tahun.
Kabupaten Pesisir Selatan
Persentase kemiskinan di Kabupaten Pesisir Selatan adalah 7,49%, menempatkannya di peringkat 326 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 36.050 jiwa dari total 531.494 jiwa penduduk. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin di Pesisir Selatan adalah 2,74%. Garis kemiskinan di kabupaten ini lebih tinggi dari Lima Puluh Kota, yaitu Rp 589,79 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Pesisir Selatan adalah Rp 36 juta per tahun.
Kabupaten Solok
Kabupaten Solok mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 7,31% dan berada di peringkat 335 secara nasional. Dari total populasi 411.053 jiwa, terdapat 28.180 jiwa penduduk miskin. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin di Solok adalah 3,11%. Garis kemiskinan di Solok tercatat sebesar Rp 569,61 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Solok adalah Rp 44,81 juta per tahun.
Kabupaten Solok Selatan
Kabupaten Solok Selatan memiliki persentase kemiskinan 6,56% dengan jumlah penduduk miskin 12.330 jiwa. Kabupaten ini berada pada peringkat 374 secara nasional. Jumlah penduduk kabupaten ini adalah 181.869 jiwa. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin di Solok Selatan tercatat sebesar 3,53%. Garis kemiskinan di Solok Selatan adalah Rp 551,34 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Solok Selatan adalah Rp 38,91 juta per tahun.