Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan tahun 2024 untuk Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Persentase kemiskinan naik sedikit menjadi 6,92 persen, dari 6,8 persen tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 27.720 orang, dengan total penduduk 400.795 jiwa. Pertumbuhan persentase kemiskinan sebesar 1,76 persen, menempatkan kabupaten ini di urutan ke-355 se-Indonesia dan ke-110 di Pulau Sumatera.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Halmahera Selatan | 2004 - 2024)
Data historis 2004-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada 2006 (16,19 persen) dan terendah pada 2022 (6,59 persen). Rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 6,77 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) adalah 6,89 persen, sehingga angka 2024 sedikit di atas kedua rata-rata tersebut. Urutan rank se-Indonesia bergeser dari 275 pada 2004 ke 355 pada 2024, artinya kondisi kemiskinan di sini lebih baik dibandingkan lebih banyak kabupaten/kota lain di Indonesia.
Dibandingkan kabupaten tetangga di Sumatera Barat, Kabupaten Lima Puluh Kota memiliki persentase kemiskinan yang berada di tengah-tengah. Beberapa kabupaten memiliki angka lebih tinggi, seperti Pesisir Selatan (7,49 persen) dan Solok (7,31 persen), sementara yang lain lebih rendah seperti Pasaman (6,74 persen) dan Solok Selatan (6,56 persen).
Kabupaten Pasaman Barat
Menempati rank ke-347 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, angka ini sebesar 7 persen dengan jumlah penduduk miskin mencapai 34.600 orang dari total penduduk 449.677 jiwa. Garis kemiskinan di sini sebesar Rp657,35 ribu per kapita per bulan, lebih tinggi dari kabupaten tetangga lainnya. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp55,51 juta per tahun, dengan pertumbuhan jumlah penduduk miskin sebesar 3,22 persen yang lebih tinggi daripada Kabupaten Lima Puluh Kota.
Kabupaten Pasaman
Berada di rank ke-366 se-Indonesia, persentase kemiskinan di sini sebesar 6,74 persen dengan jumlah penduduk miskin 20.010 orang dari total penduduk 312.363 jiwa. Garis kemiskinan di kabupaten ini sebesar Rp515,61 ribu per kapita per bulan, yang merupakan angka terendah di antara kabupaten tetangga. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp45,89 juta per tahun, dengan pertumbuhan jumlah penduduk miskin hanya 0,1 persen yang jauh lebih rendah dibandingkan Kabupaten Lima Puluh Kota.
(Baca: Desember 2025, Garis Kemiskinan Makanan dan Nonmakanan di Bengkulu Rp.683,82 Ribu /Kapita/Bulan)
Kabupaten Pesisir Selatan
Menempati rank ke-326 se-Indonesia, persentase kemiskinan di sini sebesar 7,49 persen, yang merupakan angka tertinggi di antara kabupaten tetangga Kabupaten Lima Puluh Kota. Jumlah penduduk miskin mencapai 36.050 orang dari total penduduk 531.494 jiwa. Garis kemiskinan sebesar Rp589,79 ribu per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat Rp43,19 juta per tahun. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin sebesar 2,74 persen yang lebih tinggi daripada Kabupaten Lima Puluh Kota.
Kabupaten Solok Selatan
Berada di rank ke-374 se-Indonesia, persentase kemiskinan di sini sebesar 6,56 persen yang merupakan angka terendah di antara kabupaten tetangga. Jumlah penduduk miskin hanya 12.330 orang dari total penduduk 181.869 jiwa, yang juga merupakan jumlah terendah. Garis kemiskinan sebesar Rp551,34 ribu per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat Rp46,69 juta per tahun. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin sebesar 3,53 persen yang lebih tinggi daripada Kabupaten Lima Puluh Kota.
Kabupaten Solok
Menempati rank ke-335 se-Indonesia, persentase kemiskinan di sini sebesar 7,31 persen dengan jumlah penduduk miskin 28.180 orang dari total penduduk 411.053 jiwa. Garis kemiskinan sebesar Rp569,61 ribu per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat Rp53,77 juta per tahun. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin sebesar 3,11 persen yang lebih tinggi daripada Kabupaten Lima Puluh Kota, namun jumlah penduduk miskinnya hanya sedikit lebih banyak daripada Kabupaten Lima Puluh Kota.
Kabupaten Agam
Berada di rank ke-362 se-Indonesia, persentase kemiskinan di sini sebesar 6,83 persen dengan jumlah penduduk miskin 34.820 orang dari total penduduk 532.178 jiwa. Garis kemiskinan sebesar Rp558,96 ribu per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat Rp60,02 juta per tahun yang merupakan angka tertinggi di antara kabupaten tetangga. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin sebesar 4,22 persen yang merupakan angka tertinggi di antara kabupaten tetangga Kabupaten Lima Puluh Kota.