Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Teluk Bintuni Capai 17,54% pada 2025

1
Irfan Fadhlurrahman 08/05/2026 08:45 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat mencapai 17,54% pada 2025.

Angka tersebut turun 1,7% dari tahun sebelumnya sebesar 19,24%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 2,59%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Teluk Bintuni lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Teluk Bintuni yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 17,54% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 6 kabupaten/kota lain di Provinsi Papua Barat, PoU di Kabupaten Teluk Bintuni ada di urutan ke-2. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Teluk Wondama (15,98%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Pegunungan Arfak (30,71%).

Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Papua Barat pada 2025.

  1. Kabupaten Teluk Wondama: 15,98%
  2. Kabupaten Teluk Bintuni: 17,54%
  3. Kabupaten Manokwari Selatan: 18,81%
  4. Kabupaten Manokwari: 19,68%
  5. Kabupaten Fak Fak: 21,22%
  6. Kabupaten Kaimana: 21,98%
  7. Kabupaten Pegunungan Arfak: 30,71%

(Baca: Jumlah Penduduk di 38 Provinsi Indonesia pada Semester II 2025)

Data Populer

Loading...