Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Situbondo sebesar 11,51% pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,39% dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan jumlah penduduk 688.525 jiwa, terdapat 80.170 penduduk miskin di Situbondo.
Kabupaten Situbondo mencatatkan pertumbuhan angka kemiskinan negatif turun 3,28%. Dibandingkan kabupaten lain di Jawa Timur, penurunan ini menempatkan Situbondo pada peringkat ke-29 di tingkat pulau. Sementara secara nasional, Situbondo berada pada peringkat ke-191 dalam hal persentase penduduk miskin.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Lombok Tengah Periode 2004 - 2024)
Data historis menunjukkan fluktuasi angka kemiskinan di Situbondo selama periode 2004-2024. Persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2004 sebesar 18,54%, sedangkan terendah pada tahun 2019 sebesar 11,2%. Pertumbuhan angka kemiskinan terendah tercatat pada tahun 2007 dengan -10,5%, sementara tertinggi pada tahun 2008 sebesar 15,51%. Jika dibandingkan dengan rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024), persentase kemiskinan saat ini lebih rendah. Namun, jika dibandingkan dengan rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024), persentase saat ini sedikit lebih tinggi.
Jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Jawa Timur yang memiliki persentase kemiskinan berdekatan, Situbondo menunjukkan variasi. Kabupaten Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Lamongan, Madiun, dan Trenggalek memiliki karakteristik yang berbeda dalam hal jumlah penduduk miskin, persentase kemiskinan, jumlah penduduk, garis kemiskinan, dan pendapatan per kapita. Hal ini menunjukkan kompleksitas penanganan kemiskinan yang memerlukan pendekatan yang berbeda-beda di setiap wilayah.
Kabupaten Bojonegoro
Kabupaten Bojonegoro menduduki peringkat ke-184 secara nasional dengan persentase kemiskinan sebesar 11,69%. Jumlah penduduk miskin mencapai 147.330 jiwa dari total populasi 1.365.109 jiwa. Garis kemiskinan di Bojonegoro tercatat sebesar Rp 471,45 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 76,81 juta per tahun. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin mengalami penurunan turun 3,86%, sementara persentase kemiskinan turun 4,02%.
Kabupaten Bondowoso
Dengan persentase kemiskinan 12,6%, Kabupaten Bondowoso menempati urutan ke-151 di Indonesia. Jumlah penduduk miskinnya mencapai 99.620 jiwa dari total 784.552 jiwa. Garis kemiskinan di Bondowoso sebesar Rp 517,74 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakatnya Rp 33,5 juta per tahun. Terjadi penurunan jumlah penduduk miskin turun 5,24% dan penurunan persentase kemiskinan turun 5,55%.
(Baca: 27,18% Penduduk di Kabupaten Sabu Raijua Masuk Kategori Miskin)
Kabupaten Gresik
Kabupaten Gresik memiliki persentase kemiskinan 10,32%, menempatkannya pada peringkat ke-231 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin di Gresik adalah 142.390 jiwa dari total penduduk 1.309.168 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah Rp 608,83 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita Gresik cukup tinggi, mencapai Rp 138,27 juta per tahun. Kabupaten ini mengalami penurunan jumlah penduduk miskin turun 4,91% dan penurunan persentase kemiskinan turun 5,84%.
Kabupaten Lamongan
Kabupaten Lamongan mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 12,16% dan berada di peringkat 162 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 146.980 jiwa dari total populasi 1.365.408 jiwa. Garis kemiskinan di Lamongan tercatat sebesar Rp 524,64 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Lamongan mencapai Rp 37,79 juta per tahun. Terjadi penurunan jumlah penduduk miskin turun 1,97% dan penurunan persentase kemiskinan turun 2,09%.
Kabupaten Madiun
Kabupaten Madiun dengan persentase kemiskinan sebesar 10,63% menduduki peringkat ke-221 di Indonesia. Jumlah penduduk miskinnya tercatat 73.150 jiwa dari total populasi 739.230 jiwa. Garis kemiskinan di Madiun adalah Rp 460,21 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita di Madiun mencapai Rp 33,71 juta per tahun. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin menunjukkan penurunan turun 3,59% dan penurunan persentase kemiskinan turun 3,71%.
Kabupaten Trenggalek
Kabupaten Trenggalek memiliki persentase kemiskinan 10,5%, menempatkannya di peringkat ke-224 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin mencapai 73.750 jiwa dari total 757.444 jiwa. Garis kemiskinan di Trenggalek sebesar Rp 434,15 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakatnya Rp 32,73 juta per tahun. Terjadi sedikit penurunan jumlah penduduk miskin turun 1,11% dan penurunan persentase kemiskinan turun 1,22%.