Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kota Banjarmasin Naik 0,9% Setahun Terakhir
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan sebesar 4,42% pada 2025.
Angka tersebut naik 0,9% dari tahun sebelumnya sebesar 3,52%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 2,92%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kota Banjarmasin lebih rendah dibanding rata-rata nasional.
Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kota Banjarmasin yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 4,42% dari total penduduk.
Dibanding 12 kabupaten/kota lain di Provinsi Kalimantan Selatan, PoU di Kota Banjarmasin ada di urutan ke-10. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Tanah Bumbu (2,48%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Hulu Sungai Selatan (6,16%).
Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Selatan pada 2025.
- Kabupaten Tanah Bumbu: 2,48%
- Kabupaten Tabalong: 2,52%
- Kabupaten Tapin: 2,76%
- Kabupaten Tanah Laut: 3,27%
- Kota Banjar Baru: 3,53%
- Kabupaten Balangan: 3,71%
- Kabupaten Hulu Sungai Tengah: 3,9%
- Kabupaten Kota Baru: 4,12%
- Kabupaten Banjar: 4,25%
- Kota Banjarmasin: 4,42%