Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin Kabupaten Samosir tahun 2025 berada di angka 10,79 persen. Angka ini turun 7,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pengurangan total penduduk miskin sebanyak 1.050 jiwa dari total 14.850 jiwa pada 2024. Saat ini wilayah ini menempati peringkat 182 secara nasional dan peringkat 40 se-wilayah Sumatera.
(Baca: 10,54% Penduduk di Kabupaten Tana Toraja Masuk Kategori Miskin)
Sepanjang periode 2005 hingga 2025, persentase kemiskinan di wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi pada tahun 2007 sebesar 27,76 persen. Angka terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Pergerakan nilai menunjukkan penurunan yang konsisten dalam 3 tahun terakhir, dengan rata-rata penurunan persentase sebesar 2,8 persen setiap tahunnya.
Dari enam kabupaten dan kota di Sumatera Utara dengan nilai persentase kemiskinan berdekatan, Kabupaten Samosir menempati posisi tengah. Seluruh wilayah tercatat mengalami penurunan angka kemiskinan pada tahun terakhir, dengan rentang penurunan antara 2,55 persen hingga 10,86 persen.
Kabupaten Batu Bara
Wilayah ini menempati peringkat 213 secara nasional untuk persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 10,10 persen. Penurunan angka kemiskinan mencapai 7,68 persen pada tahun terakhir. Garis kemiskinan berada di angka 613,49 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 115,74 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduk miskin tercatat 44.280 jiwa, turun 7,09 persen dari tahun sebelumnya.
Kota Gunung Sitoli
Peringkat nasional persentase kemiskinan berada di urutan 99, dengan nilai tercatat 13,85 persen. Penurunan angka kemiskinan pada tahun terakhir hanya sedikit, yaitu 5,91 persen. Garis kemiskinan sebesar 521,96 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 51,84 juta rupiah per tahun. Terdapat 21.050 jiwa penduduk miskin di wilayah ini pada tahun 2025.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Aceh Tamiang | 2004 - 2025)
Kabupaten Nias
Wilayah ini menempati peringkat 91 secara nasional untuk persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 14,51 persen. Penurunan angka kemiskinan merupakan yang paling kecil di kelompok ini, yaitu hanya 2,55 persen pada tahun terakhir. Garis kemiskinan sebesar 541,02 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 35,99 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduk miskin tercatat 21.230 jiwa.
Kota Sibolga
Peringkat nasional persentase kemiskinan berada di urutan 207, dengan nilai tercatat 10,28 persen. Wilayah ini mencatat penurunan angka kemiskinan sebesar 9,75 persen pada tahun terakhir. Garis kemiskinan sebesar 637,14 ribu rupiah per kapita per bulan, merupakan nilai tertinggi di kelompok wilayah ini. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 82,12 juta rupiah per tahun, dengan 9.020 jiwa penduduk miskin.
Kota Tanjung Balai
Wilayah ini menempati peringkat 187 secara nasional untuk persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 10,67 persen. Penurunan angka kemiskinan merupakan yang terbesar di kelompok ini, yaitu mencapai 10,86 persen pada tahun terakhir. Garis kemiskinan sebesar 619,56 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 69,88 juta rupiah per tahun. Terdapat 20.020 jiwa penduduk miskin pada tahun 2025.
Kabupaten Tapanuli Tengah
Peringkat nasional persentase kemiskinan berada di urutan 171, dengan nilai tercatat 11,03 persen. Penurunan angka kemiskinan mencapai 6,53 persen pada tahun terakhir. Garis kemiskinan sebesar 546,22 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 36,14 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduk miskin tercatat 46.790 jiwa, menjadi jumlah terbanyak di kelompok wilayah perbandingan ini.