Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester 2025 untuk Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Persentase penduduk miskin tahun ini tercatat 10,79 persen, turun sebesar 0,84 persen dibanding tahun 2024. Angka ini setara dengan 13.800 jiwa penduduk miskin, dengan total penduduk wilayah tercatat 127.884 jiwa pada periode yang sama.
(Baca: Inflasi Tahunan Kabupaten Sumbawa Juni 2026 Mencapai 2,43%)
Berdasarkan catatan historis 2005-2025, persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada 2007 sebesar 27,76 persen, sedangkan nilai terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Selama 20 tahun terakhir, angka kemiskinan pernah mengalami kenaikan terbesar 16,3 persen pada 2007, dan penurunan terbesar sebesar 32,42 persen pada 2008. Posisi rank nasional Kabupaten Samosir saat ini berada di urutan 182 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Dalam tiga tahun terakhir rata-rata persentase kemiskinan di wilayah ini berada di angka 11,36 persen, sedangkan rata-rata lima tahun terakhir tercatat 11,71 persen. Artinya angka tahun 2025 menjadi nilai terendah sepanjang catatan data. Selama periode tersebut peringkat nasional wilayah ini juga bergeser membaik dari posisi 199 pada 2023, menjadi 187 pada 2024, dan 182 pada tahun ini.
Dibandingkan enam kabupaten tetangga dengan tingkat kemiskinan berdekatan di Sumatera Utara, penurunan persentase kemiskinan Kabupaten Samosir sebesar 7,22 persen berada di tengah kelompok. Hanya Kota Tanjung Balai dan Kota Sibolga yang mencatatkan penurunan persentase kemiskinan lebih besar dibanding wilayah ini pada periode yang sama.
Kabupaten Batu Bara
Berada di peringkat 213 nasional, wilayah ini mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 10,10 persen dengan penurunan sebesar 7,68 persen dibanding tahun sebelumnya. Terdapat 44.280 jiwa penduduk miskin dari total 438.477 jiwa penduduk. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 613,49 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 115,74 juta rupiah per tahun.
Kota Gunung Sitoli
Peringkat 99 nasional, persentase kemiskinan tercatat 13,85 persen dengan penurunan sedikit sebesar 5,91 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 21.050 jiwa dari total 151.908 jiwa penduduk. Garis kemiskinan wilayah sebesar 521,96 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 51,84 juta rupiah per tahun.
(Baca: Update 2025: NPL Bank Umum Lapangan Usaha Listrik, Gas dan Air di DKI Jakarta)
Kabupaten Nias
Menempati peringkat 91 nasional, wilayah ini mencatatkan persentase kemiskinan 14,51 persen dengan penurunan sedikit sebesar 2,55 persen. Terdapat 21.230 jiwa penduduk miskin dari total 146.316 jiwa penduduk. Garis kemiskinan sebesar 541,02 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 35,99 juta rupiah per tahun.
Kota Sibolga
Berada di peringkat 207 nasional, wilayah ini mencatatkan persentase kemiskinan 10,28 persen dengan penurunan sebesar 9,75 persen, menjadi penurunan terbesar di kelompok wilayah ini. Terdapat 9.020 jiwa penduduk miskin dari total 87.736 jiwa penduduk. Garis kemiskinan sebesar 637,14 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita 82,12 juta rupiah per tahun.
Kota Tanjung Balai
Peringkat 187 nasional, hanya terpaut 5 peringkat dengan Kabupaten Samosir, wilayah ini mencatatkan persentase kemiskinan 10,67 persen dengan penurunan sebesar 10,86 persen. Terdapat 20.020 jiwa penduduk miskin dari total 187.589 jiwa penduduk. Garis kemiskinan sebesar 619,56 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita 69,88 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Tapanuli Tengah
Menempati peringkat 171 nasional, wilayah ini mencatatkan persentase kemiskinan 11,03 persen dengan penurunan sebesar 6,53 persen. Terdapat 46.790 jiwa penduduk miskin dari total 424.031 jiwa penduduk. Garis kemiskinan sebesar 546,22 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 36,14 juta rupiah per tahun.