Badan Pusat Statistik mencatat penduduk Kabupaten Kuantan Singingi mengeluarkan rata-rata 178481 rupiah per kapita setiap bulan untuk kebutuhan rokok dan tembakau pada tahun 2024. Nilai ini mengalami penurunan sedikit sebesar 0,3 persen dibandingkan tahun 2023 yang mencatatkan nilai 179078 rupiah per kapita per bulan. Sepanjang periode tujuh tahun pengamatan sejak 2018, angka pengeluaran ini mengalami pergerakan naik turun dengan catatan penurunan terbesar terjadi pada tahun 2020 sebesar 10,9 persen, dan kenaikan tertinggi tercatat pada tahun 2023 sebesar 28,3 persen.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Bengkulu 2024)
Nilai pengeluaran rokok dan tembakau ini setara dengan 64,9 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan jadi, dan 2,5 kali lipat lebih besar dibandingkan pengeluaran masyarakat untuk kebutuhan kecantikan. Selain itu, angka ini juga mencapai 31,7 persen dari total rata-rata pengeluaran masyarakat untuk aneka barang dan jasa setiap bulannya. Pada tahun 2023, pengeluaran rokok dan tembakau bahkan sempat menjadi salah satu pos pengeluaran non makanan terbesar di wilayah ini.
Berdasarkan perbandingan antar wilayah seprovinsi Riau, Kabupaten Kuantan Singingi menempati urutan kelima dari seluruh 12 kabupaten dan kota di provinsi tersebut untuk kategori pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2024. Empat wilayah yang mencatatkan nilai lebih besar di atasnya berturut-turut adalah Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Bengkalis dan Kota Dumai. Secara nasional, wilayah ini menempati urutan ke 48 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia, dan urutan ke 19 jika dibandingkan seluruh wilayah di Pulau Sumatera.
Sepanjang lima tahun terakhir, rata-rata pengeluaran rokok dan tembakau di Kabupaten Kuantan Singingi tercatat sebesar 152631 rupiah per kapita per bulan. Nilai tahun 2024 saat ini tercatat 16,9 persen lebih tinggi dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir, namun masih sedikit lebih rendah dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir yang mencapai 179050 rupiah. Tidak terjadi anomali ekstrem pada data tujuh tahun terakhir, seluruh pergerakan nilai masih berada pada rentang fluktuasi yang wajar tanpa penyimpangan nilai lebih dari 30 persen.
Kabupaten Rokan Hulu
Kabupaten Rokan Hulu menempati urutan pertama seprovinsi Riau untuk pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2024 dengan nilai 230167 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mencatatkan kenaikan sebesar 25,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadikannya wilayah dengan pertumbuhan pengeluaran rokok tertinggi di seluruh provinsi Riau pada tahun tersebut. Selain itu, wilayah ini juga menempati urutan ketujuh untuk pengeluaran non makanan per kapita, dan urutan ketiga untuk total pengeluaran masyarakat secara keseluruhan seprovinsi Riau.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Makanan dan Minuman Jadi Kab. Aceh Tenggara | 2024)
Kota Pekanbaru
Kota Pekanbaru sebagai ibukota provinsi Riau menempati urutan kesepuluh untuk pengeluaran rokok dan tembakau dengan nilai 163238 rupiah per kapita pada tahun 2024. Wilayah ini tetap menjadi wilayah dengan total pengeluaran per kapita tertinggi seprovinsi Riau baik untuk kategori makanan maupun bukan makanan. Meskipun total pengeluaran masyarakat tertinggi, proporsi pengeluaran untuk rokok dan tembakau di kota ini termasuk yang terendah dibandingkan seluruh kabupaten lain di provinsi Riau.
Kabupaten Pelalawan
Kabupaten Pelalawan menempati urutan kedua seprovinsi Riau untuk pengeluaran rokok tahun 2024 dengan nilai 193299 rupiah per kapita per bulan. Berbeda dengan sebagian besar wilayah lain, wilayah ini justru mencatatkan penurunan sebesar 8,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk kategori pengeluaran non makanan, Kabupaten Pelalawan menempati urutan keempat seprovinsi, sementara untuk pengeluaran makanan menempati urutan keempat dengan pertumbuhan tahunan mencapai 15,4 persen.
Kabupaten Bengkalis
Kabupaten Bengkalis mencatatkan nilai pengeluaran rokok dan tembakau sebesar 182566 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024, menempati urutan ketiga seprovinsi Riau. Wilayah ini mencatatkan kenaikan sebesar 3,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk kategori pengeluaran makanan, Kabupaten Bengkalis menempati urutan ketiga seprovinsi dengan pertumbuhan tahunan mencapai 30,8 persen, menjadi wilayah dengan pertumbuhan pengeluaran makanan tertinggi di seluruh provinsi Riau pada tahun 2024.