Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB ADHK Sektor Industri Pengolahan Kota Jakarta Barat pada akhir 2025 tercatat sebesar 19.739,11 Rp juta. Selama periode 2010 sampai 2025, nilai sektor ini menunjukkan tren naik secara keseluruhan dengan pertumbuhan rata-rata tahunan 3,03%. Pada tahun 2025, sektor ini tumbuh sebesar 3,59%, angka ini lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir sebesar 2,50% dan sedikit lebih rendah dibanding rata-rata 5 tahun terakhir yang mencapai 4,60%.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Bengkulu 2024)
Sepanjang catatan historis, terjadi penurunan nilai hanya pada dua periode, yaitu tahun 2019 dan 2020. Penurunan terbesar tercatat pada tahun 2020 turun 8,63% dengan penurunan nilai sebesar 1.492,63 Rp juta. Sementara kenaikan pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2021 sebesar 11,42% setelah periode kontraksi dua tahun berturut-turut. Posisi ranking Kota Jakarta Barat di Pulau Jawa stagnan di peringkat 25 sejak tahun 2017, sementara ranking nasional berada di posisi 37 pada 2025.
Pada tahun 2025, nilai PDRB Industri Pengolahan Kota Jakarta Barat berada di bawah sejumlah wilayah lain di Indonesia. Sebagai perbandingan, Kabupaten Teluk Bintuni mencatat pertumbuhan tahunan mencapai 9,31% pada periode yang sama, Kota Dumai tumbuh 6,59%, sementara Kota Medan mencatat pertumbuhan 2,90%. Nilai akhir Kota Jakarta Barat sebesar 19.739,11 Rp juta masih berada di atas nilai Kota Pekanbaru yang tercatat 19.072,91 Rp juta namun di bawah Kabupaten Halmahera Tengah.
Kota Medan
Kota Medan menempati peringkat 6 di Pulau Sumatera dan peringkat 34 secara nasional untuk PDRB ADHK Sektor Industri Pengolahan tahun 2025. Wilayah ini mencatat nilai akhir sebesar 23.411,81 Rp juta, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 2,90%. Selisih penambahan nilai tahun 2025 dibanding tahun sebelumnya mencapai 659,93 Rp juta. Nilai ini menjadikan Kota Medan sebagai wilayah dengan nilai PDRB industri pengolahan tertinggi di antara enam wilayah perbandingan, dengan posisi ranking nasional 3 tingkatan di atas Kota Jakarta Barat.
Kabupaten Teluk Bintuni
Kabupaten Teluk Bintuni mencatat pertumbuhan PDRB Industri Pengolahan tertinggi di antara seluruh wilayah perbandingan yaitu sebesar 9,31% pada tahun 2025. Wilayah yang terletak di Pulau Papua ini menempati peringkat 1 di wilayahnya dan peringkat 35 secara nasional. Nilai akhir tahun 2025 tercatat 22.439,12 Rp juta dengan penambahan nilai tahunan mencapai 1.910,97 Rp juta. Pertumbuhan ini hampir 3 kali lipat dibanding pertumbuhan yang dicatatkan oleh Kota Jakarta Barat pada periode yang sama.
(Baca: Nilai Tertinggi Jalur Prestasi Masuk ke SMA6 Kota Depok | 2025)
Kota Dumai
Kota Dumai berada di peringkat 7 di Pulau Sumatera dan peringkat 36 secara nasional untuk indikator PDRB Industri Pengolahan tahun 2025. Wilayah ini mencatat nilai akhir sebesar 20.225,42 Rp juta dengan pertumbuhan tahunan sebesar 6,59%. Penambahan nilai tahunan mencapai 1.250,47 Rp juta, angka ini hampir dua kali lipat penambahan nilai yang dicapai Kota Jakarta Barat pada tahun yang sama. Peringkat nasional Kota Dumai berada satu tingkatan di atas Kota Jakarta Barat.
Kabupaten Halmahera Tengah
Kabupaten Halmahera Tengah mencatat pertumbuhan PDRB Industri Pengolahan paling fenomenal yaitu sebesar 77,29% pada tahun 2025, menjadi pertumbuhan tertinggi dari seluruh wilayah yang tercatat. Wilayah di Pulau Maluku ini menempati peringkat 1 di wilayahnya dan peringkat 38 secara nasional. Nilai akhir tahun 2025 mencapai 19.491,11 Rp juta dengan penambahan nilai tahunan sangat besar mencapai 8.497,5 Rp juta. Peringkat nasional wilayah ini berada satu tingkatan di bawah Kota Jakarta Barat.
Kabupaten Kampar
Kabupaten Kampar menempati peringkat 8 di Pulau Sumatera dan peringkat 39 secara nasional untuk indikator PDRB ADHK Sektor Industri Pengolahan tahun 2025. Wilayah ini mencatat nilai akhir sebesar 19.402,90 Rp juta dengan pertumbuhan tahunan sebesar 6,43%. Penambahan nilai tahunan mencapai 1.171,51 Rp juta, angka ini hampir tiga kali lipat penambahan nilai yang dicapai Kota Jakarta Barat pada tahun 2025. Peringkat nasional wilayah ini berada dua tingkatan di bawah Kota Jakarta Barat.
Kota Pekanbaru
Kota Pekanbaru berada di peringkat 9 di Pulau Sumatera dan peringkat 40 secara nasional untuk indikator PDRB Industri Pengolahan tahun 2025. Wilayah ini mencatat nilai akhir sebesar 19.072,91 Rp juta dengan pertumbuhan tahunan sebesar 5,89%. Penambahan nilai tahunan mencapai 1.060,8 Rp juta. Nilai PDRB industri pengolahan Kota Pekanbaru menjadi yang terendah di antara enam wilayah perbandingan, dengan peringkat nasional tiga tingkatan di bawah Kota Jakarta Barat.