Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Aceh Tamiang tahun 2025 sebesar 10,84 persen. Angka ini turun 10,93 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan jumlah penduduk miskin tercatat 33.960 jiwa atau berkurang 3.800 jiwa dari periode 2024. Wilayah ini menempati peringkat 180 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Sejak pencatatan dimulai tahun 2004, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai nilai tertinggi pada 25,23 persen di tahun awal pencatatan. Angka terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Sepanjang 21 tahun pencatatan, penurunan terbesar terjadi pada tahun 2025, sementara kenaikan terbesar terjadi pada tahun 2008 sebesar 0,45 persen. Peringkat nasional wilayah ini bergeser dari urutan 107 pada tahun 2004 menjadi urutan 180 tahun ini.
(Baca: Inflasi Tahunan Kabupaten Kapuas Mei 2026 Mencapai 2,6%)
Dari 6 kabupaten tetangga di Provinsi Aceh dengan nilai kemiskinan berdekatan, Kabupaten Aceh Tamiang mencatatkan penurunan persentase kemiskinan paling kecil. Semua kabupaten pembanding mencatatkan penurunan persentase kemiskinan di atas 13 persen, sementara wilayah ini hanya mencatatkan penurunan 10,93 persen. Garis kemiskinan Kabupaten Aceh Tamiang tercatat sebesar 564,94 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Bireuen
Berada di peringkat 205 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 10,30 persen dengan jumlah penduduk miskin 51.600 jiwa. Penurunan persentase kemiskinan mencapai 14,88 persen, lebih besar dibandingkan Aceh Tamiang. Garis kemiskinan tercatat 503,87 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 42,65 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Aceh Besar
Peringkat 170 nasional untuk angka kemiskinan, dengan nilai tercatat 11,05 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 49.900 jiwa, dengan penurunan persentase kemiskinan sebesar 16,35 persen. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah 598,16 ribu rupiah per kapita per bulan, sementara pendapatan per kapita masyarakat tercatat 45,05 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Aceh Jaya
(Baca: Statistik PDRB ADHK Sektor Real Estate Periode 2013-2026)
Menempati urutan 202 nasional untuk indikator persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 10,37 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini tercatat 10.500 jiwa, dengan penurunan kemiskinan sebesar 15,35 persen. Garis kemiskinan mencapai 542,09 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 38,50 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Aceh Selatan
Berada di peringkat 227 nasional, persentase kemiskinan tercatat sebesar 9,89 persen dengan jumlah penduduk miskin 25.390 jiwa. Penurunan persentase kemiskinan mencapai 17,72 persen, merupakan penurunan terbesar dari seluruh kabupaten pembanding. Garis kemiskinan tercatat 538,17 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 32,87 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Aceh Tengah
Peringkat 140 nasional untuk persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 12,29 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 27.760 jiwa, dengan penurunan persentase kemiskinan sebesar 13,88 persen. Garis kemiskinan di wilayah ini merupakan yang tertinggi yaitu 636,32 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai 50,10 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Aceh Timur
Menempati urutan 163 nasional untuk indikator kemiskinan, dengan nilai persentase tercatat 11,24 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 52.230 jiwa, merupakan jumlah terbanyak dari seluruh kabupaten dalam daftar pembanding. Garis kemiskinan tercatat 564,94 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 35,01 juta rupiah per tahun.