PDRB ADHK sektor real estate di Kalimantan Tengah tumbuh 1,68%. Angka ini naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat Rp602.68 miliar data per Juni 2025. Menurut rekam jejaknya, pertumbuhan tertinggi di provinsi ini sebelumnya pernah terjadi pada Desember 2022 sebesar 20,04%. Sedangkan rata-rata enam tahun terakhir PDRB ADHK sektor real estate tumbuh dengan angka 0,91%.
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Kecantikan di Kab. Landak 2018 - 2024)
Menurut publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), data per Juni 2025, PDRB ADHK sektor real estate jika ditotal untuk 10 provinsi teratas besarnya mencapai Rp85 triliun. Nilai dari jumlah 10 provinsi tersebut, proporsinya mencapai 82,14% dari total seluruh provinsi.
DKI Jakarta berada di urutan pertama. Di provinsi ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah PDRB ADHK sektor real estate sebanyak Rp32,26 triliun. Perkembangan data kuartalan di wilayah ini naik 0,98% dibandingkan dengan periode yang sama kuartal sebelumnya.
(Baca: Harga CPO Naik Menjadi MYR 4.582 per Ton)
Setelahnya Banten di urutan kedua. Dibandingkan dengan periode yang sama kuartal sebelumnya, PDRB ADHK sektor real estate di provinsi ini tumbuh 7,91%. Jumlah PDRB ADHK sektor real estate di provinsi ini dilaporkan Rp12,75 triliun. Adapun untuk periode sebelumnya tercatat sebanyak Rp12,18 triliun.
Berikutnya, Jawa Timur dengan PDRB ADHK sektor real estate Rp8.668,82 miliar (naik 4,03%), PDRB ADHK sektor real estate di Sumatera Utara naik 5,29% menjadi Rp7.038,11 miliar dibandingkan dengan periode yang sama kuartal sebelumnya dan Jawa Barat dengan PDRB ADHK sektor real estate Rp6938.3 miliar (naik 7,45%)
Berikut ini sepuluh provinsi dengan PDRB ADHK sektor real estate tertinggi pada Juni 2025:
- DKI Jakarta Rp32,26 triliun
- Banten Rp12,75 triliun
- Jawa Timur Rp8.668,82 miliar
- Sumatera Utara Rp7.038,11 miliar
- Jawa Barat Rp6938.3 miliar
- Jawa Tengah Rp5.958,12 miliar
- Sulawesi Selatan Rp3.666,59 miliar
- Sumatera Selatan Rp3.420,69 miliar
- DI Yogyakarta Rp2.205,88 miliar
- Lampung Rp2.092,96 miliar