- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) merilis data PDB Paritas Daya Beli Zambia tahun 2024 tercatat pada angka 7,65 unit. Angka ini menjadi nilai tertinggi sepanjang 10 tahun data historis yang dicatat, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 15,98 persen. Selama tiga tahun terakhir tercatat pertumbuhan konsisten setelah kontraksi 0,92 persen pada tahun 2022, dimana kontraksi tersebut berarti nilai PDB PPP mengalami penurunan absolut dibandingkan tahun sebelumnya.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Zambia terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kalimantan Selatan 2025)
Dibandingkan rata-rata pertumbuhan tiga tahun terakhir yaitu 6,14 persen, capaian pertumbuhan 2024 menunjukkan peningkatan lebih dari dua kali lipat. Sementara rata-rata pertumbuhan lima tahun terakhir tercatat 7,9 persen, artinya kinerja tahun ini juga melebihi rata-rata periode lima tahun sebelumnya. Selama 10 tahun terakhir hanya terjadi satu kali penurunan nilai yaitu pada tahun 2022, yang menjadi anomali satu-satunya penurunan dalam seluruh periode data.
Pertumbuhan tertinggi sepanjang sejarah data terjadi pada tahun 2021 dengan angka 16,49 persen, hanya sedikit lebih tinggi dibanding capaian 2024. Sedangkan titik terendah pertumbuhan terjadi pada tahun 2022 dengan nilai negatif sebagaimana telah dicatat. Fluktuasi pada periode 2021 hingga 2023 berarti pertumbuhan melonjak sangat tinggi kemudian jatuh negatif sebelum kembali pulih secara bertahap sebelum kembali melonjak di tahun 2024.
Dari sisi peringkat regional di kawasan Afrika, Zambia berhasil menaikkan posisi dari peringkat 39 pada tiga tahun berturut-turut sebelumnya menjadi peringkat 37 tahun 2024. Peningkatan dua peringkat ini menjadi kenaikan peringkat tertinggi yang dicapai Zambia sejak tahun 2020. Sebelumnya Zambia hanya mengalami pergerakan peringkat maksimal satu tingkat setiap tahun selama periode 2015 hingga 2023.
International Monetary Fund (IMF) juga merilis proyeksi PDB PPP Zambia untuk 5 tahun ke depan. Pada tahun 2025 diproyeksikan nilai akan mencapai 8,385 unit dengan pertumbuhan 9,59 persen, kemudian akan melambat stabil pada kisaran 4 hingga 5 persen pertumbuhan tahunan hingga tahun 2030. Secara keseluruhan proyeksi menunjukkan perbaikan ekonomi yang berkelanjutan tanpa diproyeksikan terjadi kontraksi kembali dalam periode tersebut.
(Baca: Harga CPO Turun Menuju Level MYR 4.480 per Ton)
Jika dibandingkan dengan negara lain di kawasan Afrika, posisi Zambia tahun 2024 berada di atas Namibia yang berada di peringkat 39 dan dibawah Mauritania di peringkat 35. Pertumbuhan PDB PPP Zambia tahun 2024 juga menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi di kawasan, hanya kalah dari Zimbabwe, Malawi dan Sudan untuk periode tahun yang sama.
Secara keseluruhan kinerja PDB PPP Zambia tahun 2024 menunjukkan pemulihan ekonomi yang sangat kuat setelah guncangan pada tahun 2022. Capaian tahun ini juga mengkonfirmasi bahwa Zambia telah keluar sepenuhnya dari periode kontraksi, dan memasuki lintasan pertumbuhan yang lebih tinggi dibanding rata-rata historis jangka menengah.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jul) | 2,88% | -0.46 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.841 | -0.06 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jun) | -450,50 | -72.02 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jun) | 4,56 | +0.96 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jun) | 25,91 | +4.41 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |