Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Badung Capai 1,02% pada 2024

1
Irfan Fadhlurrahman 20/01/2026 08:40 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Badung Provinsi Bali (2017-2024)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Badung, Bali sebesar 1,02% pada 2024.

Angka tersebut turun 0,21% dari tahun sebelumnya sebesar 1,23%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 0,28%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 8,27% pada 2024. Berarti, PoU di Kabupaten Badung lebih rendah dibanding rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Badung yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 1,02% dari total penduduk.

Dibanding 8 kabupaten/kota lain di Provinsi Bali, PoU di Kabupaten Badung ada di urutan ke-2. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Gianyar (1,0%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Karang Asem (7,57%).

Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Bali pada 2024.

  1. Kabupaten Gianyar: 1,0%
  2. Kabupaten Badung: 1,02%
  3. Kota Denpasar: 1,62%
  4. Kabupaten Tabanan: 2,59%
  5. Kabupaten Bangli: 2,94%
  6. Kabupaten Klungkung: 3,61%
  7. Kabupaten Jembrana: 5,68%
  8. Kabupaten Buleleng: 6,66%
  9. Kabupaten Karang Asem: 7,57%

(Baca: Populasi China Turun Dua Tahun Berturut-turut, Apa Penyebabnya?)

Data Stories Terkini

Data Populer

Loading...