- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) merilis data historis PDB Paritas Daya Beli Laos tahun 2024 tercatat di angka 4569.37 unit. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 14,36 persen dibanding tahun 2023. Sepanjang tiga tahun terakhir yakni 2022, 2023 dan 2024, Laos mencatat rata-rata pertumbuhan tahunan PDB PPP sebesar 18,06 persen, jauh melampaui rata-rata lima tahun sebelumnya yang hanya 3,16 persen.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Libya 2015 - 2024)
Sepanjang periode 2015 sampai 2021, pertumbuhan PDB PPP Laos berjalan sangat lambat dengan fluktuasi sangat rendah yakni berkisar antara 0,02 persen sampai maksimal 2,65 persen setiap tahun. Kondisi hampir stagnan ini bertahan selama 7 tahun berturut-turut, sebelum terjadi lonjakan drastis yang dimulai sejak tahun 2022. Lonjakan ini merupakan anomali jika dibandingkan pola 10 tahun terakhir, di mana peningkatan nilai tidak pernah terjadi di atas 3 persen sebelum tahun 2022.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Laos terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Kenaikan tertinggi sepanjang catatan 10 tahun terjadi pada tahun 2023 dengan laju pertumbuhan 20,06 persen. Sedangkan titik terendah tercatat pada tahun 2017 dimana pertumbuhan hanya 0,02 persen atau hampir tidak mengalami peningkatan sama sekali dari tahun sebelumnya. Setelah titik terendah tersebut, pertumbuhan perlahan membaik sebelum akhirnya melonjak drastis pasca tahun 2021.
Berdasarkan peringkat regional ASEAN, posisi Laos tidak mengalami perubahan selama 10 tahun berturut-turut, tetap berada di peringkat 3 dari 10 negara kawasan. Peringkat ini tetap terjaga meskipun terjadi lonjakan pertumbuhan dalam tiga tahun terakhir, karena negara lain di atasnya juga mencatat peningkatan nilai PDB PPP secara bersamaan.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sulawesi Tenggara 2015 - 2024)
Jika dibandingkan dengan negara lain di kawasan ASEAN, nilai PDB PPP Laos tahun 2024 berada jauh di atas negara dengan nilai terendah yakni Brunei Darussalam. Sementara secara peringkat pertumbuhan tahunan, Laos menjadi negara dengan pertumbuhan PDB PPP tertinggi se-ASEAN tahun 2024, jauh melampaui rata-rata pertumbuhan kawasan yang hanya di bawah 2 persen.
IMF juga merilis proyeksi PDB PPP Laos sampai tahun 2030. Setelah pertumbuhan 14,36 persen pada 2024, diproyeksikan terjadi kontraksi laju pertumbuhan menjadi 4,17 persen pada 2025. Kontraksi disini berarti laju peningkatan nilai PDB PPP akan melambat secara signifikan, bukan berarti nilai total PDB PPP mengalami penurunan. Nilai total PDB PPP masih diproyeksikan terus naik setiap tahun sampai akhir dekade.
Proyeksi sampai tahun 2030 menunjukkan laju pertumbuhan akan kembali meningkat secara bertahap mulai tahun 2026, dengan puncak pertumbuhan proyeksi terjadi pada tahun 2030 sebesar 6,96 persen. Meskipun tidak akan kembali mencapai lonjakan pertumbuhan di atas 10 persen seperti periode 2022-2024, kondisi ekonomi Laos diproyeksikan tetap mengalami perbaikan berkelanjutan dengan laju pertumbuhan yang lebih stabil.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.959 | +0.19 | |
| Neraca perdagangan (Apr) | 89,10 | -97.32 | |
| Ekspor Migas (Apr) | 1,16 | -9.81 | |
| Impor Migas (Apr) | 4,60 | +45.09 | |
| Ekspor (Apr) | 25,30 | +12.32 | |
| Impor (Apr) | 25,21 | +31.28 | |
| Kunjungan Wisman (Apr) | 1,25 | +14.75 | |
| Inflasi yoy (Mei) | 3,08% | +0.66 | |
| Inflasi mom (Mei) | 0,28% | +0.15 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| NTP (Mei) | 113,79 | +1.34 |