- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) merilis data historis PDB Paritas Daya Beli Libya yang menunjukkan nilai 1,98 unit pada tahun 2024. Angka ini mencatat penurunan sebesar 5,3% dibanding tahun 2023, setelah sebelumnya juga terjadi kontraksi 10,78% pada tahun lalu. Kontraksi disini berarti nilai PDB PPP Libya mengalami penyusutan nilai ekonomi riil yang dapat dibelanjakan secara domestik selama dua tahun berturut-turut.
(Baca: Nilai Transaksi DKI Jakarta Tertinggi pada 2025)
Tiga tahun terakhir Libya mencatat fluktuasi sangat ekstrem. Setelah lonjakan 109,13% pada 2021 dan pertumbuhan 33,18% pada 2022, dua tahun kontraksi berturut-turut menghapus sebagian kenaikan tersebut. Rata-rata pertumbuhan tiga tahun terakhir Libya sebesar 5,7 persen, jauh lebih buruk dibanding rata-rata lima tahun terakhir yang tercatat 25,06 persen per tahun.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Libya terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Dalam periode 10 tahun terakhir, kenaikan tertinggi PDB PPP Libya terjadi pada tahun 2021 dengan pertumbuhan lebih dari 100 persen, sementara titik terendah tercatat pada tahun 2015. Anomali lonjakan tahun 2021 merupakan pemulihan sementara setelah kolapsnya produksi minyak pada tahun sebelumnya, tidak didukung struktur ekonomi berkelanjutan sehingga penurunan kembali terjadi dengan cepat sesudahnya.
Peringkat Libya berdasarkan regional Afrika turun satu peringkat, dari posisi 46 pada tahun 2023 menjadi 47 pada tahun 2024. Posisi ini menempatkan Libya di bagian bawah peringkat ekonomi regional, terpaut sangat jauh dari negara dengan pertumbuhan PDB PPP terbaik tiga tahun terakhir di Afrika yaitu Zimbabwe yang mencatat pertumbuhan kumulatif diatas 900 persen pada periode yang sama.
(Baca: Pengeluaran per Kapita Kalimantan Barat 2025: Kenaikan Jadi Rp1,47 Juta per Bulan)
Perbandingan nilai tahun terakhir juga menunjukkan Libya hanya berada diatas sedikit negara seperti Maroko, Tunisia dan Somalia dalam daftar regional. Sementara negara dengan peringkat teratas Afrika seperti Sierra Leone, Madagaskar, dan Uganda mencatat nilai PDB PPP lebih dari 6 kali lipat dibanding nilai Libya saat ini.
Data proyeksi IMF sampai tahun 2030 menunjukkan penurunan nilai PDB PPP Libya akan berlanjut hingga tahun 2028. Proyeksi tersebut mencatat kontraksi masih akan terjadi selama 4 tahun ke depan, sebelum akhirnya terjadi pertumbuhan sangat kecil dibawah 1 persen mulai tahun 2029.
Jika proyeksi ini terwujud, kondisi ekonomi Libya tidak akan mengalami perbaikan berarti hingga akhir dekade ini. Seluruh keuntungan pertumbuhan pesat pada tahun 2021 dan 2022 akan terhapus seluruhnya pada tahun 2027, yang akan mengembalikan nilai PDB PPP Libya ke level yang sama dengan kondisi sebelum pemulihan minyak tahun 2021.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Agu) | 3,19% | +0.31 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.942 | +0.24 | |
| PDB ADHK (Q2) | 3.576,20 | +3.73 | |
| Neraca perdagangan (Jul) | 121,90 | -127.06 | |
| Ekspor Migas (Jul) | 787,60 | -26.07 | |
| Impor Migas (Jul) | 3,77 | -17.33 | |
| Ekspor (Jul) | 26,22 | +2.98 | |
| Impor (Jul) | 26,09 | +0.72 | |
| Kunjungan Wisman (Jul) | 1,53 | +9.99 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |