PDB

PDB Paritas Daya Beli (PPP) Malta 2015 - 2024

1
Agus Dwi Darmawan 23/04/2026 09:47 WIB
Image Loader
Memuat...
PDB Paritas Daya Beli (PPP) Malta 2015 - 2024
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

International Monetary Fund (IMF) mencatat bahwa nilai PDB Paritas Daya Beli (PPP) Malta pada tahun 2024 mencapai 0.56 unit, mengalami peningkatan sebesar 0.73% dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 0.55 unit. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023: 0.547 unit), nilai 2024 lebih tinggi sebesar sekitar 0.013 unit, menunjukkan pemulihan setelah penurunan pada tahun 2022. Sedangkan dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023: 0.552 unit), nilai 2024 juga sedikit lebih tinggi, menandakan bahwa kondisi ekonomi Malta dalam hal daya beli implisit mulai pulih ke level sebelum periode kontraksi parah.

(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Saint VIncent dan Grenadines 2015 - 2024)

Dalam dekade terakhir (2015-2024), nilai tertinggi PDB PPP Malta dicapai pada tahun 2017 dan 2018 sebesar 0.59 unit, sedangkan nilai terendah adalah tahun 2022 sebesar 0.54 unit. Anomali terjadi pada tahun 2019, di mana nilai turun tajam dari 0.59 unit menjadi 0.56 unit, disertai dengan kontraksi pertumbuhan sebesar 3.92% — ini adalah penurunan terbesar dalam dekade tersebut, yang mengakhiri periode pertumbuhan positif selama empat tahun (2015-2018). Setelah anomali tersebut, nilai PDB PPP Malta terus menurun hingga tahun 2022 sebelum mulai naik kembali pada 2023 dan 2024.

Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Malta terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).

Berdasarkan peringkat regional di Eropa, posisi Malta untuk PDB PPP terus menurun selama tiga tahun terakhir. Pada tahun 2021, Malta berada di peringkat 30, lalu turun ke peringkat 31 pada 2022, 32 pada 2023, dan akhirnya peringkat 33 pada 2024. Peningkatan peringkat ke bawah ini menunjukkan bahwa daya beli implisit Malta tidak tumbuh secepat negara-negara lain di wilayah Eropa, sehingga posisinya semakin tergeser ke belakang.

(Baca: Nilai Ujian Tes Terstandar Masuk ke SMA11 Kota Depok 2025)

IMF memproyeksikan nilai PDB PPP Malta untuk periode 2025-2030 akan mengalami fluktuasi kecil. Tahun 2025, nilai diperkirakan turun sebesar 0.18% menjadi 0.554 unit (kontraksi yang menunjukkan penurunan kecil dalam daya beli implisit), lalu stagnan pada 0.554 unit pada tahun 2026. Selanjutnya, nilai akan naik sebesar 0.18% ke 0.555 unit pada 2027, turun kembali 0.18% ke 0.554 unit pada 2028, naik lagi 0.18% ke 0.555 unit pada 2029, dan akhirnya naik 0.18% ke 0.556 unit pada 2030. Fluktuatif di sini berarti nilai PDB PPP akan bergerak naik dan turun dengan selisih yang sangat kecil (sekitar 0.001 unit) setiap tahun, tanpa ada pertumbuhan atau penurunan signifikan dalam jangka panjang.

Dibandingkan dengan negara-negara lain di Eropa, posisi Malta jauh di belakang lima negara teratas berdasarkan PDB PPP tahun 2024. Lima negara teratas adalah Islandia (peringkat 1, nilai 152.192 unit), Serbia (peringkat 2, nilai 47.346 unit), Albania (peringkat 3, nilai 42.734 unit), North Macedonia (peringkat 4, nilai 18.845 unit), dan Republik Ceko (peringkat 5, nilai 12.906 unit). Nilai PDB PPP Malta sebesar 0.56 unit jauh lebih rendah dibandingkan kelima negara ini, menunjukkan bahwa daya beli implisit di Malta masih jauh lebih lemah dibandingkan negara-negara tersebut.

Pertumbuhan tahunan PDB PPP Malta menunjukkan pola yang jelas: periode pertumbuhan positif menurun dari 2015 hingga 2018 (3.21% pada 2015, 1.04% pada 2016, 0.34% pada 2017, 0.17% pada 2018), kemudian periode kontraksi selama empat tahun (2019-2022) dengan penurunan sebesar 3.92%, 1.06%, 1.08%, dan 1.81% berturut-turut. Setelah itu, Malta mulai mengalami pertumbuhan positif kembali pada 2023 (1.66%) dan 2024 (0.73%), meskipun laju pertumbuhannya masih rendah dibandingkan periode sebelum 2019.

Data Populer

Loading...