Jumlah Sekolah SMA di Gorontalo | 2025

1
Agus Dwi Darmawan 23/04/2026 12:22 WIB
Image Loader
Memuat...
Jumlah Sekolah SMA di Gorontalo 2018 - 2025
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan jumlah Sekolah SMA di Provinsi Gorontalo dari tahun 2018 hingga 2024 menunjukkan stabilisasi setelah periode peningkatan. Dari 63 unit pada 2018, jumlah SMA bertambah bertahun-tahun hingga mencapai 71 unit pada 2023 dan tetap di angka tersebut pada 2024 (data 2025 belum tersedia). Secara nasional, Gorontalo berada di peringkat 33 selama tahun 2018-2023, sebelum turun ke peringkat 34 pada 2024. Sementara itu, jumlah penduduk usia sekolah 16-18 tahun mengalami penurunan bertahap, dari 64.400 jiwa pada 2018 menjadi 60.190 jiwa pada 2023, dengan peringkat nasional tetap 32 hingga 2022 sebelum turun ke 33 pada 2023.

(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Bengkulu | 2025)

Data pendukung BPS menunjukkan bahwa pada tahun 2024, jumlah SMA Negeri di Gorontalo mencapai 62 unit, sedangkan SMA Swasta sebanyak 9 unit, tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya. Secara persentase, SMA Negeri mendominasi dengan 87,3% dari total SMA di provinsi ini, sementara SMA Swasta hanya 12,7%. Jumlah siswa SMA juga mengalami penurunan ringkas: 30.073 siswa negeri (turun 1% dari 2023) dan 1.211 siswa swasta (turun 4,6% dari 2023). Angka Partisipasi Murni (APM) SMA tahun 2025 meningkat menjadi 64%, naik 5,6% dibandingkan tahun 2024.

BPS juga mencatat penurunan jumlah guru SMA di Gorontalo pada tahun 2024. Total guru SMA mencapai 2.020 orang, turun 2,6% dari 2.073 orang pada tahun 2023. Dibagi menurut jenis sekolah, jumlah kepala sekolah dan guru SMA Negeri sebanyak 1.911 orang (turun 2% dari 2023), sedangkan SMA Swasta sebanyak 109 orang (turun 11,4% dari 2023). Penurunan jumlah tenaga pendidik di SMA Swasta lebih signifikan dibandingkan negeri.

(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Jawa Barat | 2025)

Perkembangan data SMA di Gorontalo menunjukkan dinamika yang beragam. Meskipun jumlah sekolah stabil dan APM meningkat, penurunan jumlah siswa dan guru menjadi catatan penting. Penurunan peringkat nasional jumlah SMA dan penduduk usia sekolah juga menunjukkan bahwa Gorontalo masih perlu upaya untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan SMA. Peningkatan APM menjadi titik positif yang dapat menjadi dasar untuk pengembangan lebih lanjut di tahun mendatang.

Data Populer

Loading...