Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Palangkaraya pada Desember 2024, berkurang 0,11% menjadi 5,02% dibandingkan dengan Desember 2023. Dalam tujuh semester terakhir, tingkat pengangguran terbuka (TPT) mengalami tren penurunan melanjutkan tren semester sebelumnya yang juga sedang dalam masa penurunan.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
(Baca: Jumlah Penduduk Bekerja di Kota Jakarta Timur 1,44 Juta dan Angka Pengangguran 6,95%)
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
(Baca: Jumlah Angkatan Kerja dan Persentase Pengangguran di Kabupaten Bengkulu Tengah)
Sejak Desember 2018, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Palangkaraya menunjukkan tren pengurangan dari sisi jumlah dan lima semester setelah pandemi Covid-19 yang berlangsung mulai Maret 2020 turut mendorong tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun di Kota Palangkaraya.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 149 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2024 yakni 4,1%.
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) ini, tercermin dari angka penduduk yang bekerja dan jumlah angkatan kerja yang dipublish BPS tahun ini. Jumlah angkatan kerja di Kota Palangkaraya mengalami trend kenaikan dalam 17 tahun terakhir. Kemudian usai pandemi covid berakhir, untuk lima tahun terakhir, jumlah angkatan kerja juga dalam tren naik. Tercatat pada tahun 2022 jumlah angkatan kerja sebanyak 148,14 ribu pekerja, kemudian jumlahnya naik dari tahun sebelumnya sebanyak 5.272 pekerja menjadi 153,88 ribu pekerja pada tahun 2024.
Sedangkan untuk jumlah penduduk yang bekerja, Jumlah pekerja di Kota Palangkaraya dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2022 tercatat 139,78 ribu pekerja, pada 2023 kemudian meningkat menjadi 140,99 ribu pekerja dan untuk 2024 tercatat sebanyak 146,16 ribu pekerja.
Turunnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Palangkaraya tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini yang juga terus meningkat di tahun 2024. Perekonomian di wilayah ini pada 2024 lalu tercatat 6,62 persen. Sebelumnya pada 2023 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 6,57 persen.
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terbesar di provinsi Kalimantan Tengah pada 2024 yakni :
- Kota Palangkaraya 5,02%
- Kabupaten Sukamara 4,95%
- Kabupaten Katingan 4,88%
- Kabupaten Barito Utara 4,71%
- Kabupaten Kota Waringin Timur 4,63%
- Kabupaten Kota Waringin Barat 4,42%
- Kabupaten Barito Selatan 4,12%
- Kabupaten Kapuas 3,61%
- Kabupaten Seruyan 3,47%
- Kabupaten Barito Timur 3,26%
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terkecil pada 2024 yakni :
- Kabupaten Pulang Pisau 1,99%
- Kabupaten Murung Raya 2,9%
- Kabupaten Gunung Mas 3,12%
- Kabupaten Lamandau 3,17%
- Kabupaten Barito Timur 3,26%
- Kabupaten Seruyan 3,47%
- Kabupaten Kapuas 3,61%
- Kabupaten Barito Selatan 4,12%
- Kabupaten Kota Waringin Barat 4,42%
- Kabupaten Kota Waringin Timur 4,63%