- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Menurut data International Monetary Fund (IMF), PDB Paritas Daya Beli (PPP) Togo pada tahun 2024 mencapai nilai 193.86 unit, menunjukkan penurunan turun 0.21% dibandingkan tahun 2023 (194.28). Dalam tiga tahun terakhir (2022-2024), laju penurunan semakin melambat: dari -3.24% pada 2022, -0.69% pada 2023, hingga 0.21% pada 2024. Dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) turun 2.64%, rata-rata tiga tahun terakhir (-1.38%) menunjukkan kondisi yang sedikit lebih baik meskipun masih dalam tren penurunan. Peringkat regional Togo juga turun menjadi 23 pada 2024 dari 22 pada tahun sebelumnya.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Togo terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa Kab. Kota Waringin Timur | 2024)
Data historis IMF menunjukkan nilai tertinggi PDB PPP Togo tercatat pada tahun 2015 sebesar 240.36 unit, sedangkan nilai terendah adalah pada tahun 2024. Selama 10 tahun terakhir (2015-2024), Togo mengalami penurunan PDB PPP secara konsisten setiap tahun dengan laju yang bervariasi: penurunan paling tajam terjadi pada 2020 (-4.63%) dan 2019 (-4.42%), kemudian laju penurunan mulai melambat pada tahun-tahun berikutnya. Tidak ada anomali signifikan dalam tren ini, karena penurunan terjadi secara berkelanjutan tanpa lonjakan positif yang signifikan.
Dalam perbandingan regional Afrika, Togo menempati peringkat 23 pada tahun 2024. Negara dengan PDB PPP tertinggi di Afrika adalah Sierra Leone (peringkat 1), diikuti oleh Guinea (peringkat 2), sementara Somalia berada di posisi terendah (peringkat 50). Togo berada di bawah posisi Benin (peringkat 21) dan Burkina Faso (peringkat 17), tetapi di atas Mauritania (peringkat 24) dan Mali (peringkat 20). Peringkat Togo terus menurun sejak tahun 2015 (dari peringkat 14), menunjukkan kemampuan daya beli mata uang Togo semakin lemah dibandingkan rekan regionalnya.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Saint VIncent dan Grenadines 2015 - 2024)
IMF memproyeksikan nilai PDB PPP Togo akan mengalami kontraksi (penurunan nilai yang menunjukkan daya beli mata uang Togo semakin berkurang dibandingkan rata-rata global) turun 0.64% pada 2025 menjadi 192.62 unit, dan -0.18% pada 2026 menjadi 192.27 unit. Pada tahun 2027 hingga 2030, proyeksi menunjukkan pertumbuhan positif kecil: 0.16% pada 2027, 0.17% pada 2029, dan 0.13% pada 2030. Dibandingkan kondisi 2024, proyeksi jangka pendek menunjukkan penurunan lebih lanjut, sedangkan jangka menengah menunjukkan stabilisasi dengan kenaikan minor.
Dibandingkan negara lain di Afrika, sebagian besar rekan regional mengalami pertumbuhan PDB PPP positif, seperti Zimbabwe (955.09%), Nigeria (11.75%), dan Sao Tome dan Principe (12.48%). Hanya beberapa negara seperti Libya (-5.30%) dan Senegal (-1.74%) yang mengalami penurunan. Tren penurunan konsisten Togo selama dekade terakhir membuat posisinya semakin ketinggalan dibandingkan banyak negara Afrika yang berhasil meningkatkan daya beli mata uang mereka.