Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran untuk aneka barang dan jasa per kapita sebulan di Kabupaten Kota Waringin Timur tahun 2024 mencapai 456.773 rupiah, mengalami pertumbuhan sebesar 50,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menjadi pengeluaran tertinggi dalam periode 7 tahun terakhir, mulai dari tahun 2018 hingga 2024. Sebelumnya, pengeluaran tahun 2023 sebesar 303.782 rupiah, sehingga selisih pengeluaran dengan tahun sebelumnya mencapai 152.990 rupiah. Data pendukung menunjukkan pengeluaran terbesar di kategori ini untuk makanan jadi sebesar 236.599 rupiah per kapita sebulan, diikuti oleh rokok dan tembakau sebesar 178.847 rupiah.
(Baca: Daftar 10 Siswa Lolos Ujian Masuk SMA NEGERI 10 DEPOK 2025)
Pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di wilayah ini mengalami fluktuasi selama 7 tahun. Tahun 2018, angka pengeluaran sebesar 273.203 rupiah, lalu turun secara signifikan menjadi 216.209 rupiah pada tahun 2019 dengan pertumbuhan negatif 20,9 persen. Penurunan ini menjadi anomali dibandingkan periode lain, karena tahun-tahun berikutnya tidak mengalami penurunan sebesar itu. Tahun 2020, pengeluaran naik kembali menjadi 268.332 rupiah dengan pertumbuhan 24,1 persen, dan terus naik sedikit menjadi 275.869 rupiah pada tahun 2021 dengan pertumbuhan 2,8 persen. Tahun 2022, pengeluaran turun sedikit menjadi 255.234 rupiah dengan pertumbuhan negatif 7,5 persen, sebelum naik kembali menjadi 303.782 rupiah pada tahun 2023 dengan pertumbuhan 19 persen.
Berdasarkan data BPS, Kabupaten Kota Waringin Timur menempati rank pertama dalam pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di antara kabupaten/kota seprovinsi Kalimantan Tengah tahun 2024. Rank ini menunjukkan posisi wilayah ini lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Seruyan yang berada di rank kedua dengan pengeluaran 410.127 rupiah, dan Kota Palangkaraya di rank ketiga dengan pengeluaran 352.262 rupiah. Dibandingkan seluruh kabupaten/kota se-Indonesia, wilayah ini berada di rank ke-34. Pertumbuhan pengeluaran tahun 2024 juga menjadi tertinggi di provinsi, jauh melebihi pertumbuhan Kabupaten Murung Raya sebesar 43,4 persen dan Kabupaten Barito Selatan sebesar 47 persen.
Jika dibandingkan dengan rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023), pengeluaran tahun 2024 sebesar 456.773 rupiah lebih tinggi sebesar sekitar 180.000 rupiah. Rata-rata pengeluaran tiga tahun tersebut adalah 278.295 rupiah. Dibandingkan lima tahun terakhir (2019-2023), rata-rata pengeluaran sebesar 263.886 rupiah, sehingga tahun 2024 menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan rata-rata tersebut. Peningkatan ini didukung oleh peningkatan pengeluaran pada berbagai kategori, seperti makanan jadi, rokok dan tembakau, serta perawatan.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Saint VIncent dan Grenadines 2015 - 2024)
Kota Palangkaraya
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Palangkaraya tahun 2024 sebesar 1.092.813 rupiah, mengalami pertumbuhan 6,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 1.026.071 rupiah. Wilayah ini menempati rank pertama dalam kategori ini di provinsi Kalimantan Tengah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan dan bukan makanan tahun 2024 sebesar 1.929.998 rupiah, turun sedikit dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 2.070.682 rupiah dengan pertumbuhan negatif 6,8 persen, dan berada di rank kedua di provinsi. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan tahun 2024 sebesar 837.185 rupiah, naik sebesar 13,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 737.170 rupiah, dan berada di rank kedelapan di provinsi.
Kabupaten Lamandau
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Lamandau tahun 2024 sebesar 1.020.716 rupiah, mengalami pertumbuhan 4,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 974.456 rupiah, dan menempati rank kedua di provinsi. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan dan bukan makanan tahun 2024 sebesar 2.076.552 rupiah, turun sedikit sebesar 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 2.532.945 rupiah, namun tetap berada di rank pertama di provinsi. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan tahun 2024 sebesar 1.055.836 rupiah, naik sedikit sebesar 0,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 1.053.257 rupiah, dan menempati rank pertama di provinsi.
Kabupaten Kota Waringin Barat
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Kota Waringin Barat tahun 2024 sebesar 902.927 rupiah, mengalami pertumbuhan 1,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 886.461 rupiah, dan menempati rank ketiga di provinsi. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan dan bukan makanan tahun 2024 sebesar 1.852.161 rupiah, turun sedikit sebesar 6,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 1.973.894 rupiah, dan berada di rank ketiga di provinsi. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan tahun 2024 sebesar 949.234 rupiah, naik sebesar 13,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 837.678 rupiah, dan menempati rank ketiga di provinsi.
Kabupaten Sukamara
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Sukamara tahun 2024 sebesar 824.909 rupiah, turun sedikit sebesar 8,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 898.279 rupiah, dan menempati rank kelima di provinsi. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan dan bukan makanan tahun 2024 sebesar 1.791.631 rupiah, turun sedikit sebesar 5,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 1.888.622 rupiah, dan berada di rank keempat di provinsi. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan tahun 2024 sebesar 966.722 rupiah, turun sedikit sebesar 3,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 1.002.335 rupiah, dan menempati rank kedua di provinsi.