Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan Kabupaten Sambas tahun 2024 mencapai 6,53 persen, turun sedikit 0,55 poin dari tahun sebelumnya (7,08 persen). Jumlah penduduk miskin 35.870 orang, turun 2.840 orang, sedangkan jumlah penduduk total 648.307 jiwa naik sedikit 4.902 jiwa.
Dari data historis 2004-2024, persentase kemiskinan Sambas tertinggi di 2006 (16,77 persen) dan terendah di 2024 (6,53 persen). Pertumbuhan terendah di 2007 (-16,52 persen), tertinggi di 2006 (11,06 persen). Rata-rata 3 tahun terakhir 6,84 persen, 5 tahun terakhir 7,16 persen, jadi 2024 lebih baik dari kedua rata-rata.
(Baca: Anggaran Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat di Kalimantan Tengah | 2026)
Dibandingkan tetangga Kalbar, persentase kemiskinan Sambas (6,53 persen) berada di antara Bengkayang (6 persen) dan Kapuas Hulu (7,4 persen). Jumlah penduduk miskinnya lebih banyak dari Bengkayang tapi lebih sedikit dari Ketapang, dengan pertumbuhan penurunan lebih besar dari Bengkayang tapi lebih kecil dari Kapuas Hulu.
Kabupaten Bengkayang
Menduduki peringkat 401 se-Indonesia, persentase kemiskinan tahun 2024 adalah 6 persen dengan pertumbuhan -4,46 persen. Jumlah penduduk miskin 16.350 orang, total penduduk 294.399 jiwa naik 0,91 persen. Garis kemiskinan 440,39 ribu rupiah per kapita/bulan, pendapatan per kapita 40,33 juta rupiah/tahun. Jumlah penduduknya lebih kecil dari Sambas sehingga penduduk miskinnya juga lebih sedikit.
Kabupaten Mempawah
Dengan peringkat 448 se-Indonesia, persentase kemiskinan 4,83 persen (terendah di tetangga) dengan pertumbuhan -7,29 persen. Jumlah penduduk miskin 13.220 orang, total penduduk 313.046 jiwa naik 0,98 persen. Garis kemiskinan 471,85 ribu rupiah per kapita/bulan, pendapatan per kapita 39,51 juta rupiah/tahun. Kondisi kemiskinan lebih baik dari Sambas dengan persentase yang jauh lebih rendah.
Kabupaten Kapuas Hulu
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Mataram Periode 2004 - 2024)
Menduduki peringkat 329 se-Indonesia, persentase kemiskinan 7,4 persen dengan pertumbuhan -9,31 persen. Jumlah penduduk miskin 20.770 orang, total penduduk 274.915 jiwa naik 2,26 persen. Garis kemiskinan 572,64 ribu rupiah per kapita/bulan, pendapatan per kapita 53,96 juta rupiah/tahun. Persentase kemiskinan lebih tinggi dari Sambas tapi penduduk miskinnya lebih sedikit karena jumlah penduduk lebih kecil.
Kabupaten Ketapang
Dengan peringkat 288 se-Indonesia, persentase kemiskinan 8,5 persen dengan pertumbuhan -8,11 persen. Jumlah penduduk miskin 46.590 orang (tertinggi di tetangga), total penduduk 581.859 jiwa naik 0,71 persen. Garis kemiskinan 570,64 ribu rupiah per kapita/bulan, pendapatan per kapita 65,21 juta rupiah/tahun. Pendapatan per kapita lebih tinggi dari Sambas tapi persentase kemiskinan juga lebih tinggi.
Kabupaten Sekadau
Menduduki peringkat 416 se-Indonesia, persentase kemiskinan 5,66 persen dengan pertumbuhan -3,31 persen. Jumlah penduduk miskin 11.690 orang, total penduduk 223.500 jiwa naik 2 persen. Garis kemiskinan 414,78 ribu rupiah per kapita/bulan, pendapatan per kapita 42,39 juta rupiah/tahun. Kondisi kemiskinan lebih baik dari Sambas dengan persentase yang lebih rendah.
Kabupaten Sintang
Dengan peringkat 308 se-Indonesia, persentase kemiskinan 8,03 persen dengan pertumbuhan -1,83 persen. Jumlah penduduk miskin 35.180 orang (hampir sama dengan Sambas), total penduduk 446.255 jiwa naik 2,27 persen. Garis kemiskinan 670,85 ribu rupiah per kapita/bulan, pendapatan per kapita 46,17 juta rupiah/tahun. Jumlah penduduk lebih kecil dari Sambas tapi persentase kemiskinan lebih tinggi sehingga penduduk miskinnya hampir sama.