Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kota Bandar Lampung, pada 2024 tercatat Rp79,85 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 4,97% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp74,49 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 3,12%.
(Baca: Harga Bawang Putih Ukuran sedang di Pasar Tradisional Provinsi Aceh Sebulan Terakhir Turun 2,08%)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 1,07 juta jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp65.759 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 164.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor industri pengolahan menjadi unggulan.
Sektor industri pengolahan di Kota Bandar Lampung merupakan sektor andalan dan menyumbang kontribusi terbesar PDRB pada 2024 lalu dengan nilai mencapai Rp15,4 jutajuta. Nominal ini tumbuh 4,16% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat Rp14,24 jutajuta.
Setelahnya sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 8,26% menjadi Rp14,63 jutajuta kemudian diikuti oleh PDRB sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor yang kali ini tumbuh 3,08% menjadi Rp11,73 jutajuta.
(Baca: Harga Bawang Putih di Pasar Modern Periode April 2025-2026)
Terakhir, PDRB di Kota Bandar Lampung, untuk urutan lima besar adalah informasi dan komunikasi dengan nilai Rp4,53 jutajuta. Menurut BPS, sektor ini selama setahun terakhir berhasil tumbuh 7,38% dari capaian sebelumnya yang tercatat Rp4,19 jutajuta.
Distribusi PDRB di Kota Bandar Lampung pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kota Bandar Lampung ini adalah sektor industri pengolahan dengan kontribusi mencapai 18,42%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor transportasi dan pergudangan, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor konstruksi, dan sektor informasi dan komunikasi.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial,Sektor Jasa Lainnya,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang dan Sektor Pengadaan Listrik dan Gas.