- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Menurut data International Monetary Fund (IMF), PDB Paritas Daya Beli (PPP) Uzbekistan pada tahun 2024 mencapai 3365,59 unit, menunjukkan peningkatan sebesar 10,67% dibandingkan tahun 2023. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023) yang sebesar 2799,6 unit, nilai 2024 lebih tinggi sebesar 20,2%. Sedangkan dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023) sebesar 2572,9 unit, peningkatan mencapai 30,8%, menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang konsisten dan lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Republik Persatuan Tanzania 2015 - 2024)
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Uzbekistan terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Dalam sepuluh tahun terakhir (2015-2024), pertumbuhan PDB PPP Uzbekistan menunjukkan tren peningkatan secara umum, dengan puncak pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2017 sebesar 31,33% dan pertumbuhan terendah pada tahun 2022 sebesar 6,85%. Tahun 2017 menjadi tahun anomali karena pertumbuhannya lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya (2016 sebesar 7,91%), yang membuat nilai PDB PPP melonjak dari 1091,1 unit menjadi 1432,91 unit. Setelah tahun 2017, pertumbuhan tetap positif dan stabil di kisaran 6,85% hingga 17,3% setiap tahun.
Secara peringkat regional di Asia, Uzbekistan tetap memegang peringkat pertama untuk indikator PDB PPP pada tahun 2024, sama seperti tahun-tahun sebelumnya sejak 2015. Peringkat ini tidak mengalami perubahan karena pertumbuhan ekonomi Uzbekistan tetap lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain di wilayah Asia dalam periode yang sama, tanpa ada negara yang mampu menyaingi performa pertumbuhan PDB PPP-nya.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Filipina 2015 - 2024)
IMF juga memberikan proyeksi PDB PPP Uzbekistan untuk tahun 2025 hingga 2030. Proyeksi tahun 2025 mencapai 3710,27 unit dengan pertumbuhan 10,24%, yang sedikit menurun dibandingkan pertumbuhan 2024 namun masih menunjukkan peningkatan nilai. Selanjutnya, pertumbuhan diperkirakan melambat secara bertahap hingga mencapai 5,06% pada tahun 2029 dan 2030, meskipun nilai PDB PPP terus meningkat menjadi 4901,5 unit pada tahun 2030.
Dibandingkan negara lain di Asia dengan pertumbuhan terburuk dalam tiga tahun terakhir, yaitu Timor Timur dengan pertumbuhan negatif turun 2,875%, pertumbuhan PDB PPP Uzbekistan jauh lebih positif dan stabil. Secara peringkat, Uzbekistan berada di posisi pertama di Asia, sedangkan Timor Timur berada di posisi ke-24, menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam performa ekonomi kedua negara dalam periode yang sama.