PDB

PDB Paritas Daya Beli (PPP) Filipina 2015 - 2024

1
Agus Dwi Darmawan 18/02/2026 09:37 WIB
Image Loader
Memuat...
PDB Paritas Daya Beli (PPP) Filipina 2015 - 2024
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

International Monetary Fund (IMF) mencatat bahwa PDB Paritas Daya Beli (PPP) Filipina pada tahun 2024 mencapai nilai 19.36 unit. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023) sebesar 19.24 unit, nilai ini menunjukkan kenaikan sebesar 0.62%. Namun, dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023) sebesar 19.38 unit, nilai 2024 sedikit lebih rendah sebesar 0.1%. Selama tiga tahun terakhir, Filipina mengalami kontraksi pada 2022 (nilai turun dari 19.38 menjadi 19.08 dengan laju penurunan 1.53%), kemudian pemulihan kecil pada 2023 (naik 0.96%) dan 2024 (naik 0.49%).

Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Filipina terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).

(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Panama 2015 - 2024)

Dalam dekade terakhir (2015-2024), nilai PDB PPP Filipina tertinggi tercatat pada tahun 2018 sebesar 19.96 unit, sedangkan terendah pada tahun 2022 sebesar 19.08 unit. Anomali terjadi pada tahun 2022, di mana laju penurunan nilai PDB PPP sebesar 1.53% merupakan penurunan terbesar dalam dekade tersebut, melebihi penurunan tahun 2020 sebesar 1.5% akibat dampak pandemi COVID-19.

Secara peringkat regional ASEAN, Filipina tetap berada di peringkat ke-6 pada tahun 2024, sama seperti tahun-tahun sebelumnya sejak 2015. Dibandingkan negara ASEAN dengan pertumbuhan PDB PPP terbaik dalam tiga tahun terakhir, yaitu Laos dengan pertumbuhan sebesar 14.35%, Filipina menunjukkan performa yang jauh lebih rendah dengan rata-rata pertumbuhan negatif sebesar 0.03% selama periode yang sama. Peringkat Filipina juga tetap di belakang Vietnam (peringkat 1), Indonesia (peringkat 2), dan Laos (peringkat 3).

(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Latvia 2015 - 2024)

IMF memproyeksikan nilai PDB PPP Filipina akan mengalami kontraksi pada tahun 2025, yaitu turun dari 19.36 unit menjadi 19.266 unit dengan laju penurunan sebesar 0.47%. Setelah itu, proyeksi menunjukkan pemulihan mulai tahun 2026 hingga 2030, dengan nilai bertumbuh sebesar 0.21% pada 2026, dan laju pertumbuhan sekitar 0.6% per tahun pada 2027-2030. Proyeksi ini menunjukkan kondisi ekonomi Filipina akan sedikit memburuk pada 2025 sebelum membaik secara bertahap di tahun berikutnya.

Selama 10 tahun terakhir, nilai PDB PPP Filipina menunjukkan pola fluktuatif yang jelas: periode kenaikan berturut-turut selama tiga tahun (2015-2018) dengan laju pertumbuhan meningkat dari 0.33% hingga 1.35% mencapai puncak pada 2018, kemudian periode penurunan berturut-turut selama empat tahun (2019-2022) dengan laju penurunan berkisar antara 0.34% hingga 1.53% mencapai titik terendah pada 2022, dan periode pemulihan kecil pada 2023 dan 2024 dengan laju pertumbuhan sekitar 0.5-1% per tahun.

Data Populer

Loading...