Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk perawatan kulit di Kabupaten Bantaeng mencapai 80.457 rupiah pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 144,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang menjadi kenaikan tertinggi dalam periode 7 tahun terakhir. Pengeluaran ini juga menduduki peringkat kedua di antara kabupaten/kota seprovinsi Sulawesi Selatan dan peringkat kesebelas di pulau Sulawesi.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kab. Magelang | 2024)
Lihat dari data historis periode 2018 hingga 2024, pengeluaran perawatan kulit di Kabupaten Bantaeng mengalami fluktuasi yang cukup signifikan. Tahun 2019, pengeluaran sedikit turun sebesar 4,8 persen menjadi 19.426 rupiah dari tahun 2018 yang sebesar 20.396 rupiah. Kemudian, pengeluaran naik kembali sebesar 12,6 persen pada tahun 2020, dan terus sedikit naik sebesar 1,5 persen pada tahun 2021. Pengeluaran tertinggi pertumbuhan sebelum tahun 2024 terjadi pada tahun 2022 dengan kenaikan sebesar 64,2 persen, sebelum sedikit turun sebesar 9,8 persen pada tahun 2023.
Dibandingkan dengan pengeluaran masyarakat secara keseluruhan, pengeluaran perawatan kulit di Kabupaten Bantaeng tahun 2024 menyumbang sekitar 3,83 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa yang sebesar 2.099.46 rupiah. Jika dibandingkan dengan pengeluaran untuk kecantikan secara umum, pengeluaran perawatan kulit menyumbang sekitar 19,88 persen dari total pengeluaran kecantikan yang sebesar 40.477 rupiah per kapita sebulan. Pengeluaran perawatan kulit juga lebih rendah dibandingkan pengeluaran untuk sabun mandi yang sebesar 53.128 rupiah dan jauh lebih rendah dibandingkan pengeluaran untuk makanan jadi yang sebesar 241.707 rupiah per kapita sebulan.
Dari data perbandingan dengan kabupaten/kota lain di Sulawesi Selatan, pengeluaran perawatan kulit tertinggi di provinsi tersebut dimiliki oleh Kota Makassar dengan 110.832 rupiah per kapita sebulan pada tahun 2024, meskipun mengalami penurunan sebesar 8 persen dari tahun sebelumnya. Kabupaten Enrekang menduduki peringkat ketiga dengan pengeluaran 72.879 rupiah, yang mengalami pertumbuhan sebesar 100,6 persen. Kota Parepare berada di peringkat keempat dengan 62.705 rupiah, namun mengalami penurunan sebesar 29,3 persen. Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan berada di peringkat kelima dengan 61.305 rupiah, yang naik sebesar 45,5 persen dari tahun sebelumnya.
Kota Makassar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Makassar pada tahun 2024 mencapai 1.803.702 rupiah, yang mengalami penurunan sebesar 3,6 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan di Kota Makassar sebesar 791.682 rupiah per kapita sebulan, naik sebesar 5,7 persen dari tahun sebelumnya, sedangkan pengeluaran untuk bukan makanan sebesar 1.012.020 rupiah, naik sebesar 8,9 persen. Kota Makassar menduduki peringkat pertama di provinsi Sulawesi Selatan untuk kedua jenis pengeluaran ini, menunjukkan bahwa masyarakat Kota Makassar masih memiliki daya beli yang tinggi dibandingkan wilayah lain di provinsi.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Australia 2015 - 2024)
Kabupaten Enrekang
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Enrekang pada tahun 2024 sebesar 1.396.244 rupiah, naik sebesar 9,9 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan di wilayah ini sebesar 737.416 rupiah per kapita sebulan, yang mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 49,7 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk bukan makanan sebesar 658.827 rupiah per kapita sebulan, naik sebesar 53,3 persen. Kabupaten Enrekang menduduki peringkat kelima untuk pengeluaran total dan peringkat keempat untuk pengeluaran makanan di provinsi Sulawesi Selatan, menunjukkan peningkatan daya beli masyarakat yang cukup pesat.
Kota Parepare
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Parepare pada tahun 2024 sebesar 1.535.908 rupiah, mengalami penurunan sebesar 11,2 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan di kota ini sebesar 621.292 rupiah per kapita sebulan, naik sebesar 5,2 persen, sedangkan pengeluaran untuk bukan makanan sebesar 914.616 rupiah, naik sebesar 28,5 persen. Kota Parepare menduduki peringkat ketiga untuk pengeluaran total dan peringkat kesebelas untuk pengeluaran makanan di provinsi Sulawesi Selatan, menunjukkan bahwa penurunan total pengeluaran disebabkan oleh penurunan pengeluaran tahun sebelumnya yang cukup besar.
Kabupaten Bantaeng
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Bantaeng pada tahun 2024 sebesar 1.359.035 rupiah, naik sebesar 14,5 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan di wilayah ini sebesar 759.120 rupiah per kapita sebulan, yang mengalami pertumbuhan sebesar 34 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk bukan makanan sebesar 599.915 rupiah per kapita sebulan, naik sebesar 40,5 persen. Kabupaten Bantaeng menduduki peringkat kedelapan untuk pengeluaran total dan peringkat ketiga untuk pengeluaran makanan di provinsi Sulawesi Selatan, menunjukkan bahwa peningkatan pengeluaran perawatan kulit tahun 2024 sejalan dengan peningkatan daya beli masyarakat secara keseluruhan.