Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Magelang tahun 2024 sebesar 95.565 Rupiah, mengalami penurunan sedikit sebesar 0,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selisih pengeluaran dengan tahun 2023 mencapai minus 328 Rupiah, di mana nilai pengeluaran tahun 2023 sebesar 95.893 Rupiah. Pengeluaran ini menyumbang sekitar 54,2 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa yang mencapai 176.211 Rupiah, dan lebih tinggi dibandingkan pengeluaran untuk kecantikan (23.759 Rupiah) dan perawatan (37.134 Rupiah).
(Baca: Cek Harga Emas Hari Ini Sabtu, 7 Maret 2026: Naik ke Rp3,06 Juta)
Mengamati data historis dari tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran rokok dan tembakau di Kabupaten Magelang menunjukkan tren umum naik kecuali beberapa tahun. Tahun 2019, pengeluaran turun sedikit sebesar 1 persen dari tahun 2018 (63.662 Rupiah menjadi 63.025 Rupiah). Tahun 2020 hingga 2023, pengeluaran terus naik dengan pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2023 sebesar 19,6 persen, sebelum mengalami penurunan sedikit di tahun 2024. Rata-rata pengeluaran selama lima tahun terakhir (2019-2023) sebesar 80.448 Rupiah, sedangkan rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023) sebesar 84.377 Rupiah, yang menunjukkan pertumbuhan pengeluaran yang lebih baik dalam tiga tahun terakhir dibanding lima tahun sebelumnya.
Dalam perbandingan seprovinsi Jawa Tengah, Kabupaten Magelang menempati peringkat ke-29 dalam pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2024. Peringkat ini sama dengan posisinya di tahun sebelumnya, karena tidak ada perubahan signifikan dalam nilai pengeluaran yang dapat menggeser peringkatnya. Kabupaten dengan pengeluaran tertinggi di provinsi adalah Kabupaten Pati (151.356 Rupiah) yang mengalami penurunan sedikit sebesar 5,8 persen dari tahun 2023, diikuti oleh Kabupaten Rembang (146.365 Rupiah) dengan pertumbuhan 4,9 persen, Kabupaten Demak (142.988 Rupiah) dengan penurunan 1,3 persen, Kota Semarang (136.682 Rupiah) dengan pertumbuhan 16,6 persen, dan Kabupaten Sragen (135.798 Rupiah) dengan penurunan 1,4 persen.
Pengeluaran per kapita sebulan untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Magelang juga dibandingkan dengan pengeluaran masyarakat untuk kategori lain. Nilai pengeluaran rokok dan tembakau lebih rendah dibandingkan pengeluaran untuk makanan jadi (180.055 Rupiah) dan aneka barang jasa (176.211 Rupiah), tetapi lebih tinggi dibandingkan pengeluaran untuk sabun mandi (46.622 Rupiah) dan kecantikan (23.759 Rupiah). Hal ini menunjukkan bahwa rokok dan tembakau masih menjadi bagian penting dari pengeluaran masyarakat Kabupaten Magelang meskipun nilainya tidak sebesar kategori makanan jadi dan barang jasa umum.
Kota Semarang
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Australia 2015 - 2024)
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Semarang tahun 2024 sebesar 1.322.997 Rupiah, mengalami pertumbuhan sebesar 12,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya (1.175.466 Rupiah). Pengeluaran total makanan dan bukan makanan mencapai 2.237.782 Rupiah dengan pertumbuhan 14,3 persen dari tahun 2023. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Semarang sebesar 914.785 Rupiah, yang merupakan nilai tertinggi di provinsi Jawa Tengah dengan pertumbuhan 14,7 persen dari tahun sebelumnya. Kota Semarang menempati peringkat ke-1 dalam pengeluaran bukan makanan dan total makanan serta bukan makanan di provinsi, menunjukkan daya beli masyarakat yang lebih tinggi dibandingkan kabupaten/kota lain di Jawa Tengah.
Kota Salatiga
Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Salatiga tahun 2024 sebesar 1.315.195 Rupiah, mengalami penurunan sedikit sebesar 14,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya (1.536.477 Rupiah). Pengeluaran total makanan dan bukan makanan mencapai 2.126.512 Rupiah dengan penurunan 10,9 persen dari tahun 2023. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Salatiga sebesar 811.317 Rupiah, menempati peringkat ke-2 di provinsi dengan penurunan 5,5 persen dari tahun sebelumnya. Meskipun mengalami penurunan, Kota Salatiga masih berada pada peringkat tertinggi kedua dalam pengeluaran total dan makanan di provinsi, menunjukkan bahwa daya beli masyarakatnya masih tergolong tinggi meskipun ada penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kota Surakarta
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Surakarta tahun 2024 sebesar 942.391 Rupiah, mengalami penurunan sedikit sebesar 3,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya (978.670 Rupiah). Pengeluaran total makanan dan bukan makanan mencapai 1.702.178 Rupiah dengan penurunan 12,4 persen dari tahun 2023. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Surakarta sebesar 759.788 Rupiah, menempati peringkat ke-3 di provinsi dengan penurunan 0,9 persen dari tahun sebelumnya. Penurunan pengeluaran di Kota Surakarta mungkin dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi, namun posisinya masih berada pada peringkat tertinggi ketiga dalam pengeluaran makanan di provinsi, menunjukkan bahwa konsumsi makanan masyarakat masih tergolong tinggi.
Kabupaten Pati
Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Pati tahun 2024 sebesar 636.282 Rupiah, mengalami pertumbuhan sebesar 1,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya (628.611 Rupiah). Pengeluaran total makanan dan bukan makanan mencapai 1.333.828 Rupiah dengan penurunan 10 persen dari tahun 2023. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kabupaten Pati sebesar 697.547 Rupiah, menempati peringkat ke-9 di provinsi dengan pertumbuhan 1 persen dari tahun sebelumnya. Meskipun pengeluaran total menurun, pengeluaran untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Pati masih menjadi tertinggi di provinsi, menunjukkan bahwa konsumsi rokok dan tembakau masih menjadi prioritas bagi sebagian masyarakat di wilayah ini.