- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) mencatat nilai PDB Paritas Daya Beli (PPP) atau Implied PPP Conversion Rate Australia pada tahun 2024 mencapai 1.43 unit, yang menunjukkan stagnasi dibandingkan tahun 2023 yang juga tercatat 1.43 unit. Dua tahun sebelumnya, yaitu 2022, nilai ini naik sebesar 0.99% dari 2021 yang berada di level 1.42 unit. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023) sebesar 1.427 unit, nilai 2024 sedikit lebih tinggi sebesar 0.21%. Namun, jika dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023) sebesar 1.434 unit, nilai 2024 sedikit lebih rendah sebesar 0.07%.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kep. Bangka Belitung 2015 - 2024)
Kenaikan tertinggi dalam dekade terakhir (2015-2024) terjadi pada tahun 2017 dengan nilai 1.48 unit, sedangkan penurunan terendah terjadi pada tahun 2021 dengan nilai 1.42 unit. Tahun 2020 mengalami anomali dengan penurunan nilai sebesar 1.92% dari 2019 yang berada di 1.46 unit, ini merupakan penurunan terbesar dalam dekade tersebut karena sebelum tahun 2020, fluktuasi nilai hanya berkisar antara -0.75% hingga 1.86% per tahun, sedangkan penurunan 2020 melebihi batas fluktuasi tersebut. Setelah anomali 2020, nilai PPP Australia cenderung stabil di level 1.42-1.43 unit hingga tahun 2024.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Australia terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Secara peringkat regional di Oseania, posisi Australia tetap berada di peringkat ke-9 pada tahun 2024, sama seperti tahun 2023, 2022, dan 2021. Tidak ada perubahan peringkat regional selama empat tahun terakhir, menunjukkan bahwa perkembangan PPP Australia tidak mampu menyalip negara-negara lain di wilayah tersebut dalam periode tersebut.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Republik Ceko 2015 - 2024)
IMF memproyeksikan nilai PPP Australia akan mengalami kontraksi sebesar 0.77% pada tahun 2025, di mana nilai tersebut akan turun menjadi 1.423 unit. Kontraksi di sini berarti penurunan nilai Implied PPP Conversion Rate yang menunjukkan daya beli relatif Australia terhadap mata uang dasar sedikit menurun dibandingkan tahun 2024. Setelah tahun 2025, proyeksi menunjukkan pemulihan bertahap: nilai akan naik sebesar 0.21% pada 2026 menjadi 1.426 unit, dan terus meningkat secara perlahan hingga mencapai 1.451 unit pada tahun 2030, yang mendekati nilai tertinggi dekade terakhir di tahun 2017.
Dibandingkan dengan lima negara teratas di wilayah Oseania (Vanuatu peringkat 1, Kepulauan Solomon peringkat 2, Papua Nugini peringkat 3, Samoa peringkat 4, Nauru peringkat 5), posisi Australia di peringkat ke-9 berada jauh di bawah kelima negara tersebut. Nilai pertumbuhan PPP tahunan negara-negara teratas ini juga jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Australia pada 2024 sebesar 0.35%—misalnya Papua Nugini mencatat pertumbuhan 4.00% dan Nauru sebesar 4.28% pada tahun yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa daya beli relatif negara-negara teratas di Oseania tumbuh lebih cepat dibandingkan Australia.