PDB

PDB Menurut Daya Beli di Australia 2024

1
Agus Dwi Darmawan 03/10/2026 09:31 WIB
Image Loader
Memuat...
PDB Paritas Daya Beli (PPP) Australia 2015 - 2024
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

International Monetary Fund (IMF) merilis data PDB Paritas Daya Beli Australia hingga akhir tahun 2024 yang tercatat pada angka 1,43 unit. Angka ini tidak berubah dibandingkan posisi tahun 2022 dan 2023, menunjukkan kondisi stagnan selama tiga tahun berturut-turut setelah sebelumnya mengalami penurunan berkelanjutan sejak tahun 2017. Selama tiga tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan indikator ini hanya berada di angka 0,4 persen tahunan, jauh lebih rendah dibanding rata-rata lima tahun terakhir yang tercatat minus 0,12 persen.

(Baca: Penduduk Kabupaten Mamuju Menghabiskan Rp609 per Kapita per Minggu untuk Membeli Gule)

Sepanjang 10 tahun data historis yang tersedia, kenaikan tertinggi PDB PPP Australia terjadi pada tahun 2017 dengan pertumbuhan tahunan sebesar 1,86 persen. Sementara itu titik terendah tercatat pada tahun 2020 pada masa pandemi, dimana terjadi kontraksi sebesar 1,92 persen. Kontraksi ini berarti nilai daya beli riil masyarakat Australia mengalami penurunan hampir 2 persen hanya dalam kurun waktu satu tahun, menjadi anomali terbesar dalam satu dekade terakhir.

Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Australia terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).

Jika dibandingkan periode tiga tahun terakhir, kondisi pertumbuhan PDB PPP Australia menunjukkan perbaikan sangat lambat. Setelah kontraksi tahun 2020, indikator ini hanya berhasil memulihkan sebagian penurunannya dan gagal kembali ke level sebelum pandemi yang pernah mencapai 1,48 unit pada tahun 2017. Rata-rata pertumbuhan tiga tahun terakhir juga masih 37 persen lebih buruk dibanding rata-rata pertumbuhan lima tahun sebelumnya.

Berdasarkan ranking regional Oseania, posisi Australia terus mengalami penurunan peringkat secara bertahap. Dari posisi peringkat 6 pada tahun 2015, peringkat ini terus turun menjadi peringkat 9 pada tahun 2021 dan tetap bertahan di posisi 9 hingga tahun 2024. Tidak ada perbaikan peringkat selama empat tahun berturut-turut, menunjukkan pertumbuhan daya beli Australia lebih lambat dibanding sebagian besar negara lain di kawasan yang sama.

(Baca: Persentase Penduduk yang Memiliki Jaminan Kesehatan BPJS Mandiri di Kep. Riau | 2025)

Dalam perbandingan antar negara kawasan Oseania, Nauru mencatatkan pertumbuhan PDB PPP terbaik dalam tiga tahun terakhir dengan rata-rata pertumbuhan tahunan diatas 4 persen. Sementara itu posisi nilai PDB PPP Australia tahun 2024 masih berada dibawah Nauru, Vanuatu, Papua Nugini, Samoa, Tonga dan juga Selandia Baru. Selandia Baru yang merupakan negara ekonomi sejenis bahkan berhasil mempertahankan posisi peringkat lebih tinggi selama tujuh tahun berturut-turut.

IMF juga merilis proyeksi PDB PPP Australia hingga tahun 2030. Proyeksi menunjukkan akan terjadi penurunan tipis pada tahun 2025 sebesar 0,77 persen, sebelum kembali memulai pertumbuhan lambat mulai tahun 2026. Hingga akhir periode proyeksi tahun 2030, nilai PDB PPP Australia hanya diproyeksikan mencapai 1,451 unit, atau masih belum kembali ke level tertinggi yang pernah dicapai 13 tahun sebelumnya pada tahun 2017.

Berdasarkan data dan proyeksi yang ada, kondisi ekonomi daya beli Australia tidak akan mengalami perbaikan signifikan dalam lima tahun ke depan. Pertumbuhan yang diproyeksikan rata-rata hanya 0,3 persen tahunan menunjukkan kondisi stagnan akan tetap berlanjut. Tidak ada indikasi pada data bahwa Australia akan dapat memperbaiki posisi ranking regionalnya setidaknya hingga akhir dekade ini.

Data Pasar

Macro update by
03 October 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Sep) 3,28% +0.09
Inflasi mom (Agu) 0,21% +0.35
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Mar) 8,07% -0.18
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 17.889 -0.41
PDB ADHK (Q2) 3.576,20 +3.73
Ekspor Migas (Agu) 992,20 +25.98
Neraca perdagangan (Agu) 3,55 +2,814.03
Impor Migas (Jul) 3,77 -17.33
Ekspor (Agu) 26,61 +1.51
Impor (Jul) 26,09 +0.72
Kunjungan Wisman (Agu) 1,60 +4.89
NTP (Jul) 116,16 +1.32

Data Populer

Loading...