Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan pada tahun 2024 sebesar 9,86%, atau sedikit turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 10,36%. Jumlah penduduk miskin tercatat 37.810 jiwa dari total populasi 422.566 jiwa.
Perkembangan ini menunjukkan penurunan turun 4,83% dalam persentase kemiskinan. Di tingkat Pulau Sumatera, Ogan Komering Ulu Selatan menempati peringkat ke-66, sedangkan secara nasional berada di urutan ke-242. Kabupaten ini menunjukkan angka yang lebih baik dibandingkan beberapa wilayah lain di Sumatera Selatan.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Blitar Periode 2004 - 2024)
Data historis menunjukkan fluktuasi persentase kemiskinan di Ogan Komering Ulu Selatan selama periode 2005-2024. Angka tertinggi terjadi pada tahun 2006 yaitu 21,06%, dan terendah pada tahun 2024 sebesar 9,86%. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 14,33%, dan pertumbuhan terendah pada tahun 2008 turun 23,21%. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024), persentase kemiskinan saat ini lebih rendah.
Dibandingkan kabupaten/kota lain di Sumatera Selatan dengan persentase kemiskinan berdekatan, Ogan Komering Ulu Selatan menunjukkan posisi yang relatif baik. Kabupaten Empat Lawang mencatat 10,78%, Muara Enim 9,79%, Ogan Komering Ulu 10,68%, Kota Palembang 9,77%, Penukal Abab Lematang Ilir 9,82%, dan Kota Prabumulih 10,13%.
Kabupaten Empat Lawang
Kabupaten Empat Lawang dengan persentase kemiskinan 10,78% menduduki peringkat 211 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 28.420 jiwa dari total populasi 336.158 jiwa, menunjukkan penurunan turun 7,67%. Garis kemiskinan di kabupaten ini tercatat Rp 421.747 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat sekitar Rp 19,45 juta per tahun. Kabupaten ini mengalami pertumbuhan penduduk yang sedikit yaitu 0,04%.
Kabupaten Muara Enim
Kabupaten Muara Enim mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 9,79% menempatkannya pada urutan 244 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di Muara Enim mencapai 66.420 jiwa. Kabupaten ini memiliki populasi 645.250 jiwa dengan pendapatan per kapita sebesar Rp 182,11 juta per tahun. Garis kemiskinan di Muara Enim adalah Rp 491.107 per kapita per bulan. Terjadi penurunan jumlah penduduk miskin turun 9,31% dan pertumbuhan penduduk sebesar 1,46%.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Bangka Tengah Periode 2004 - 2024)
Kabupaten Ogan Komering Ulu
Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 10,68%, berada di peringkat 219 secara nasional. Dengan jumlah penduduk miskin mencapai 41.540 jiwa dari total populasi 387.348 jiwa, OKU menunjukkan penurunan kemiskinan turun 5,83%. Pendapatan per kapita di OKU mencapai Rp 53,43 juta per tahun. Garis kemiskinan di OKU ditetapkan sebesar Rp 563.523 per kapita per bulan, dengan pertumbuhan penduduk tercatat 1,94%.
Kota Palembang
Kota Palembang mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 9,77%, dan menduduki peringkat 245 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 173.590 jiwa, dari total 1.781.672 jiwa. Pendapatan per kapita penduduk Kota Palembang sebesar Rp 121,15 juta per tahun, dengan garis kemiskinan mencapai Rp 660.932 per kapita per bulan. Jumlah penduduk miskin mengalami penurunan -3,27%.
Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir
Dengan persentase kemiskinan 9,82%, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berada pada urutan 243 secara nasional. Kabupaten ini memiliki 19.790 penduduk miskin dari total populasi 212.220 jiwa. Pendapatan per kapita mencapai Rp 45,70 juta per tahun dan garis kemiskinan sebesar Rp 503.822 per kapita per bulan. Kabupaten PALI mengalami penurunan jumlah penduduk miskin -8,89%, dengan pertumbuhan penduduk 2,97%.
Kota Prabumulih
Kota Prabumulih memiliki persentase kemiskinan 10,13% dan menduduki peringkat 239 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 20.410 jiwa dari total populasi 211.395 jiwa. Pendapatan per kapita kota ini adalah Rp 51,81 juta per tahun dan garis kemiskinan Rp 650.002 per kapita per bulan. Kota Prabumulih mengalami penurunan jumlah penduduk miskin -8,6% dan pertumbuhan penduduk 2,98%.