Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pasar semi permanen di Jawa Timur pada tahun 2024 sebanyak 1098 Unit. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan turun 20.09% dibandingkan tahun sebelumnya (2021) yang mencapai 1374 Unit. Penurunan ini juga tercermin dari selisih nilai yang turun 276 Unit. Meskipun demikian, jumlah ini masih lebih tinggi dibandingkan tahun 2014 yang hanya 1111 Unit, namun lebih rendah dibandingkan rata-rata 3 tahun terakhir (2019-2021) yang mencapai 1286.33 Unit.
Dibandingkan dengan 5 tahun terakhir (2018-2021 dan 2024), penurunan tahun 2024 menjadi yang terendah. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2018 dengan 22.41%, diikuti 2020 (11.95%), dan 2021 (8.62%). Penurunan terdalam kedua setelah tahun 2024 terjadi pada tahun 2019 dengan -16.91%. Data ini menunjukkan fluktuasi jumlah pasar semi permanen di Jawa Timur, dimana setelah mengalami kenaikan signifikan, terjadi penurunan tajam pada tahun 2024.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Blitar Periode 2004 - 2024)
Secara regional, Jawa Timur menduduki peringkat pertama di Pulau Jawa dalam jumlah pasar semi permanen pada tahun 2024. Namun, secara nasional, Jawa Timur juga menduduki peringkat pertama. Nilai ini jauh lebih tinggi dibandingkan provinsi lain di Pulau Jawa, menunjukkan konsentrasi pasar semi permanen yang lebih tinggi di Jawa Timur.
Kenaikan tertinggi jumlah pasar semi permanen di Jawa Timur dalam data historis terjadi pada tahun 2018 dengan penambahan 249 Unit. Sebaliknya, penurunan terendah terjadi pada tahun 2024 dengan pengurangan 276 Unit. Anomali terjadi pada tahun 2024 karena penurunan tajam ini berbeda dengan tren kenaikan atau stabil dalam beberapa tahun sebelumnya.
Meskipun menduduki peringkat pertama di Pulau Jawa, penurunan signifikan pada tahun 2024 menjadi perhatian. Hal ini menunjukkan perlu adanya evaluasi dan strategi untuk mempertahankan atau meningkatkan jumlah pasar semi permanen di Jawa Timur, mengingat peran pentingnya dalam perekonomian lokal.
(Baca: PDRB ADHB Sektor Industri Tekstil dan Pakaian Jadi Periode 2013-2024)
Jawa Tengah
Jawa Tengah menempati posisi kedua di Pulau Jawa dengan 1015 Unit pasar semi permanen. Meskipun berada di bawah Jawa Timur, Jawa Tengah mencatatkan penurunan yang lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu hanya turun 4.87%. Secara nasional, Jawa Tengah menduduki peringkat kedua. Penurunan ini perlu diperhatikan, namun relatif lebih stabil dibandingkan fluktuasi yang terjadi di Jawa Timur.
Sumatera Selatan
Sumatera Selatan berada di peringkat pertama di Pulau Sumatera dengan 759 Unit pasar semi permanen. Pertumbuhan pasar semi permanen di Sumatera Selatan mengalami penurunan turun 3.8%, yang merupakan penurunan moderat dibandingkan beberapa provinsi lain. Secara nasional, Sumatera Selatan menempati peringkat ketiga. Posisi ini menunjukkan bahwa Sumatera Selatan memiliki peran yang signifikan dalam perekonomian regional.
Riau
Riau menduduki peringkat kedua di Pulau Sumatera dengan 727 Unit pasar semi permanen. Penurunan turun 0.95% menunjukkan stabilitas yang lebih baik dibandingkan provinsi lain. Namun, perlu dicatat bahwa Riau berada di peringkat keempat secara nasional. Meskipun demikian, Riau memiliki potensi untuk meningkatkan posisinya dalam beberapa tahun mendatang.
Sumatera Utara
Sumatera Utara menempati peringkat ketiga di Pulau Sumatera dengan 678 Unit pasar semi permanen. Penurunan paling signifikan terjadi di Sumatera Utara, yaitu turun 14.72%. Akibatnya, Sumatera Utara berada di peringkat kelima secara nasional. Penurunan yang cukup besar ini mengindikasikan tantangan khusus yang perlu diatasi untuk meningkatkan pertumbuhan pasar semi permanen di wilayah tersebut.