Harga Komoditas Nikel untuk Kontrak 3 Bulan ke Depan Naik Menuju Level US$16.760 /Ton (Kamis, 03 September 2026)

1
Agus Dwi Darmawan 05/09/2026 10:42 WIB
Image Loader
Memuat...
Harga Komoditas Nikel untuk Tiga Bulan Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Westmetall mencatat harga komoditas nikel untuk kontrak 3 bulan ke depan pada hari ini naik 0,51% menuju level US$ 16.760 per ton. Kenaikan harga ini termasuk yang cukup tinggi dibandingkan rata-rata pergerakan harga dalam sepekan terakhir.

Pekan ini, harga komoditas nikel mengalami lonjakan tertinggi pada Kamis, 03 September 2026 sebesar 0,51%. Sedangkan, perdagangan terhitung sejak awal tahun terus mengalami penurunan dengan pertumbuhan tahun berjalan (year to date) turun 0,92%.

(Baca: Harga Kopi Kontrak Tiga Bulan - US Coffee C Futures Naik Menuju Level 295,6 Pound (Jumat, 04 September 2026))

Kondisi saat ini serupa dengan pergerakan harga komoditas nikel untuk kontrak 3 bulan ke depan dalam satu hari terakhir yang sedang dalam tren turun.

Seminggu terakhir, pergerakan harga komoditas nikel untuk kontrak 3 bulan ke depan tumbuh -1,99% dengan rata-rata harga transaksi harian adalah US$16,85 ribu per ton. Alhasil sepanjang 2026, harga komoditas nikel telah turun 0,92% dari posisi awal tahun yang berada di level US$16.915 per ton. Adapun sepanjang tahun ini, nilai perdagangan tertinggi untuk komoditas komoditas nikel pernah ditransaksikan di harga US$19.675 per ton yang terjadi pada Rabu, 06 Mei 2026.

Secara tahunan, rata-rata perdagangan harga komoditas nikel untuk kontrak 3 bulan ke depan dalam lima tahun terakhir dalam tren turun. Sementara itu, untuk pantauan harga secara bulanan, transaksi dalam 12 bulan terakhir cenderung naik. Tertinggi, harga rata-rata bulanan komoditas komoditas nikel pernah tercatat yakni pada Mei 2026 diharga US$19,01 ribu per ton.

Faktor yang Memengaruhi Harga Nikel

Harga nikel dipengaruhi oleh lonjakan permintaan untuk baterai kendaraan listrik (EV) di satu sisi, dan besarnya pasokan dari Indonesia sebagai produsen nikel terbesar dunia di sisi lain. Kebijakan hilirisasi dan larangan ekspor bijih, ekspansi smelter, hingga permintaan baja nirkarat (stainless steel) menjadi penggerak utama.

Apa Itu Nikel dan Kenapa Harganya Dipantau?

(Baca: Harga Gandum Kontrak Tiga Bulan - US Wheat Futures Turun Tiga Hari Berurutan)

Nikel adalah logam yang diperdagangkan dengan acuan London Metal Exchange (LME) dan menjadi bahan baku strategis baterai serta baja nirkarat. Indonesia memegang cadangan dan produksi nikel terbesar dunia, sehingga kebijakan dalam negeri berdampak langsung ke harga global.

Kenapa Harga Nikel Hari Ini Bisa Naik atau Turun?

Harga nikel harian banyak digerakkan oleh permintaan baterai EV, dinamika pasokan smelter Indonesia, harga baja nirkarat, serta arah dolar AS dan ekonomi Tiongkok. Dalam 30 hari terakhir, tren harga nikel cenderung turun (pelemahan).

Ekspor nonmigas Indonesia ke Tiongkok Januari-Juli 2026 tumbuh 18,01 persen, dengan nikel jadi penggerak utama kenaikan. seperti diberitakan Katadata "nikel yang melonjak hingga 59%" menjadi penyokong besar nilai ekspor nasional ke negara tersebut.

Indonesia menguasai 60% produksi nikel dunia dengan cadangan terbesar global, namun dominasi ini menghadapi tantangan struktural. seperti diberitakan Katadata "dominasi produksi tersebut belum sebanding dengan kekuatan akses pasar". Hilirisasi nikel nasional saat ini juga sangat bergantung pada investasi Tiongkok.

Data Terkait

Data Pasar

Macro update by
05 September 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Agu) 3,19% +0.31
Inflasi mom (Jul) -0,14% -0.58
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Mar) 8,07% -0.18
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 17.626 -0.16
PDB ADHK (Q1) 3.447,70 -0.77
Neraca perdagangan (Jul) 121,90 -127.06
Ekspor Migas (Jun) 1,07 +40.52
Impor Migas (Jun) 4,56 +0.96
Ekspor (Jun) 25,46 +9.72
Impor (Jun) 25,91 +4.41
Kunjungan Wisman (Mei) 1,38 +10.69
NTP (Jul) 116,16 +1.32

Data Populer

Loading...