Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran perawatan kulit per kapita per bulan di Kabupaten Kepulauan Yapen tahun 2024 mencapai 95568 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 108,5 persen dibandingkan tahun 2023. Kenaikan ini merupakan nilai peningkatan tertinggi yang tercatat sepanjang periode data 2018 hingga 2024 di wilayah tersebut.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Nabire | 2004 - 2025)
Sepanjang tujuh tahun periode data, pengeluaran perawatan kulit di wilayah ini mengalami pergerakan naik turun. Pada tahun 2018 tercatat 39389 rupiah, kemudian sedikit turun pada tahun 2019 menjadi 37188 rupiah. Tahun 2020 naik menjadi 50719 rupiah, sedikit turun pada 2021, naik kembali pada 2022 lalu turun pada 2023 sebelum akhirnya mencatat pengeluaran tertinggi pada tahun 2024.
Pengeluaran perawatan kulit tahun 2024 tersebut menyumbang sekitar 31,8 persen dari total pengeluaran kecantikan per kapita, dan sekitar 6 persen dari total pengeluaran aneka barang dan jasa bulanan masyarakat. Jika dibandingkan dengan pengeluaran makanan jadi, nilai pengeluaran perawatan kulit mencapai 47,6 persen dari nilai pengeluaran makanan jadi per kapita per bulan.
Berdasarkan peringkat seprovinsi Papua, Kabupaten Kepulauan Yapen berada di urutan ke 6 dari 9 kabupaten dan kota yang dicatat. Di atas wilayah ini berturut-turut adalah Kabupaten Sarmi dengan pengeluaran 132261 rupiah, Kabupaten Jayapura 121693 rupiah, Kabupaten Keerom 120335 rupiah, Kota Jayapura 118160 rupiah dan Kabupaten Supiori 102799 rupiah. Secara nasional, wilayah ini berada di peringkat 58 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia.
Dari seluruh kabupaten di provinsi Papua, hanya dua wilayah yang mencatatkan pertumbuhan pengeluaran perawatan kulit di atas 100 persen pada tahun 2024. Selain Kabupaten Kepulauan Yapen dengan pertumbuhan 108,5 persen, Kabupaten Keerom juga mencatatkan pertumbuhan 104,1 persen. Sementara itu Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura justru mencatatkan penurunan pengeluaran perawatan kulit pada tahun yang sama.
Kabupaten Kepulauan Yapen
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit Kab. Sumedang | 2024)
Untuk total pengeluaran per kapita bulanan gabungan makanan dan bukan makanan, wilayah ini mencatat nilai 1585148 rupiah pada tahun 2024. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 23,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempatkan wilayah ini di urutan ke 5 seprovinsi Papua. Pengeluaran makanan saja di wilayah ini mencapai 906149 rupiah per kapita per bulan, atau sekitar 57 persen dari total pengeluaran bulanan masyarakat.
Kota Jayapura
Kota Jayapura masih menempati urutan pertama seprovinsi Papua untuk total pengeluaran per kapita bulanan dengan nilai 2189785 rupiah pada tahun 2024. Meskipun menjadi yang tertinggi, wilayah ini justru mencatatkan penurunan sebesar 12,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran perawatan kulit, Kota Jayapura mencatatkan penurunan sebesar 19,8 persen pada tahun 2024, menjadi satu-satunya wilayah di lima urutan teratas yang mengalami penurunan.
Kabupaten Sarmi
Kabupaten Sarmi menempati urutan pertama seprovinsi Papua untuk kategori pengeluaran perawatan kulit tahun 2024 dengan nilai 132261 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 22,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk total pengeluaran bulanan, Kabupaten Sarmi berada di urutan ke empat seprovinsi dengan nilai 1601668 rupiah, dan mengalami kenaikan sebesar 12,6 persen pada tahun 2024.
Kabupaten Keerom
Kabupaten Keerom mencatatkan pertumbuhan pengeluaran perawatan kulit sebesar 104,1 persen pada tahun 2024, menjadi pertumbuhan tertinggi kedua setelah Kabupaten Kepulauan Yapen. Total pengeluaran bulanan masyarakat di wilayah ini mencapai 1641509 rupiah per kapita, menempati urutan ketiga seprovinsi Papua. Pengeluaran makanan di wilayah ini tumbuh sebesar 31,9 persen pada tahun yang sama, salah satu pertumbuhan tertinggi di provinsi ini.