Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk perawatan kulit di Kabupaten Subang tahun 2024 mencapai 63345 Rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sedikit sebesar 2,9 persen dibandingkan tahun 2023 yang tercatat sebesar 65210 Rupiah. Selama kurun waktu tujuh tahun terakhir sejak 2018, angka pengeluaran ini tercatat mengalami pergerakan naik turun dengan pengeluaran tertinggi terjadi pada tahun 2022 sebesar 87391 Rupiah.
(Baca: Jumlah Perceraian di Jawa Barat Periode 2019-2024)
Dari total pengeluaran per kapita masyarakat Kabupaten Subang, biaya perawatan kulit menyumbang sekitar 20,7 persen dari total pengeluaran kategori kecantikan, dan sekitar 92 persen dari pengeluaran sabun mandi per kapita setiap bulannya. Nilai pengeluaran perawatan kulit ini juga hanya sekitar 29 persen dari total pengeluaran makanan jadi bulanan masyarakat di wilayah ini. Selama lima tahun terakhir, rata-rata pengeluaran perawatan kulit di Kabupaten Subang tercatat sebesar 59514 Rupiah per kapita per bulan.
Pada tahun 2022 terjadi lonjakan pengeluaran perawatan kulit sebesar 83 persen dibandingkan tahun sebelumnya, ini merupakan kenaikan tertinggi yang tercatat selama periode data 2018 sampai 2024. Setelah mencapai angka tertinggi pada tahun tersebut, pengeluaran perawatan kulit secara berturut-turut mengalami penurunan selama dua tahun berikutnya. Pada tahun 2023 tercatat penurunan sebesar 25,4 persen, dilanjutkan penurunan sedikit pada tahun 2024.
Berdasarkan perbandingan seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Subang berada pada peringkat 14 untuk kategori pengeluaran perawatan kulit tahun 2024. Peringkat ini berada satu tingkat dibawah Kabupaten Pangandaran dan satu tingkat diatas Kabupaten Sukabumi. Lima wilayah dengan pengeluaran perawatan kulit tertinggi di provinsi ini secara berurutan adalah Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor, Kota Bandung dan Kota Cimahi. Kota Bekasi mencatat pengeluaran perawatan kulit hampir tiga kali lipat dibandingkan nilai Kabupaten Subang pada tahun yang sama.
Kota Bekasi
Badan Pusat Statistik mencatat Kota Bekasi menempati peringkat pertama seluruh wilayah di Jawa Barat untuk pengeluaran perawatan kulit tahun 2024 dengan nilai 188344 Rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini juga menempati urutan pertama untuk total pengeluaran bukan makanan per kapita yang mencapai 1908316 Rupiah per bulan, dengan pertumbuhan 22,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara untuk total pengeluaran keseluruhan, Kota Bekasi juga tetap menjadi wilayah dengan nilai tertinggi di provinsi ini.
(Baca: Nilai Ujian Tes Terstandar Masuk ke SMA11 Kota Depok 2025)
Kota Depok
Badan Pusat Statistik mencatat Kota Depok berada di peringkat kedua Jawa Barat untuk pengeluaran perawatan kulit tahun 2024 dengan nilai 140716 Rupiah per kapita per bulan. Meskipun mengalami penurunan 11,4 persen dibandingkan tahun 2023, wilayah ini tetap mempertahankan posisi kedua untuk kategori pengeluaran bukan makanan dengan total 1674594 Rupiah per kapita setiap bulannya. Pertumbuhan pengeluaran bukan makanan di Kota Depok tercatat sebesar 12,8 persen selama satu tahun terakhir.
Kota Bogor
Badan Pusat Statistik mencatat Kota Bogor menempati peringkat ketiga untuk pengeluaran perawatan kulit tahun 2024 dengan nilai 133919 Rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mengalami penurunan 17,7 persen untuk biaya perawatan kulit dibandingkan tahun sebelumnya, namun justru mencatat kenaikan 50,1 persen untuk pengeluaran kategori bukan makanan secara keseluruhan. Untuk total pengeluaran keseluruhan masyarakat, Kota Bogor berada pada peringkat ketiga di seluruh Provinsi Jawa Barat.
Kota Bandung
Badan Pusat Statistik mencatat Kota Bandung merupakan satu-satunya wilayah kota besar di Jawa Barat yang mencatat kenaikan pengeluaran perawatan kulit pada tahun 2024, dengan pertumbuhan 16 persen menjadi 125413 Rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini menempati peringkat keempat untuk kategori ini, serta menempati urutan keempat untuk total pengeluaran bukan makanan dan total pengeluaran keseluruhan masyarakat di seluruh Provinsi Jawa Barat. Pertumbuhan pengeluaran bukan makanan di Kota Bandung tercatat sebesar 12,2 persen selama tahun 2024.