22 Titik Panas Terdeteksi di Indonesia Dalam 24 Jam Terakhir (Jumat, 6 Desember 2024)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 22 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini berkurang 48 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Jumat (6/12/2024) pukul 11.10 WIB. Dari 22 titik panas terdeteksi, 2 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi dan 20 titik skala sedang.
Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.
(Baca: Papua Barat Catat Jumlah Rumah Rusak Sedang akibat Bencana Alam Sebanyak 3 Unit)
Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Sulawesi Selatan sebanyak 4 titik. Papua menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 4 titik. Jawa Tengah berada di posisi ketiga sebanyak 2 titik panas.
Sebanyak 2 titik panas terdeteksi di Papua Pegunungan, Riau menyusul dengan 2 titik panas, serta Papua Barat Daya dan Banten masing-masing memiliki 2 dan 1 titik panas terdeteksi.
Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.
Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.
(Baca: Ada Ratusan Bencana Alam sampai Awal April 2024, Banjir Terbanyak)