Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Banggai Laut Naik 6,13% dalam 5 Tahun Terakhir
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah sebesar 16,64% pada 2025.
Angka tersebut naik 0,85% dari tahun sebelumnya sebesar 15,79%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 6,13%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Banggai Laut lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendefinisikan PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kabupaten Banggai Laut yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 16,64% dari total penduduk.
Dibandingkan dengan 12 kabupaten/kota lain di Provinsi Sulawesi Tengah, PoU di Kabupaten Banggai Laut ada di urutan ke-11. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Palu (6,41%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Banggai Kepulauan (19,4%).
Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Sulawesi Tengah pada 2025.
- Kota Palu: 6,41%
- Kabupaten Morowali: 6,42%
- Kabupaten Morowali Utara: 7,4%
- Kabupaten Poso: 8,37%
- Kabupaten Parigi Moutong: 9,63%
- Kabupaten Banggai: 10,3%
- Kabupaten Buol: 10,33%
- Kabupaten Tojo Una Una: 12,38%
- Kabupaten Donggala: 12,44%
- Kabupaten Sigi: 13,33%
(Baca: 28,49% Penduduk Miskin di NTT Tak Kerja pada 2025, Ini Sebarannya)