Gojek vs Grab, Mana yang Konsumennya Lebih Banyak?

Transportasi & Logistik
1
Adi Ahdiat 08/12/2022 11:00 WIB
Layanan Transportasi Online yang Digunakan Responden (Agustus-September 2022)
katadata logo databoks logo
  • A Font Kecil
  • A Font Sedang
  • A Font Besar

Menurut survei Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), saat ini Gojek menjadi layanan transportasi online yang paling banyak digunakan konsumen Indonesia.

Aplikasi besutan PT GoTo Gojek Tokopedia itu digunakan oleh 82% responden. Adapun yang menggunakan layanan transportasi online Grab, Maxim, dan InDriver proporsinya lebih kecil seperti terlihat pada grafik.

"Sebanyak 82% responden menyatakan menggunakan layanan transportasi online dari Gojek walaupun memiliki aplikasi lainnya," kata INDEF.

"Data ini juga menunjukkan, walaupun konsumen memiliki aplikasi lainnya seperti Maxim atau InDriver, mereka juga memiliki aplikasi Gojek sebagai pilihan utama," lanjutnya.

(Baca: Tokopedia Masih Ungguli Shopee sampai Kuartal II 2022)

Menurut INDEF, preferensi tersebut dipengaruhi kepuasan konsumen terhadap kinerja aplikasi masing-masing brand.

Dalam hal kemudahan penggunaan aplikasi, Gojek mendapat skor kepuasan konsumen 3,39 dari skala 0-4. Angka itu lebih tinggi dibanding Grab yang mendapat skor 3,27, sekaligus di atas rata-rata industri transportasi online yang skornya 3,30.

"Konsumen menilai Gojek sebagai brand yang paling memuaskan karena memberikan rasa aman paling tinggi bagi konsumen," tambah INDEF. 

INDEF juga menemukan Lebih dari setengah responden (56%) menyatakan akan tetap menggunakan layanan transportasi online meski tanpa disertai promo.

Kemudian sebagian besar responden (60%) berniat meningkatkan penggunaan transportasi online seiring dengan mulai pulihnya mobilitas pasca-pandemi.

"Secara umum, hasil survei INDEF menunjukan bahwa industri transportasi dan logistik online merupakan industri yang cukup tangguh bahkan di tengah-tengah ketidakpastian ekonomi, seperti yang terjadi sebelumnya di tengah pembatasan mobilitas saat puncak pandemi Covid-19," kata INDEF.

"Permintaan pada layanan transportasi online contohnya, cenderung stabil dan bahkan meningkat setelah pelonggaran pembatasan mobilitas seperti saat ini, dengan frekuensi pemakaian setiap pengguna rata rata 4-12 kali setiap minggunya," tambah INDEF.

INDEF melakukan survei ini pada periode Agustus-September 2022 di Jabodetabek, Bandung, Palembang, Bali, Yogyakarta, dan Palembang.

Total responden berjumlah 2.310 orang dari kalangan konsumen transportasi online. Sebanyak 51,6% responden merupakan laki laki dan 48,4% perempuan.

Mayoritas responden berusia antara 20-30 tahun (54,16%) dan 30-49 tahun (43,2%), dengan pendapatan per bulan rata rata Rp2,5 juta-Rp5 juta (25,66%).

(Baca: Meski Rugi, GoTo, Grab, dan Sea Ltd Masih Optimistis pada Kuartal III 2022)

Editor : Adi Ahdiat
Data Populer
Lihat Semua
instagram
Databoks Indonesia (@databoks.id)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari Katadata Indonesia.
twitter
Databoks Indonesia (@databoksid)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari @katadatacoid.