Kembali Mengalami Kontraksi, Ekonomi Rusia Masuk Resesi

PDB
1
Viva Budy Kusnandar 18/11/2022 16:50 WIB
Pertumbuhan Ekonomi (YoY) Rusia (TW I 2020 - TW III 2022)
katadata logo databoks logo
  • A Font Kecil
  • A Font Sedang
  • A Font Besar

Kantor Statistik Rusia (Rosstat) melaporkan ekonomi Rusia kembali mengalami kontraksi sebesar 4% pada kuartal III 2022 dibanding kuartal III 2021 (year on year/yoy).

Dengan kontraksi ini, Rusia resmi mengalami resesi ekonomi. Pasalnya, perekonomian Negeri Beruang Putih ini pada kuartal sebelumnya juga mengalami kontraksi sedalam 4,1% (yoy).

Ekonomi suatu wilayah atau negara dapat dikatakan mengalami resesi setelah dalam dua triwulan atau lebih secara beruntun mengalami kontraksi.

Sanksi yang diberlakukan oleh Negara-Negara Barat kepada Rusia karena melakukan invasi ke Rusia telah berdampak terhadap perekonomian negara yang dipimpin oleh Presiden Putin. Pembatasan kegiatan ekspor impor hingga terjadinya masalah pasokan suku cadang telah membebani perekonomian Rusia.

Sebelumnya, Rusia juga pernah mengalami resesi akibat terjadinya pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak awal 2020. Perekonomian negara tersebut mengalami kontraksi dalam 4 kuartal secara beruntun sejak kuartal II 2020 hingga kuartal I 2021.

Berikut ini gambaran makroekonomi Rusia per Oktober 2022:

  • Inflasi umum: 12,6%  (yoy)
  • Inflasi makakan: 12,1%
  • Suku bunga bank sentral: 7,5%
  • Kepercayaan konsumen:-22 poin
  • Kepercayaan bisnis: -3 poin

(Baca: Pertumbuhan Ekonomi Melambat, Inggris di Ambang Resesi?)

Editor : Annissa Mutia
Data Populer
Lihat Semua
instagram
Databoks Indonesia (@databoks.id)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari Katadata Indonesia.
twitter
Databoks Indonesia (@databoksid)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari @katadatacoid.