GISAID mencatat, perkembangan kasus Covid-19 varian Omicron (B.1.1.529) di Indonesia telah mencapai 25.299 kasus per Rabu, 02 November 2022. Varian Omicron di Indonesia ini memiliki selisih 110 kasus dibandingkan hari sebelumnya. Secara mingguan, kasus di Indonesia ini tumbuh 2,27 persen.
(Baca: Kematian karena Covid-19 per 1 Juta Penduduk Indonesia Urutan Ke-22 di Asia)
Dengan jumlah varian Omicron tersebut, menempatkan posisi Indonesia berada di urutan pertama di Asia Tenggara. Negara dengan kasus Omicron tertinggi di Asia Tenggara masih ditempati Malaysia sebanyak 20.801 kasus.
Menyusul Thailand dengan pertumbuhan jumlah kasus Omicron secara mingguan mencapai 1,3 persen. Jumlah jumlah kasus Omicron di negara ini dilaporkan sebanyak 18.338 jiwa sedang untuk pekan sebelumnya tercatat 18.102 jiwa.
(Baca: 10 Kabupaten/Kota dengan Jumlah Orang Ditest Covid-19 Terbanyak (Minggu, 30 Oktober 2022))
Masih diurutan lima tertinggi negara lainnya adalah Singapura dengan jumlah kasus Omicron 14.469 kasus (naik 2,58%), jumlah kasus Omicron di Filipina naik 0,01 persen menjadi 9.018 kasus dibandingkan pekan sebelumnya dan jumlah kasus Omicron di Vietnam naik 3,96 persen menjadi 4.197 kasus dibandingkan pekan sebelumnya
Adapun laporan GISAID menyebutkan, telah mendeteksi kasus Covid-19 Omicron di seluruh dunia dengan jumlah total mencapai 6,39 juta kasus. Jumlah varian Covid-19 tersebut naik dibandingkan pekan sebelumnya yang berjumlah 6,3 juta kasus.