IKLAN

Tak Hanya BLT, Ini Kebijakan yang Diharapkan Warga saat Pandemi

Kebijakan Pemerintah yang Diharapkan Responden untuk Mengurangi Dampak Pandemi (Februari 2022)

Sumber : Indikator Politik Indonesia, 3 April 2022

katadata logo databoks logo
Disalin..
IKLAN

Penulis: Vika Azkiya Dihni

Editor: Adi Ahdiat

4/4/2022, 17.00 WIB

Selain bantuan langsung tunai (BLT), masyarakat mengharapkan sejumlah kebijakan lain dari pemerintah untuk mengurangi dampak pandemi Covid-19.

Hal ini tercatat dalam laporan lembaga survei Indikator Politik Indonesia yang dirilis Minggu (3/4).

Menurut survei tersebut, mayoritas atau 28,4% responden menilai kebijakan pengurangan dampak pandemi yang sebaiknya dilakukan pemerintah adalah memberi bantuan kebutuhan pokok bagi rakyat kecil.

Kebijakan lain yang dianggap perlu adalah bantuan uang tunai kepada yang membutuhkan, serta penguatan kebijakan kesehatan yang meliputi perlindungan tenaga kesehatan dan pembelian alat-alat kesehatan, dengan persentase penilaian responden masing-masing 19%.

Kemudian 17,6% responden menilai perlu ada kebijakan untuk menciptakan lapangan kerja bagi warga yang kehilangan pekerjaan selama pandemi, dan 8,3% responden mengharap kebijakan bantuan untuk pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Ada pula 0,2% responden yang merasa butuh kebijakan bantuan untuk perusahaan, seperti keringanan pajak, pemberian kredit dan lain-lain.

Sebanyak 5% responden menilai tidak perlu kebijakan khusus, karena pandemi dianggap sudah terkendali dan sebagian besar masyarakat sudah divaksin.

Adapun, 2,6% responden lainnya tidak tahu atau tidak menjawab.

Survei ini dilakukan pada 11-21 Februari 2022. Populasi survei adalah warga berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling.

Dalam survei ini jumlah basis sampel sebanyak 1.200 orang yang berasal dari seluruh provinsi secara proporsional. Dengan asumsi metode simple random sampling, toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.

(Baca Juga: Survei Indikator: Banyak Warga Tak Setuju Tes PCR Jadi Syarat Perjalanan

IKLAN

data terkait